Satu jam yang gagal (Matius 26:40-42)
Setelah itu Ia kembali kepada murid-murid-Nya itu dan mendapati mereka sedang tidur. Dan Ia berkata kepada Petrus: “Tidakkah kamu sanggup berjaga-jaga satu jam dengan Aku?
Berjaga-jagalah dan berdoalah, supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan: roh memang penurut, tetapi daging lemah.”
Lalu Ia pergi untuk kedua kalinya dan berdoa, kata-Nya: “Ya Bapa-Ku jikalau cawan ini tidak mungkin lalu, kecuali apabila Aku meminumnya, jadilah kehendak-Mu!” Matius 26:40-42
Yesus bergumul dalam doa, murid-murid tertidur. Yesus sangat menderita, murid-murid tidak peduli. Sejenak Dia berhenti berdoa. Dia cek para murid. Ya, mereka tertidur..
Secara khusus Dia menegur Petrus, “Tidakkah kamu sanggup berjaga-jaga satu jam dengan Aku?” Teguran itu untuk semua…
Namun mengingat Petrus yang seolah bertindak sebagai pemimpin ikrar bahwa mereka siap mati bagi Yesus, maka Yesus menyebut Namanya..
Yesus ingin mereka juga berdoa. Paling tidak untuk diri mereka sendiri. Karena krisis yang akan mereka hadapi sangat berat dan hanya dengan ketergantungan mereka kepada Bapa, yang dapat membawa kemenangan.
Permintaan Yesus kepada mereka berdoa paling tidak sejam saja.
Kata kerja dalam kalimat, ‘ berjaga-jaga dan berdoa’ adalah PRESENT IMPERATIVE, artinya berdoa terus menerus. Kosisten.
Kebutuhan akan kewaspadaan rohani tidak terjadi sesekali tetapi terus-menerus. Yesus memperingatkan mereka bahwa mereka sementara dalam peperangan rohani..
Dia memperingatkan mereka akan bahaya rasa percaya diri yang kemudian menghasilkan kantuk rohani.
Jadi Ketika mereka ngantuk, bukan saja secara fisik, tetapi terlebih secara rohani.
Maka satu-satunya cara kita agar tidak jatuh dalam pencobaan adalah dengan bergantung kepada Bapa Sorgawi kita dalam Doa..
Pengalaman mereka tidak berjaga dalam doa, menjadi pengalaman berharga bagi Petrus. Itu sebabnya dikemudian hari, dia memberikan nasehat,
“Sadarlah dan berjaga-jagalah! Lawanmu, si Iblis, berjalan keliling sama seperti singa yang mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya.” 1 Petrus 5:8
Kita tidak bisa mengalahkan Iblis dengan kekuatan kita sendiri. kita pasti kalah.
Ketika seorang pengamat militer melihat musuh, dia tidak sendirian melawannya dalam pertempuran.
Dia hanya melaporkan apa yang dia lihat dan menyerahkan masalahnya ke tangan komandan.
Dengan cara yang sama, orang-orang beriman jangan mencoba melawan Iblis sendirian. Kita harus segera melarikan diri darinya ke hadapan Bapa surgawi kita.
Yesus selanjutnya menasihati mereka, “Berjaga-jagalah dan berdoalah, supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan: roh memang penurut, tetapi daging lemah.”
Yesus memanggil mereka untuk berjaga bersama dalam doa sehingga mereka dapat mendukung doanya kepada Bapa.
Mereka gagal berdoa bersama Yesus. sekarang mereka dipanggil untuk berdoa mengenai godaan mereka sendiri.
Godaan terdekat mereka adalah untuk berjaga menahan kantuk saat hari sudah larut malam.
Ketika mereka gagal menahan rasa ngantuk, mereka telah gagal dalam tanggung jawab mereka untuk mendukung Yesus pada saat-saat yang sangat membutuhkan.
Karena ini merupakan persiapan menuju pencobaan yang sebenarnya, bagaimana mungkin mereka bisa tahan menghadapi ancaman kematian, sementara menahan dari rasa ngantuk saja tidak bisa?
Apa artinya Roh penurut daging lemah?
Roh yang dimaksud bukan Roh Kudus, tetapi sisi kemanusiaan mereka yang dipengaruhi dosa khususnya secara jasmani.
Yesus tidak memaafkan kelemahan manusia, tetapi Yesus menunjukkan bahwa ketaatan kepada Allah dapat dicapai siapa saja, sehingga kita dapat menjadi kuat..
Disiplin rohani dalam berjaga dan berdoa memampukan hati rohani untuk mengarahkan seluruh aspek sifat kemanusiaan seseorang sehingga seluruh kemanusiaan kita patuh pada kehendak Allah.
Setelah teguran dan nasehat untuk berjaga dalam doa, Yesus kembali melanjutkan berdoa kepada Bapa-Nya.
Poinnya, murid-murid tidak siap secara rohani menghadapi krisis iman. Sebabnya, karena mereka tidak berjaga-jaga dalam doa.
Mengapa mereka tidak berjaga dalam doa? Kerena mereka sangat mempercayai diri mereka sendiri. Mereka yang tidak akan jatuh seperti yang mereka katakan sebelumnya.
Mengapa kita tidak berjaga dalam doa seperti para murid? Karena kita sangat percaya dengan kekuatan sendiri. Apa akibatnya? Kita sering jatuh dalam pencobaan.
Karena itu mari kita berjaga dalam doa. Setiap hari. Terus menerus. Terkadang kita berdoa tengah malam bahkan tidak tidur, manakala menghadapi puncak krisis yang berat..
Berjaga dalam doa kita pasti menang melawan pencobaan.
“Berdoa dengan rajin amat perlu; janganlah biarkan ada sesuatu yang merintangi engkau. Usahakanlah supaya tetap terpelihara hubungan yang terbuka antara Yesus dengan jiwamu sendiri.
Carilah setiap kesempatan untuk pergi ketempat biasanya doa dilayangkan: Semua orang yang sungguh-sungguh mencari hubungan dengan Allah akan hadir di dalam perbaktian doa, setia mengerjakan pekerjaan mereka, serta sungguh-sungguh rindu memetik segala keuntungan-keuntungan yang dapat diperolehnya.
Mereka akan menggunakan setiap kesempatan sebaik-baiknya dengan menempatkan diri mereka sendiri ditempat di mana mereka dapat memperoleh berkas sinar dari surga.” Kebahagiaan Sejati, 92
“Sehari tanpa doa adalah hari tanpa berkat, dan hidup tanpa doa adalah hidup tanpa kekuatan.” –Edwin Harvey
Find strength through prayer.







