
2 Korintus 7;1-40
Dan sekarang tentang hal-hal yang kamu tuliskan kepadaku. Adalah baik bagi laki-laki, kalau ia tidak kawin, tetapi mengingat bahaya percabulan, baiklah setiap laki-laki mempunyai isterinya sendiri dan setiap perempuan mempunyai suaminya sendiri. Hendaklah suami memenuhi kewajibannya terhadap isterinya, demikian pula isteri terhadap suaminya…(Baca selanjutnya)
Makna:
Pernikahan adalah karunia Tuhan untuk hidup dalam kekudusan, saling melayani, dan menjaga kesetiaan. Paulus juga mengajarkan bahwa baik menikah maupun tidak menikah adalah panggilan yang harus dijalani dengan bijaksana dan bertanggung jawab di hadapan Tuhan.
1 Korintus 13:4-7
Kasih itu sabar; kasih itu murah hati; ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong. Ia tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan diri sendiri. Ia tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain. Ia tidak bersukacita karena ketidakadilan, tetapi karena kebenaran. Ia menutupi segala sesuatu, percaya segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu, sabar menanggung segala sesuatu.
Makna:
Kasih sejati dalam pernikahan bukan hanya perasaan, tetapi tindakan nyata: sabar, setia, rendah hati, mengampuni, dan tetap bertahan dalam segala keadaan.
Efesus 5:22-33
Hai isteri, tunduklah kepada suamimu seperti kepada Tuhan, karena suami adalah kepala isteri sama seperti Kristus adalah kepala jemaat. Dialah yang menyelamatkan tubuh. Karena itu sebagaimana jemaat tunduk kepada Kristus, demikian jugalah isteri kepada suami dalam segala sesuatu. Hai suami, kasihilah isterimu sebagaimana Kristus telah mengasihi jemaat dan telah menyerahkan diri-Nya baginya
Makna:
Pernikahan menggambarkan hubungan Kristus dengan jemaat. Isteri dipanggil untuk menghormati suami, dan suami dipanggil mengasihi isteri dengan pengorbanan dan kelembutan.
Amsal 18:22
Siapa mendapat isteri, mendapat sesuatu yang baik, dan ia dikenan TUHAN.
Makna:
Pasangan hidup yang baik adalah berkat dan anugerah dari Tuhan.
Ibrani 13:4
Hendaklah kamu semua penuh hormat terhadap perkawinan dan janganlah kamu mencemarkan tempat tidur, sebab orang-orang sundal dan pezinah akan dihakimi Allah.
Makna:
Pernikahan harus dihormati dan dijaga dalam kesucian serta kesetiaan.
Kejadian 2:24
Sebab itu seorang laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya menjadi satu daging.
Makna:
Dalam pernikahan, dua pribadi dipersatukan Tuhan menjadi satu kesatuan yang erat dan tidak terpisahkan.
Amsal 21:9
Lebih baik tinggal pada sudut sotoh rumah dari pada diam serumah dengan perempuan yang suka bertengkar.
Makna:
Keharmonisan dan sikap yang lembut sangat penting dalam rumah tangga. Pertengkaran terus-menerus menghancurkan damai keluarga.
Matius 19:2-9
Orang banyak berbondong-bondong mengikuti Dia dan Ia pun menyembuhkan mereka di sana. Maka datanglah orang-orang Farisi kepada-Nya untuk mencobai Dia. Mereka bertanya: “Apakah diperbolehkan orang menceraikan isterinya dengan alasan apa saja?”
Jawab Yesus: “Tidakkah kamu baca, bahwa Ia yang menciptakan manusia sejak semula menjadikan mereka laki-laki dan perempuan? Dan firman-Nya: Sebab itu laki-laki akan meninggalkan ayah dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya itu menjadi satu daging.
Demikianlah mereka bukan lagi dua, melainkan satu. Karena itu, apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia.” Kata mereka kepada-Nya: “Jika demikian, apakah sebabnya Musa memerintahkan untuk memberikan surat cerai jika orang menceraikan isterinya?”
Kata Yesus kepada mereka: “Karena ketegaran hatimu Musa mengizinkan kamu menceraikan isterimu, tetapi sejak semula tidaklah demikian. Tetapi Aku berkata kepadamu: Barangsiapa menceraikan isterinya, kecuali karena zinah, lalu kawin dengan perempuan lain, ia berbuat zinah.”
Makna:
Pernikahan adalah ikatan kudus yang dipersatukan Allah dan tidak dimaksudkan untuk dipisahkan manusia.
Amsal 19:14
Rumah dan harta adalah warisan nenek moyang, tetapi isteri yang berakal budi adalah karunia TUHAN.
Makna:
Pasangan yang bijaksana lebih berharga daripada harta benda karena berasal dari Tuhan.
1 Korintus 7:39
Isteri terikat selama suaminya hidup. Kalau suaminya telah meninggal, ia bebas untuk kawin dengan siapa saja yang dikehendakinya, asal orang itu adalah seorang yang percaya.
Makna:
Kesetiaan pernikahan berlangsung seumur hidup, dan pasangan hidup sebaiknya dipilih dalam iman kepada Tuhan.
Maleakhi 2:13-16
Dan inilah yang kedua yang kamu lakukan: Kamu menutupi mezbah TUHAN dengan air mata, dengan tangisan dan rintihan, oleh karena Ia tidak lagi berpaling kepada persembahan dan tidak berkenan menerimanya dari tanganmu.
Dan kamu bertanya: “Oleh karena apa?” Oleh sebab TUHAN telah menjadi saksi antara engkau dan isteri masa mudamu yang kepadanya engkau telah tidak setia, padahal dialah teman sekutumu dan isteri seperjanjianmu.
Bukankah Allah yang Esa menjadikan mereka daging dan roh? Dan apakah yang dikehendaki kesatuan itu? Keturunan ilahi! Jadi jagalah dirimu! Dan janganlah orang tidak setia terhadap isteri dari masa mudanya.
Sebab Aku membenci perceraian, firman TUHAN, Allah Israel — juga orang yang menutupi pakaiannya dengan kekerasan, firman TUHAN semesta alam. Maka jagalah dirimu dan janganlah berkhianat!
Makna:
Tuhan membenci ketidaksetiaan dan perceraian karena pernikahan adalah perjanjian suci di hadapan-Nya.
Kejadian 2:20-24
Manusia itu memberi nama kepada segala ternak, kepada burung-burung di udara dan kepada segala binatang hutan, tetapi baginya sendiri ia tidak menjumpai penolong yang sepadan dengan dia. Lalu TUHAN Allah membuat manusia itu tidur nyenyak; ketika ia tidur, TUHAN Allah mengambil salah satu rusuk dari padanya, lalu menutup tempat itu dengan daging.
Dan dari rusuk yang diambil TUHAN Allah dari manusia itu, dibangun-Nyalah seorang perempuan, lalu dibawa-Nya kepada manusia itu. Lalu berkatalah manusia itu: “Inilah dia, tulang dari tulangku dan daging dari dagingku. Ia akan dinamai perempuan, sebab ia diambil dari laki-laki.”
Sebab itu seorang laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya menjadi satu daging. Mereka keduanya telanjang, manusia dan isterinya itu, tetapi mereka tidak merasa malu.
Makna:
Tuhan menciptakan pasangan sebagai penolong yang sepadan untuk hidup bersama dalam kasih, keterbukaan, dan persatuan.
2 Korintus 6:14
Janganlah kamu merupakan pasangan yang tidak seimbang dengan orang-orang yang tak percaya. Sebab persamaan apakah terdapat antara kebenaran dan kedurhakaan? Atau bagaimanakah terang dapat bersatu dengan gelap?
Makna:
Kesatuan iman sangat penting dalam pernikahan agar pasangan dapat berjalan searah dalam nilai dan tujuan hidup.
Markus 10:8-12
sehingga keduanya itu menjadi satu daging. Demikianlah mereka bukan lagi dua, melainkan satu. Karena itu, apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia.” Ketika mereka sudah di rumah, murid-murid itu bertanya pula kepada Yesus tentang hal itu.
Lalu kata-Nya kepada mereka: “Barangsiapa menceraikan isterinya lalu kawin dengan perempuan lain, ia hidup dalam perzinahan terhadap isterinya itu. Dan jika si isteri menceraikan suaminya dan kawin dengan laki-laki lain, ia berbuat zinah.”
Makna:
Pernikahan adalah komitmen permanen yang harus dijaga dengan kesetiaan.
1 Korintus 7:12-15
Kepada orang-orang lain aku, bukan Tuhan, katakan: kalau ada seorang saudara beristerikan seorang yang tidak beriman dan perempuan itu mau hidup bersama-sama dengan dia, janganlah saudara itu menceraikan dia. Dan kalau ada seorang isteri bersuamikan seorang yang tidak beriman dan laki-laki itu mau hidup bersama-sama dengan dia, janganlah ia menceraikan laki-laki itu.
Karena suami yang tidak beriman itu dikuduskan oleh isterinya dan isteri yang tidak beriman itu dikuduskan oleh suaminya. Andaikata tidak demikian, niscaya anak-anakmu adalah anak cemar, tetapi sekarang mereka adalah anak-anak kudus. Tetapi kalau orang yang tidak beriman itu mau bercerai, biarlah ia bercerai; dalam hal yang demikian saudara atau saudari tidak terikat. Tetapi Allah memanggil kamu untuk hidup dalam damai sejahtera.
Makna:
Orang percaya dipanggil untuk membawa damai dalam rumah tangga, bahkan ketika pasangannya belum seiman.
1 Petrus 3:1-5
Demikian juga kamu, hai isteri-isteri, tunduklah kepada suamimu, supaya jika ada di antara mereka yang tidak taat kepada Firman, mereka juga tanpa perkataan dimenangkan oleh kelakuan isterinya, jika mereka melihat, bagaimana murni dan salehnya hidup isteri mereka itu. Perhiasanmu janganlah secara lahiriah, yaitu dengan mengepang-ngepang rambut, memakai perhiasan emas atau dengan mengenakan pakaian yang indah-indah,
tetapi perhiasanmu ialah manusia batiniah yang tersembunyi dengan perhiasan yang tidak binasa yang berasal dari roh yang lemah lembut dan tenteram, yang sangat berharga di mata Allah. Sebab demikianlah caranya perempuan-perempuan kudus dahulu berdandan, yaitu perempuan-perempuan yang menaruh pengharapannya kepada Allah; mereka tunduk kepada suaminya,
Makna:
Keindahan sejati seorang isteri terlihat dari karakter yang lembut, saleh, dan penuh pengharapan kepada Tuhan.
Matius 5:32
Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang menceraikan isterinya kecuali karena zinah, ia menjadikan isterinya berzinah; dan siapa yang kawin dengan perempuan yang diceraikan, ia berbuat zinah.
Makna:
Yesus menekankan pentingnya kesetiaan dan tanggung jawab dalam pernikahan.
1 Korintus 11:12
Sebab sama seperti perempuan berasal dari laki-laki, demikian pula laki-laki dilahirkan oleh perempuan; dan segala sesuatu berasal dari Allah.
Makna:
Laki-laki dan perempuan saling membutuhkan dan sama-sama berasal dari Allah.
Roma 7:1-3
Apakah kamu tidak tahu, saudara-saudara, — sebab aku berbicara kepada mereka yang mengetahui hukum — bahwa hukum berkuasa atas seseorang selama orang itu hidup? Sebab seorang isteri terikat oleh hukum kepada suaminya selama suaminya itu hidup. Akan tetapi apabila suaminya itu mati, bebaslah ia dari hukum yang mengikatnya kepada suaminya itu.
Jadi selama suaminya hidup ia dianggap berzinah, kalau ia menjadi isteri laki-laki lain; tetapi jika suaminya telah mati, ia bebas dari hukum, sehingga ia bukanlah berzinah, kalau ia menjadi isteri laki-laki lain.
Makna:
Ikatan pernikahan adalah komitmen yang berlaku selama pasangan hidup.
1 Timotius 3:2-4
Karena itu penilik jemaat haruslah seorang yang tak bercacat, suami dari satu isteri, dapat menahan diri, bijaksana, sopan, suka memberi tumpangan, cakap mengajar orang, bukan peminum, bukan pemarah melainkan peramah, pendamai, bukan hamba uang, seorang kepala keluarga yang baik, disegani dan dihormati oleh anak-anaknya.
Makna:
Pemimpin rohani harus menjadi teladan dalam kehidupan keluarga dan pernikahannya.
1 Korintus 11:9-12
Dan laki-laki tidak diciptakan karena perempuan, tetapi perempuan diciptakan karena laki-laki. Sebab itu, perempuan harus memakai tanda wibawa di kepalanya oleh karena para malaikat. Namun demikian, dalam Tuhan tidak ada perempuan tanpa laki-laki dan tidak ada laki-laki tanpa perempuan. Sebab sama seperti perempuan berasal dari laki-laki, demikian pula laki-laki dilahirkan oleh perempuan; dan segala sesuatu berasal dari Allah.
Makna:
Walaupun laki-laki dan perempuan memiliki peran berbeda, keduanya saling melengkapi di dalam Tuhan.
Kolose 3:18-19
Hai isteri-isteri, tunduklah kepada suamimu, sebagaimana seharusnya di dalam Tuhan. Hai suami-suami, kasihilah isterimu dan janganlah berlaku kasar terhadap dia.
Makna:
Pernikahan yang sehat dibangun melalui penghormatan, kasih, dan sikap yang tidak kasar satu sama lain.
1 Timotius 5:14
Karena itu aku mau supaya janda-janda yang muda kawin lagi, beroleh anak, memimpin rumah tangganya dan jangan memberi alasan kepada lawan untuk memburuk-burukkan nama kita.
Makna:
Keluarga adalah tempat untuk membangun tanggung jawab, kedewasaan, dan kesaksian hidup yang baik.
Markus 6:17 18
Sebab memang Herodeslah yang menyuruh orang menangkap Yohanes dan membelenggunya di penjara berhubung dengan peristiwa Herodias, isteri Filipus saudaranya, karena Herodes telah mengambilnya sebagai isteri. Karena Yohanes pernah menegor Herodes: “Tidak halal engkau mengambil isteri saudaramu!”
Makna:
Ayat ini menunjukkan bahwa pernikahan adalah hubungan kudus yang harus dijalani dengan kesetiaan dan kebenaran di hadapan Tuhan. Yohanes Pembaptis dengan berani menegur Herodes karena mengambil isteri saudaranya, sebab tindakan itu melanggar hukum Tuhan dan merusak kekudusan pernikahan.
Dari ayat ini kita belajar bahwa:
• Pernikahan tidak boleh dibangun di atas dosa atau pengkhianatan.
• Kesetiaan dalam hubungan suami isteri sangat penting di mata Tuhan.
• Kebenaran Tuhan harus tetap disampaikan walaupun tidak selalu menyenangkan orang lain.
• Pernikahan bukan sekadar hubungan manusia, tetapi juga menyangkut tanggung jawab moral dan rohani.
Ulangan 24:5
Apabila baru saja seseorang mengambil isteri, janganlah ia keluar bersama-sama dengan tentara maju berperang atau dibebankan sesuatu pekerjaan; satu tahun lamanya ia harus dibebaskan untuk keperluan rumah tangganya dan menyukakan hati perempuan yang telah diambilnya menjadi isterinya.”
Makna:
Ayat ini menunjukkan bahwa Tuhan menghargai pentingnya membangun hubungan pernikahan yang kuat sejak awal. Seorang suami diberi waktu khusus untuk fokus kepada isterinya, membangun kasih, perhatian, dan kebahagiaan dalam rumah tangga tanpa terganggu oleh beban lain.



















