Mengapa Kehadiran di Rumah Tuhan Lebih Penting daripada yang Kita Bayangkan

Pendahuluan

Di zaman yang serba sibuk sekarang ini, dimana waktu menjadi komoditas yang berharga, dan mengatur waktu menjad bagian tersulit.

Padatnya kegiatan dan kelelahan fisik yang ditimbulkannya, menyebabkan kegiatan rohani menjadi terbengkalai.

Karena itu, ibadah sering kali menjadi salah satu kegiatan yang paling mudah dikorbankan atau dikesampingkan. Terlebih ibadah di gereja.

Ada yang berkata, “Saya bisa beribadah sendiri di rumah.” Atau “ Ada ibadah streaming, saya bisa mengikutinya..”

Selain merasa terlalu sibuk, terlalu lelah, Sebagian merasa terlalu kecewa dengan keadaan gereja. Akibatnya, kehadiran dalam ibadah menjadi tidak lagi dianggap penting.

Tuhan tidak pernah merancang kehidupan rohani untuk dijalani sendirian. Allah membentuk gereja sebagai sebuah komunitas yang berkumpul untuk menyembah, belajar, berdoa, dan saling menguatkan.

Penulis kitab Ibrani memberikan nasihat yang sangat jelas:

“Janganlah kita menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah kita, seperti dibiasakan oleh beberapa orang, tetapi marilah kita saling menasihati.” (Ibrani 10:25)

Menghadiri ibadah bukan sekadar memenuhi jadwal keagamaan. Ada berkat besar yang Tuhan sediakan bagi mereka yang setia berkumpul untuk menyembah-Nya.

1. Ibadah Memelihara Hubungan Kita dengan Tuhan

Sama seperti hubungan dengan sahabat akan merenggang jika tidak pernah bertemu, demikian pula hubungan dengan Tuhan dapat menjadi dingin jika tidak dipelihara.

Salah satu cara memelihara hubungan rohani dengan Tuhan dan sesama adalah dengan aktif beribadah bersama di gereja.

Ibadah menjadi kesempatan untuk mengarahkan kembali hati yang selama seminggu dipenuhi berbagai kesibukan dan tekanan hidup.

Di dalam ibadah kita:

• Mendengar Firman Tuhan.

• Memuji nama-Nya.

• Berdoa bersama.

• Merenungkan kasih-Nya.

Semua itu membantu kita kembali fokus kepada Tuhan. dimana selama 1 minggu kita terlalu berpusat pada hidup, kebutuhan dan berbagai masalah.

Dalam ibadah kita kembali diingatkan, bahwa ada Tuhan yang mengatur hidup kita. Dan dia akan menyegarkan hidup kita dari berbagai kepenatan dunia.

Banyak orang yang merasa rohaninya kering bukan karena Tuhan menjauh, tetapi karena mereka terlalu lama menjauh dari hadirat-Nya.

2. Ibadah Menjadi Makanan bagi Jiwa

Seperti halnya tubuh kita membutuhkan makanan setiap hari. Tidak ada orang yang mengatakan, “Saya sudah makan bulan lalu, jadi tidak perlu makan lagi.”

Setiap hari kita perlu makanan yang baru, agar tubuh kita tetap hidup..

Namun anehnya, banyak orang menganggap bahwa kebutuhan rohani dapat dipenuhi sesekali saja.

Jiwa kita ini sama seperti tubuh kita. Dia juga perlu dikasih makanan. Firman Allah. Walau kita bisa dapatkan dari internet, namun Firman Allah yang kita terima pada saat ibadah itu berbeda..

Firman Tuhan adalah makanan rohani yang menguatkan iman kita. Menghidupkan pengharapan kita dan menyehatkan kerohanian kita agar jiwa kita tetap hidup..

Jadi, setiap kali kita hadir dalam ibadah, jiwa kita diberi nutrisi melalui:

• Khotbah.

• Pelajaran Alkitab.

• Kesaksian.

• Lagu-lagu pujian.

Tanpa makanan rohani yang cukup, iman akan menjadi lemah dan mudah digoyahkan. Kita menjadi tidak tahan terhadap godaan dan tekanan hidup yang berat.

3. Ibadah Mengingatkan Kita Akan Prioritas Hidup

Selama enam hari dalam seminggu, dunia terus menarik perhatian kita kepada pekerjaan, uang, hiburan, ambisi, dan berbagai urusan lainnya.

Pikiran kita dipenuhi dengan kompetisi, persaingan, keinginan yang tak terpuaskan dan pengejaran yang tiada henti.

Maka Ibadah mengingatkan kita bahwa hidup ini bukan hanya tentang mencari nafkah atau mengejar kesuksesan duniawi.

Ada sisi lain yang perlu kita cari dan temukan. Di rumah Tuhan kita diingatkan bahwa:

• Tuhan adalah Pencipta. Kita berasal dari Tuhan. Kita ada karena Tuhan.

• Kita adalah pengelola, bukan pemilik hidup. segala yang kita punyai adalah titipan Tuhan.

• Dunia ini sementara. Ini bukan rumah kita yang permanen. Maka hati kita tidak boleh terpesona dengan penarikan dunia sekitar kita..

• Kerajaan Allah adalah tujuan yang kekal. Itulah pusat pengharapan kita. Kita perlu lebih banyak memikirkannya.

Karena itu, Ibadah membantu kita melihat kehidupan dari perspektif surga, agar hati kita tidak tertawan oleh segala sesuatu didunia ini..

4. Ibadah Memberikan Kekuatan Saat Menghadapi Pergumulan

Setiap orang memiliki beban dan pergumulan hidup.

Ada yang sedang bergumul dengan masalah ekonomi, kesehatan, keluarga, pekerjaan, anak-anak atau pelayanan.

Sering kali seseorang datang ke gereja dengan hati yang lelah dan pulang dengan hati yang dikuatkan.

Mungkin khotbah yang disampaikan menjawab pergumulannya.

Mungkin sebuah lagu mengingatkannya akan kesetiaan Tuhan.

Mungkin doa bersama memberinya harapan baru.

Tuhan sering menggunakan ibadah sebagai sarana untuk menghibur dan menguatkan umat-Nya yang sedang bergumul.

5. Ibadah Menolong Kita Bertumbuh Secara Rohani

Pertumbuhan rohani tidak terjadi secara otomatis. Itu memerlukan proses.

Sama seperti tanaman membutuhkan air dan sinar matahari, orang percaya membutuhkan pembelajaran dan pembinaan rohani yang terus-menerus.

Melalui ibadah kita:

• Memperoleh pengajaran yang benar.

• Belajar memahami Alkitab.

• Menerima teguran dari Firman Tuhan.

• Dibimbing menuju kedewasaan rohani.

Orang yang jarang beribadah biasanya lebih mudah terseret oleh ajaran yang salah atau pemikiran yang tidak sesuai dengan Firman Tuhan.

6. Ibadah Membantu Kita Melawan Kesepian Rohani

Salah satu strategi musuh adalah mengisolasi orang percaya agar tidak berbaur dalam persekutuan. Agar mereka menyendiri. Tujuannya agar mudah dikalahkan.

Karena ketika seseorang mulai menjauh dari persekutuan, ia menjadi lebih rentan terhadap pencobaan, keputusasaan, dan kemunduran rohani.

Tuhan menciptakan gereja sebagai keluarga rohani. Disana kita dapat menemukan:

• Persahabatan.

• Dukungan.

• Doa.

• Nasihat.

• Kepedulian.

Tidak ada orang percaya yang dirancang untuk berjalan sendirian. Tuhan menciptakan umat percaya agar mereka bersekutu dan itu salah satu misi gereja.

7. Ibadah Menjadi Kesempatan untuk Melayani

Banyak orang datang ke gereja hanya untuk menerima. Padahal ibadah juga merupakan kesempatan untuk memberi.

Mungkin melalui:

• Menyambut jemaat.

• Menyanyi.

• Mengajar.

• Berdoa.

• Memberi semangat kepada orang lain.

• Memberi kepada anggota yang membutuhkan.

• Memberi persembahan dan persepuluhan agar ada dana untuk menyokong pelayanan.

Bahkan hal yang sangat sederhana, seperti memberi satu senyuman, satu sapaan, atau satu doa dari kita dapat menjadi berkat besar bagi seseorang.

Ibadah bukan hanya tentang apa yang kita terima, tetapi juga tentang apa yang kita berikan. Jadi iabdah adalah kesempatan untuk memberi berkat dan menerima berkat.

8. Ibadah Menjaga Keluarga Tetap Dekat dengan Tuhan

Keluarga yang beribadah bersama memiliki kesempatan lebih besar untuk bertumbuh bersama secara rohani. Mereka lebuh kuat menjalani hidup.

Anak-anak belajar bahwa Tuhan adalah prioritas.

Mereka melihat teladan iman dari orang tua.

Kehadiran keluarga dalam ibadah secara konsisten dapat menjadi warisan rohani yang berharga bagi generasi berikutnya.

Hubungan suami istri bisa lebih kuat dan harmonis.

Banyak orang dewasa yang tetap setia kepada Tuhan karena sejak kecil dibiasakan menghadiri ibadah bersama keluarganya.

9. Ibadah Mempersiapkan Kita Menghadapi Akhir Zaman

Alkitab menggambarkan bahwa menjelang kedatangan Kristus, tantangan iman akan semakin besar.

Karena itu orang percaya membutuhkan kekuatan rohani yang terus diperbarui.

Setiap ibadah merupakan latihan untuk tetap setia kepada Tuhan di tengah dunia yang semakin jauh dari-Nya.

Ibadah menolong kita mengingat siapa yang kita sembah dan kepada siapa kesetiaan kita harus diberikan.

10. Ibadah Adalah Gambaran Surga

Kitab Wahyu menggambarkan umat tebusan yang berkumpul memuji Allah di hadapan takhta-Nya.

Setiap kali kita beribadah dengan sungguh-sungguh, kita sedang mencicipi sedikit gambaran dari penyembahan yang akan berlangsung sepanjang kekekalan.

Di surga tidak ada pusat perhatian selain Tuhan.

Demikian pula tujuan utama ibadah adalah memuliakan Dia. Maka bila kita biasakan beribadah sejak di dunia sekarang ini, maka kita berharap dapat menikmati ibadah bersama dengan umat tebusan segala jaman dalam persekutuan akbar..

Mengapa Sebagian Orang Kehilangan Semangat Beribadah?

Beberapa penyebab yang umum antara lain:

• Kesibukan hidup.

• Kekecewaan terhadap anggota atau pemimpin gereja.

• Rutinitas yang membosankan.

• Kemalasan rohani.

• Pengaruh hiburan dan teknologi.

• Prioritas yang bergeser.

Namun penting diingat bahwa kita datang beribadah bukan terutama karena gereja sempurna, melainkan karena Tuhan layak disembah.

Orang-orang digereja memang tidak sempurna, itu karena gereja adalah rumah sakit bagi orang berdosa.

Jika kita menjadikan manusia sebagai alasan untuk beribadah, kita juga akan menjadikan manusia sebagai alasan untuk berhenti beribadah.

Penutup

Tekun menghadiri ibadah bukanlah sekadar kebiasaan religius. Ibadah adalah salah satu sarana utama yang Tuhan berikan untuk memelihara, menguatkan, dan menumbuhkan iman umat-Nya.

Mungkin kita tidak selalu menyadari manfaatnya dari minggu ke minggu. Namun seperti setetes air yang terus mengisi bejana, setiap ibadah yang dihadiri dengan hati yang terbuka akan membentuk karakter, memperdalam iman, dan mendekatkan kita kepada Tuhan.

Ketika suatu hari kita melihat kembali perjalanan hidup kita, mungkin kita akan menyadari bahwa banyak kekuatan, penghiburan, hikmat, dan pertumbuhan rohani yang Tuhan berikan justru melalui kesetiaan sederhana untuk terus datang ke rumah-Nya.

“Aku bersukacita ketika dikatakan orang kepadaku: ‘Mari kita pergi ke rumah TUHAN.'” (Mazmur 122:1)

Karena itu, jangan hanya hadir dalam ibadah. Hadirlah dengan hati yang siap bertemu Tuhan, mendengar suara-Nya, dan diubahkan oleh hadirat-Nya.

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *