Pastordepan Media Ministry
Beranda Seri Kitab Matius Mengatur tipu daya, menentang kebenaran (Matius 26:1-4)

Mengatur tipu daya, menentang kebenaran (Matius 26:1-4)

Setelah Yesus selesai dengan segala pengajaran-Nya itu, berkatalah Ia kepada murid-murid-Nya: “Kamu tahu, bahwa dua hari lagi akan dirayakan Paskah, maka Anak Manusia akan diserahkan untuk disalibkan.”

Pada waktu itu berkumpullah imam-imam kepala dan tua-tua bangsa Yahudi di istana Imam Besar yang bernama Kayafas, dan mereka merundingkan suatu rencana untuk menangkap Yesus dengan tipu muslihat dan untuk membunuh Dia.” Matius 26:1-4

Setelah Matius mencatat perkataan Yesus kepada murid-murid-Nya di Bukit Zaitun, penulis Injil kembali menceritakan apa yang terjadi selanjutnya.

Peristiwa selanjutnya adalah Yesus akan diserahkan untuk disalibkan.

Namun Yesus mengawali dengan menguji pengetahuan mereka tentang apa inti paskah.

Dia katakan, “Kamut tahu, dua hari lagi akan dirayakan paskah..

Para murid mengetahui tentang Paskah. Paskah adalah hari raya Yahudi yang memperingati pembebasan Israel dari perbudakan di Mesir.

Paskah pertama terjadi ketika Tuhan melewati rumah-rumah yang tiang pintunya dioles dengan darah domba (Keluaran 11-13).

Paskah adalah hari raya pendirian bangsa Yahudi, mirip dengan 17 agustus 1945, yang merupakan hari berdirinya Republik Indonesia..

Tuhan memerintahkan Israel untuk merayakan peristiwa ini selamanya (Keluaran 12:24). Yesus datang ke Yerusalem untuk merayakan Paskah bersama murid-murid-Nya (Lukas 22:7-8).

Sebagai orang Yahudi yang taat, para murid pasti sangat menyadari bahwa Paskah hanya tinggal dua hari lagi.

Sebelumnya para murid telah diberitahu oleh Yesus bahwa Dia akan dibunuh. Dia telah menyinggung kematian-Nya melalui teka-teki nubuatan (Matius 10:38; 12:39-40; 16:4; 21:37-40).

Dan Dia telah memberi tahu mereka secara langsung bahwa Dia akan dibunuh oleh otoritas agama (Matius 16:21; 17:22-23)

Dan Dia telah memberi tahu mereka bahwa pembunuhan-Nya akan terjadi ketika mereka pergi ke Yerusalem (20:18-19) .

Ketika Yesus mengatakan bahwa Dia akan diserahkan untuk disalib, Dia juga menyiratkan keterlibatan Roma..

Karena hanya otoritas Romawi yang mempunyai kekuasaan untuk menjatuhkan hukuman mati kepada siapa pun.

Jadi, disini Yesus mengingatkan murid-murid-Nya akan pembunuhan-Nya dan memberitahu mereka bahwa hal itu akan terjadi segera.

Dia menubuatkan bahwa hal itu akan terjadi sekitar Paskah. Dan Dia menegaskan bahwa Dia akan dieksekusi dengan penyaliban Romawi.

Disini Yesus menyebut diri-Nya dengan ungkapan Anak Manusia.

Ungkapan Anak Manusia ini merupakan ungkapan dengan banyak arti yang sering digunakan Yesus untuk menggambarkan diri-Nya.

Itu adalah ungkapan bahasa Aram yang berarti “Seseorang.” Anak Manusia juga dapat digunakan sebagai sinonim untuk “manusia”

Itu adalah cara Yesus mengekspresikan kemanusiaan dan kelemahan-Nya dengan mengidentifikasi diri sebagai manusia.

Namun mungkin yang paling penting dari semuanya, Anak Manusia adalah sebuah istilah politik yang bernuansa Mesianis.

Nabi Daniel berkata, Anak Manusia akan diberikan kekuasaan, kemuliaan, dan kerajaan abadi, memerintah seluruh bumi (Daniel 7:13-14).

Waktu yang tepat bagi Yesus untuk mati adalah pada hari Paskah, ketika anak domba kurban disembelih, karena perayaan itu menunjuk pada “Anak Domba Allah yang menghapus dosa dunia!” (Yohanes 1:29).

Pengorbanan semua anak domba yang lain hanyalah symbol. Yesus adalah penggenapan dari symbol tersebut.

Seperti yang dijelaskan Filipus kepada orang Etiopia itu, Yesus adalah Anak Domba yang diramalkan Yesaya, yang dibawa ke pembantaian (Kisah Para Rasul 8:32-34).

Seperti yang Paulus nyatakan kepada jemaat di Korintus, Yesus adalah “Kristus Paskah kita [yang] juga telah dikorbankan” (1 Kor. 5:7).

Seperti yang diwartakan Petrus kepada orang-orang kudus dari gereja abad pertama yang tercerai-berai dan teraniaya..

Yesus adalah Anak Domba yang tak bercacat “yang sudah dikenal sebelum dunia dijadikan, tetapi pada akhir zaman ini telah muncul demi kamu” (1 Ptr. 1:19-20 ).

Seperti yang Yohanes lihat di Patmos, Yesus adalah “Anak Domba yang disembelih itu layak untuk menerima kuasa, dan kekayaan, dan hikmat, dan kekuatan, dan hormat, dan kemuliaan, dan puji-pujian!” (Wahyu 5:12).

Mari kita memuji Tuhan karena kasih-Nya begitu besar kepada kita.

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan