Teks: Matius 27:32-34

“Maka sampailah mereka di suatu tempat yang bernama Golgota, artinya: Tempat Tengkorak. Matius 27:33

YESUS TIDAK sendirian. Bersama-Nya ada dua orang lainnya yang juga akan dieksekusi. Tidak disebutkan siapa mereka.

Lukas melaporkan, “Dan ada juga digiring dua orang lain, yaitu dua penjahat untuk dihukum mati bersama-sama dengan Dia.”

Kejahatan apa yang mereka lakukan, tidak tahu. Namun dari hukumannya, pasti kejahatan besar. Kemungkinan pembunuhan atau pemberontakan kepada Roma..

Kemungkinan Yesus berjalan didepan. Memberi kesan, Dia kepala pemimpin para penjahat tersebut. Dua lainnya dibelakang. Mereka memikul salib masing-masing.

Bila kita mengikuti persidangan Yesus, mulai dari tengah malam. Dia belum tidur. Belum makan. Minum. Fisiknya lemah. Belum lagi siksaan yang dialamatkan kepada-Nya sepanjang persidangan..

Belum lagi harus memikul Salib yang beratnya hampir 90 kg. Akhirnya, Dia berada pada titik terlemah secara fisik. Dia terjatuh berkali-kali.

Semua penderitaan itu: fisik, emosional, dan spiritual—bergabung bersama untuk benar-benar melemahkan tubuh-Nya yang sempurna namun sekarang kurus.

Para tentara melihat Yesus tidak sanggup lagi. Mereka mencari seseorang yang bisa membantu memikul salib Yesus. Matius melaporkan..

“Ketika mereka berjalan ke luar kota, mereka berjumpa dengan seorang dari Kirene yang bernama Simon. Orang itu mereka paksa untuk memikul salib Yesus.”

Dia tidak sengaja berada ditempat itu. Dia hanya sekedar penasaran melihat keramaian. Dan para mata para tentara tertuju kepadanya. Mungkin badannya terlihat kuat..

Sehingga para tentara memaksa dia untuk memikul Salib Yesus.

Simon berasal dari Kirena. Pemukiman Yunani yang terletak di sebelah barat Aleksandria di pantai Mediterania Afrika Utara, tepat di selatan Yunani di tempat yang sekarang disebut Libya.

Kota ini merupakan pusat perdagangan yang makmur dan memiliki populasi Yahudi yang besar.

Simon adalah nama Yahudi yang umum, dan kemungkinan besar dia seorang peziarah yang datang ke Yerusalem untuk merayakan Paskah.

Markus juga mengidentifikasi Simon sebagai “ayah Alexander dan Rufus” (ayat 21).

Ini menunjukkan bahwa kedua pria tersebut adalah orang Kristen yang dikenal oleh Markus dan banyak orang percaya lainnya pada saat ia menulis Injilnya.

Karena Markus mungkin menulis dari Roma, Alexander dan Rufus mungkin aktif di gereja di sana.

Rufus ini mungkin adalah pria yang Paulus sapa dalam suratnya ke jemaat Roma. Dia katakan, “ Salam kepada Rufus, orang pilihan dalam Tuhan, dan salam kepada ibunya, yang bagiku adalah juga ibu.” Roma 16:13.

Jadi kemungkinan, Simon menjadi orang percaya berawal saat dia memikul salib Yesus. walau pun awalnya dia dipaksa, dan dia tidak suka dengan paksaan itu..

Tetapi selanjutnya dia melihat terang kebenaran dari pengalaman memikul salib Yesus. pengalaman rohani yang luar biasa..

Bukan hanya Simon sendiri yang akhirnya menjadi Kristen, namun seluruh keluarganya diselamatkan, dan istrinya menjadi seperti ibu bagi rasul Paulus.

Poinnya, Simon berpikir dia berada ditempat yang tidak tepat. Tempat itu membawa dia mengenal Yesus. Dia sangat benci Ketika dipaksa memikul Salib Yesus..

Tetapi paksaan itu membawa dia mengenal Yesus. Bila kita berada pada situasi seperti Simon. Kita merasa berada ditempat yang salah, Ingat, Tuhan dapat mengubah tempat itu menjadi berkat..

Bila kita seperti dipaksa, mengikuti kebaktian, membaca Alkitab, mengikuti seri KKR, membaca buku, dll..ingat, keadaan itu dapat membawa kita kepada pengalaman rohani yang hebat..

Simon dari Kirena telah merasakan pengalaman tersebut. Dia dan keluarganya menjadi pengikut Yesus.

Maka sampailah mereka di suatu tempat yang bernama Golgota, artinya: Tempat Tengkorak.

Itu adalah sebuah bukit di pinggiran Yerusalem. Tengkorak diterjemahkan dari istilah Yunani (kranion) yang setara dengan Golgota dalam bahasa Ibrani/Aram..

Nama Kalvari berasal dari kata Latin (calvaria) yang berarti tengkorak, atau tempurung kepala.

Tempat Tengkorak bukanlah kuburan, dimana tengkorak biasa ditemukan. Karena orang Yahudi tidak mengizinkan mayat diekspos, dan tidak ada bagian kerangka manusia yang terlihat di Israel.

Jadi disebut tengkorak karena memiliki penampakan seperti tengkorak. Bukit itu sekarang biasa disebut Kalvari Gordon..

Itu adalah situs tradisional dan masih dapat dilihat hingga saat ini tidak jauh dari tembok utara Yerusalem.

Sebelum para prajurit memakukan Yesus di kayu salib dan menempatkan Yesus tegak di tanah, mereka memberi Dia minuman anggur yang dicampur dengan empedu.

Kata yang diterjemahkan empedu hanya merujuk pada sesuatu yang pahit, yang diidentifikasi Markus sebagai mur (15:23)..

Suatu narkotika yang juga digunakan sebagai wewangian (lihat Mzm. 45:8; Ams. 7:17), sebagai bahan minyak urapan untuk imam (Kel. 30:23), dan untuk pembalseman (Yohanes 19:39).

Harganya cukup mahal dan merupakan salah satu hadiah yang diberikan kepada bayi Yesus oleh orang majus (Mat. 2:11)

Karena penyaliban akan menimbulkan rasa sakit yang maksimal, empedu, atau mur, tidak diberikan sebagai tindakan belas kasihan dari pihak prajurit.

Itu digunakan sebagai obat bius agar korban tidak meronta dengan keras saat paku ditancapkan ke tangan dan kakinya. Intinya untuk mengurangi rasa sakit..

Sumber-sumber diluar Alkitab mengatakan bahwa wanita-wanita Yahudi yang kaya raya sering memberikan anggur yang dicampur mur kepada mereka yang akan dieksekusi..

Minuman anggur itu bisa memabukkan..

Mungkin saja sekelompok wanita tersebut juga menawari Yesus minuman yang memabukkan tersebut. Tetapi Yesus menolak.

Dia bertekad untuk meminum cawan yang telah diberikan Bapa. Dia akan menanggung seluruh rasa sakit, baik secara fisik, emosi, dan rohani.

Dia ingin merasakan pedihnya akibat dosa itu..

Yesus tidak berhenti selangkah pun dari rencana keselamatan. Setiap langkah dia tempuh, termasuk bagian siksaan dan penyaliban..

Bila kita menderita karena kebenaran, jalani dengan sabar. Kita sementara turut memikul penderitaan Kristus. Dan secara rohani itu baik bagi kita..

Jangan enggan memikul penderitaan orang lain. Melakukannya, kita sama seperti Simon dari Kirene. Memikul salib yang bukan salibnya. Kita akan menemukan berkat rohani disana..

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *