Teks: Matius 27:3-5

Intro:
Salah satu nama yang sangat dihindari orang tua menjadi nama anaknya adalah nama Yudas..orang tua banyak memberi nama anak mereka dengan simon petrus, Yohanes, Yakobus, Filipus, paulus, Timotius, natanael, dsb..ttp tidak untuk nama Yudas..

Yudas adalah nama yang bagus dalam alkitab, nama ini berasal dari bahasa Ibrani yang artinya Terpujilah Allah…

Pada masa itu nama Yudas adalah nama yang umum di gunakan. Di dalam alkitab paling sedikit ada 7 orang yang bernama Yudas di dlm PB

Ada Yudas Leluhur Yesus kristus ( luk 3:30,31), ada Yudas pemberontak dari Galilea (Kisah 5:37), ada Yudas orang Yahudi dari damaskus (kis 9:11,17), ada Yudas seorang nabi dari Yerusalem dipangggil juga sebagai barnabas (kis 15:22,23), ada Yudas saudara Yesus (Mat 12:55), ada Yudas murid Yesus yang dipanggil juga sebagai Tadeus (Yoh 4:22) dan Yudas murid Yesus yang disebut iskariot…

Satu-satunya sebab yang membuat nama Yudas rusak adalah karena dia berkhianat..karena itu tidak ada orang tua yang mau kasih nama anaknya Yudas..

Sebetulnya kalau mau dibilang berkhianat atau paling tidak dalam hal kelemahan, semua murid2 itu sama saja..Petrus juga seorang pengkhianat..Yakobus dan yohanes juga banyak dosa..

Bedanya, mereka semua bertobat, sementara Yudas tidak bertobat..sekiranya Yudas bertobat, di gereja ini akan ada orang yang bernama Yudas..(ada Yudas susilo, Yudas suharyono, Yudas panjaitan dll…)

Dan ketika menulis nama-nama murid Yesus, nama Yudas ditempatkan di urutan terakhir dan ditambahkan keterangan yang memberi kesan buruk seperti Mengkhianati Dia..

Dan kita akan belajar dari kegagalan Yudas di dalam mengikut Yesus, maka pertanyaan yang perlu kita jawab adalah mengapa Yudas gagal mengikut Yesus? Dan apa yang membuat dia berkhianat kepada Yesus? Mari kita pelajari perlahan-lahan..

Yudas gagal karena motifnya salah (Matius 8:19-20)

Yudas adalah salah seorang murid yang bertalenta..secara penampilan dia memiliki tubuh yang tinggi dan besar..
-ketika dia bergabung menjadi murid, sebetulnya dia tidak dipanggil dan dipilih..dia sendiri yang meminta untuk bergabung..dia katakan “guru aku mau ikut engkau kemana saja engkau pergi..”

Dan Yesus tidak menolak dan juga tidak menerima permintaan Yudas. Yesus menjawab “Serigala mempunyai liang dan burung mempunyai sarang, tetapi Anak Manusia tidak mempunyai tempat untuk meletakkan kepala-Nya.” Matius 8:19, 20.

Semua murid, berharap Yesus dapat menerima Yudas, karna Yudas cakap, memiliki kesanggupan, untuk menjadi seorang pemimpin yang hebat..dan mereka merasa kehadiran Yudas akan banyak menolong pekerjaan itu..

Tetapi Yesus membaca hati. Dia tau apa motif Yudas, yaitu untuk jabatan dan materi

Yudas percaya bahwa Yesus adalah mesias..dia kagum dengan kuasa Yesus, orang sakit disembuhkan-orang buta melihat, yang timpang bisa berjalan, yang mati hidup lagi..dll

Kkarena itu dia yakin, Yesus kelak akan mendirikan kerajaannya, mematahkan kuasa romawi..dan kalau Yesus menjadi raja, dia akan mendapat posisi yang strategis dalam kerajaan itu..

Yudas gagal karena tidak mau diubah (Yohanes 6:70-71)

Yudas salah menilai..kedatangan Yesus bukan untuk mendirikan kerajaan Duniawi di Yerusalem..tetapi kerajaan Rohani..

Dia tidak akan duduk di singgasana dengan mahkota raja, melainkan akan tersungkur dengan mahkota duri diatas kepalanya..

Namun, sekalipun motif Yudas tidak suci, Yesus tidak menolak dia..bahkan Yesus mengaruniakan kepadanya kuasa untukmengadakan mujizat, menyembuhkan penyakit dan mengusir setan..

Tetapi karunia itu tidak mengubah tabiat dan karakternya..

-komentar Buku Kerinduan Segaal Zaman

“Yudas tidak sampai menyerahkan dirinya sepenuhnya kepada Kristus. Ia tidak meninggalkan cita-cita duniawi atau kelobaannya akan uang. Meski pun ia menerima jabatan pekerja Kristus, ia tidak menempatkan dirinya di bawah pembentukan Ilahi. Ia merasa bahwa ia dapat berpegang teguh pada pertimbangan dan pendapatnya sendiri, dan ia memupuk suatu pembawaan untuk mengeritik dan menuduh.”

Siapapun kita yang melayani, apapun posisi kita..jabatan sebagai pekerja kristus tidak akan mengubah kita, kecuali kita mau meninggalkan cita-cita duniawi kita, menyerahkan diri sepenuhnya kepada Kristus, mau menempatkan diri kita dibawah pengendalian Tuhan untuk dibentuk…kalau tidak kita akan jatuh seperti Yudas..

Yudas gagal karena kesombongan (Filipi 2:3)

Seperti yang saya katakan di awal, bahwa Yudas sebenarnya adalah orang yang bertalenta dia memiliki pengaruh yang kuat didalam dan diluar..

Dia disegani oleh murid-murid..tetapi ada beberapa kelemahan Yudas yang dia tidak serahkan kepada Yesus..

Salah satunya adalah merasa diri lebih cakap, lebih baik dari yang lain..dan akibatnya dia memandang rendah murid-murid yang lain..

Dia menganggap Petrus, Yohanes yang walau rajin, tetapi bagi Yudas mereka bukan orang yang cakap dalam urusan keuangan..

Sekalipun matius orang yang jujur dan teliti tapi dalam pandangan Yudas, dia tidak akan mampu mengerjakan pekerjaan yang memerlukan kecerdasan..

Dia menarik kesimpulan bahwa dari semua murid itu dirinya lah yang terbaik..

Adalah sangat berbahaya bila sifat seprti ini berkembang dalam diri kita..merasa diri lebih baik, lebih cakep, lebih rohani, lebih rajin, lebih suci dll..kita sedang menempatkan diri kita di tepi jurang,

Dan satu hal yang sulit bagi Yudas adalah mengakui kelebihan orang lain..dan sifat ini kadang-kandang ada pada kita..sulit mengakui kelebihan orang lain..kita sangat sulit mengatakan ohh..dia lebih pantas dari pada saya..

Dan akibat selalu merasa diri paling baik, maka Yudas melupakan satu hal..Dia lupa melihat kelemahan dirinya sendiri..

Yudas gagal karena cinta uang (1 Timotius 6:10)

Kelemahan Yudas yang lain adalah tamak dan loba akan uang..

Sebagai bendahara rombongan, Yudas dipercaya untuk memegang dana untuk pelayanan mereka dan juga dana utk membantu orang-orang miskin..

Setapi seringkali dana yang sedikit itu dia ambil untuk kepentingan diri sendiri..bahkan bilamana dia melakukan satu pelayanan, dia mengambil uang itu untuk membayar dirinya sendiri..

Dia pikir tindakan itu bisa dibenarkan, tetapi pada pemandangan Tuhan dia adalah seorang pencuri..

Alkitab mengatakan, “Akar segala kejahatan adalah cinta akan uang..”

Karena Yudas sangat mencintai uang maka segala sesuatu diukur dengan uang.. sdr masih ingat ketika seorang perempuan datang meminyaki kaki Yesus dengan minyak narwastu yang sangat mahal harganya..

Lalu Yudas protes dia katakan, “Mengapa minyak narwastu ini tidak dijual tiga ratus dinar dan uangnya diberikan kepada orang-orang miskin?” (yoh 12:5)

Dia bilang begitu bukan karena dia perhatikan orang-orang miskin, tetapi krn dia seorang pencuri yang suka mengambil uang yang disimpan dalam kas yang dipegangnya..

Dia berpikir, kalau minyak itu dijual seharga 300 dinar, maka lebih banyak lagi uang yang bisa saya ambil..

Akibat ketamakan Yudas ini, maka pekerjaan sebagai bendahara, akuntan menjadi ternoda..

Ia lupa bahwa pekerjaan sebagai bendahara, akuntan dan perkejaan yang berhubungan dengan keuangan adalah pekerjaan yang suci..

Dan kita memerlukan akuntan2 yang berintegritas untuk menjaga uang Tuhan dengan baik..

Memanjakan sifat yang demikian telah menyebabkan Yudas berada pada tepi jurang, tinggal tunggu waktu dia jatuh..

Yudas gagal karena ambisi membutakan mata rohaninya (Mar 10:35-45)

Kita tahu bahwa Yudas adalah orang yang cerdas, tetapi saat yang sama dia juga orang yang berambisi..sdr tau apa apa ambisi Yudas? ambisi Yudas adalah jabatan yang penting nanti kalau Yesus jadi raja israel..

Jadi dia berpikir begini: kalau Yesus nanti jadi raja, maka saya akan mendapat posisi yang tinggi. Maka jabatan itu akan mendatangkan banyak uang bagi dirinya sendiri..

Dan sebetulnya bukan Cuma Yudas yang memiliki motivasi yang sama, hampir semua murid2 itu memiliki ambisi yang sama yaitu kedudukan..

Contohnya Yohanes dan Yakobus: secara terang terangan mereka meminta jabatan kepada Yesus melalui ibu mereka. Cara mereka sangat kasar..Yesus menegur dan mereka berhernti..

Yudas bermain lebih halus dan cerdik dan matang. Dia melangkah lebih jauh..dia berpikir bagaiamana caranya memaksa Yesus supaya segera menjadi raja..!!

Ingat..motif Yudas murni hanya untuk menjadikan Yesus jadi raja..tidak ada niat Yudas untuk menyakiti Yesus…tujuannya hanya satu menjadikan Yesus raja..

Tetapi masalahnya adalah Yesus tidak mau jadi raja..bukan karena dia tidak sanggup jadi raja…krm bukan itu misi Nya..

Jadi karena Yesus tidak mau jadi raja, maka Yudas mencari cara supaya Yesus mau dan terpaksa menjadi raja..dasar pemikiran ini dilatar belakangi oleh seringnya Yesus lolos ketika hendak ditangkap oleh orang-orang yahudi..

Sering ketika Yesus mengajar dan mereka tersinggung oleh ajaran-Nya, mereka akan marah dan melempari Yesus dengan batu, dan berkali-kali Yesus berhasil meloloskan diri..ketika Yesus hendak dijatuhkan kejurang Dia juga berhasil meloloskan diri..

Sehingga pada hemat Yudas, Yesus tidak akan pernah bisa ditangkap oleh siapapun..

Teori Yudas begini: nanti kalau Yesus ditangkap maka dia akan meloloskan dirinya seperti yang sudah-sudah, dan saati itu lah Yesus akan melawan dan Dia akan memproklamirkan kerajaanNya..

Dan bilamana Yesus sudah menjadi raja, maka dialah orang yang paling berjasa bagi Yesus, krn telah berhasil membantu Yesus menjadi raja..maka otomatis dia akan mendapatkan kedudukan yang utama dalam kerajaan itu..

Nah sekarang Yudas mencoba menguji teori tersebut…

Lalu Yudas datang kepada para imam-imam dan ahli taurat, berpura-pura untuk menyerahkan Yesus dengan kesepakatan imbalan 30 keping perak..30 keping perak adalah harga yang sangat murah..ini untuk memberi kesan bahwa Yesus tidak berharga…

Yudas berharap dia akan mendapatkan keuntungan berganda, yaitu uang dan posisi..

Tetapi sebelum dia melangkah lebih jauh dengan teori itu, dihari sebelumya Yesus sudah mengamarkan Yudas untuk bertobat…

Yesus katakan dalam perjamuan malam trakhir bahwa salah seorang diantara kamu akan menyerahkan anak manusia..dan Yudas ada disana ikut menerima pencucuian kaki dan makan roti dan anggur dari Yesus..

Walau demikian Yudas tidak berubah..dia masih yakin bahwa Yesus ketika ditangkap akan meloloskan diri dan memproklamirkan kerajaannya..dan apa yang mendorong Yudas adalah ambisi pribadi dan keserakahan…ambisi itu telah menutupi kebenaran yang selama ini di ajarkan oleh Yesus, bahwa anak manusia harus mati dan bangkit pada hari ketiga..

Dan pada malam itu sementara Yesus ada ditaman..Yudas bersama dengan imam-imam dan ahli taurat, orang-orang farisi dan prajurit romawi datang untuk menangkap Yesus..

Yudas memberi isyarat dengan mencium Yesus..lalu prajurit itu menangkap Yesus dan membawanya..

Yudas yang turut serta dalam konspirasi ini yakin bahwa Yesus akan meloloskan diri..tetapi apa yang terjadi sangat mengejutkan kan Yudas..Yesus tidak meloloskan diri.. dia diam, membiarkan dirinya ditangkap tanpa perlawanan…Yudas mulai resah..

Lalu Yesus dibawa menghadap kayafas..Yudas mengikuti dan masih berharap Yesus akan meloloskan diri hadapan kayafas..

Di situpun Yesus berdiam diri membiarkan diriNya disiksa, dipukuli, ditendang, diludahi, di olok-olok dengan tidak melakukan perlawanan..disini Yudas mulai depresi..

Yudas gagal karena putus asa saat gagal (Matius 27:3-5)

Melihat hal itu, Yudas mulai menyadari bahwa teorinya salah..dia menjadi takut dan ngeri telah menjual Gurunya..tidak tahan menderita siksaan batin..dia segera masuk kedalam ruangan pengadilan kayafas..dan berteriak serta melemparkan 30 keping perak harga yang dia terima untuk menjual Yesus..

Dia berlutut memohon kepada kayafas untuk melepaskan Yesus..tetapi kayafas berbalik dan marah kepada Yudas..

“Aku berdosa,” teriak Yudas sekali lagi, “sebab menyerahkan darah Orang yang tidak bersalah.”

Tetapi imam besar, setelah tenang kembali, menjawab dengan menghina, “Apakah kena-mengena dengan kami? Itu tanggungan engkaulah.” Mat. 27:4.

Karena imam besar kayafas tidak mau melepaskan Yesus, maka Yudas mendekat kepada Yesus dan tersungkur dikaki-Nya, memohon supaya Yesus melepaskan diri-Nya..Yesus memandang Yudas dengan penuh belas kasihan dan tidak mempersalahkan dia..Yesus tau bahwa Yudas tidak bertobat..

Penyesalan Yudas bukan karena hati yang hancur..tetapi penyesalan krn ambisinya tidak tercapai…

Dan pada waktu Yesus di jatuhi hukuman mati, Yudas merasa bahwa semuanya sudah selesai..Yudas berpikir bahwa tidak ada lagi harapan..itulah sebabnya dia berteriak sudah terlambat..sudah terlambat..!! dan Yudas yang tengah putus asa itu keluar dan pergi mengambil jalan pintas dengan gantung diri..dan dia mati dengan cara yang sangat mengenaskan..

Dan sampai disini cerita Yudas pun selesai..titik!

Sebetulnya Petrus dan Yudas tidak jauh berbeda.. sama-sama pengkhianat..satu hal yang membuat perbedaan adalah cerita petrus tidak berhenti sampai di titik itu..

Cerita petrus berlanjut karena dia menyesali dosanya, dengan hati yang hancur dia datang kepada Yesus dan bertobat, sebagai hasilnya dia menjadi tokoh gereja dikemudian hari..dan akhir cerita Petrus sangat indah dan manis…dia mati sebagai martir oleh karena nama Yesus..dan namanyapun begitu harum..

Sementara Yudas akhir ceritanya mengenaskan, karena ambisinya akan kedudukan yang membutakan mata rohaninya..

Yesus sudah mengatakan bahwa kedatanganNya bukan untuk membangun kerajaan dunia, melainkan kerajaan Rohani..

Yudas salah mengerti..dan itu bisa dimaklumi..mengapa? sebab sejak kecil orang israel selalu di cekoki dengan ajaran bahwa akan datang seorang mesias yang akan membebaskan mereka dari penjajahan bangsa romawi..

Dan ketika Yesus datang dengan hikmat dan kuasa yang belum pernah mereka lihat..maka Yudas yakin bahwa Yesus adalah mesias yang datang untuk mendirikan kerajaan Israel…

Dan dia sangat berambisi untuk menjadi salah seorang menteri di kerajaan yang baru nanti..

Tetapi pada akhirnya apa yang dia cita-citakan tidak terjadi sebagaimana yang dia rencanakan, semuanya hancur berantakan..seiring dengan kematian Yesus..

Maka pertanyaanya adalah apakah ambisi kita yang terbesar dalam hidup ini..? setiap orang mempunyai ambisi dalam hidupnya..

Ambisi adalah keinginan (hasrat, nafsu) yang besar untuk menjadi (memperoleh, mencapai) kedudukan (pangkat, jabatan,dll)..

Ada orang yang berambisi untuk menduduki sebuah jabatan, atau untuk memperoleh sesuatu..

Dan hal yang sangat buruk dari sebuah ambisi adalah ketika seseorang tidak mampu mengendalikan diri..berbagai macam cara akan dilakukan, mulai dari cara yang normal sampai cara yang tidak normal juga dilakukan..yang penting ambisinya kesampaian..

Dan kalau ambisi tidak terwujud, maka kecewa dan putus asa akan melanda..maka tidak heran orang-orang yang stress..mempunyai ambisi itu bukan hal yang jelek. Kalau motifasinya positif..

Jadi lakukan saja yang terbaik dalam hidup..tidak perlu kejar-kejar kedudukan, kalau waktunya tiba dan itu berkat mu, itu akan datang sendiri..

Dan hal inilah yang tidak disadari oleh Yudas..sehingga hidupnya hancur dan dia hilang untuk selamanya..

Cara Yudas menyikapi kegagalan

Ketika Yudas menyadari bahwa dia sudah gagal..maka dia berhenti pada titik itu dan mengambil jalan pintas untuk mengakhiri kegagalan itu dengan cara bunuh diri..

Mengapa Yudas bunuh diri? Dia terlalu cepat mengambil kesimpulan..dia berpikir bahwa semuanya sudah berakhir, tidak ada lagi gunanya hidup..

Padahal kalau saja dia sabar dan bertobat, maka hari esok akanjauh lebih baik. Pengampunan Yesus jauh lebih besar dari dosa-dosanya..

Dia berpikir pendek dan kematiannya pun tidak mendatangkan apa-apa selain ejekan dan tertawaan banyak orang…

Ingat, ketika gagal dalam hidup ini, apakah itu gagal menikah, gagal dalam rumah tangga, gagal dalam percintaan, gagal dalam karir, gagal dalam pekerjaan, gagal dalam usaha, gagal menjadi suami-istri yang baik, gagal dalam mendidik anak, gagal menjadi orang tua, gagal dalam pendidikan…

Itu bukan akhir dari segalanya..itu bukan kiamat..kita masih bisa merajut masa depan dengan lebih baik, dengan cara belajar dari kesalahan…

Jadi jangan buru-buru kecewa..kita hanya perlu lakukan satu hal yang sederhana, yaitu berubah dan belajar dari kegagalan..

Seperti yang kita ketahui bahwa peristiwa pengkhianatan itu terjadi pada hari jumat..Yesus mati pada hari jumat jam 3 sore..dan sebelum Yesus mati disalibkan jam 3 sore pada hari jumat itu..Yudas sudah lebih dahulu mati bunuh diri..

Kalau saja Yudas sabar, masih ada hari minggu dimana Yesus kemudian bangkit dari kematian…tetapi sayang, Yudas tidak dapat menyaksikan kebangkitan itu..masa depannya sudah hilang untuk selamanya..

Kalau saja dia bersabar dan bertobat, maka dia bisa mendapatkan posisi yang lebih baik didalam kerajaan surga..ttp dia tidak mendapatkan itu..

Teori hidup kita kadang-kadang mirip mirip dengan Yudas..yaitu kita bercita-cita, kita berambisi akan sesuatu hal

‘Kita ingin memiliki rumah yang baik, memiliki usaha yang baik, memiliki keluarga yang baik, anak-anak yang penurut, suami – istri yang baik..dll..’

Tetapi seringkali cita-cita itu berantakan sebelum tercapai..ttp pesannya, jangan berhenti di hari jumat seperti Yudas..sabar sedikit, masih ada hari minggu dimana ada mujizat dan berkat akan terjadi dalam hidup kita..

Kita harus belajar untuk bersabar terhadap Tuhan..jangan lekas mengambil kesimpulan apalagi mencari jalan pintas..

Ingat: semua orang pernah gagal dalam hidupnya..dan memang seringkali kita harus mengalami kegagalan dulu, supaya kita tahu bagaimana caranya untuk berhasil..dan kegagalan bukanlah kegagalan kalau kita sikapi dengan cara yg positif..Roma 8:28

Yesus, ketika dia di tangkap, disiksa, diludahi, dan digantung di kayu salib..banyak orang menganggap bahwa itu adalah gagal..dan Yudas salah satunya orang yang mempunyai anggapan demikian..

Kematian Yesus bukan kegagalan dan juga bukan akhir dari segala sesuatu..itu belum titik tapi koma (,)..masih ada kelanjutan ceritanya..

Masih ada hari minggu dimana Yesus bangkit dari kematian..dan kebangkitanya itu menjadi kabar baik bagi kita semua..dan cerita itu masih berlanjut terus..

Yesus naik ke sorga dan berjanji akan datang kembali untuk menjemput kita semua masuk kedalam kerajaan sorga…

Penutup

Mengapa Yudas gagal? Motif yang salah. Tidak mau diubah. Kesombongan. Cinta uang. Ambisi yang tidak terkendali. Putus asa saat gagal.

Pelajaran Terbesar: boleh jadi kita gagal mengikut Tuhan, Jangan berhenti di hari Jumat.

Ketika impian hancur, doa belum terjawab, dan hidup terasa gagal, ingatlah bahwa Tuhan masih memiliki “hari Minggu”—hari kebangkitan, pemulihan, dan pengharapan.

“Kegagalan bukanlah akhir cerita jika kita membawa kegagalan itu kepada Yesus.”

Yesus mengasihi kita, dia tidak pernah gagal. Dia selalu ada didalam setiap persoalan hidup kita..
-dan yang terutama dia selalu bersedia mengampuni setiap dosa-dosa kita dan tanganNya selalu terbuka dengan lebar menerima kita sebagaimana kita ada..datanglah kepada-Nya..

Renungkan satu area kehidupan di mana Anda pernah gagal. Serahkan kembali kepada Tuhan dan percaya bahwa Dia masih dapat mengubah kegagalan menjadi berkat. Amin.


Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *