10 Rahasia hidup yang diberkati seperti Abraham (Final)
Tetapi Aku mengambil Abraham, bapamu itu, dari seberang sungai Efrat, dan menyuruh dia menjelajahi seluruh tanah Kanaan. Yosua 24:2
INI adalah renungan terakhir dari seri berkat Abraham. Kita telah pelajari dari A-Z tentang perjalanan iman Abraham. Dari pasal 11-25 kitab kejadian.
Setelah mempelajari Abraham dari A-Z, apakah Anda terinspirasi untuk beriman seperti Abraham? Bahkan lebih dari pada itu?
Mari kita ulangi kembali perjalanan Abraham dari Awal sampai Akhir dan membuat refleksi untuk kita sendiri. kita mulai dari tahun awal hingga umur 86 tahun (Kejadian 11-16).
Abraham lahir dan dibesarkan di Ur-Kasdim, sebuah kota yang terletak di tanah Mesopotamia (Kej. 11:27-29; Kis. 7:2-4). Itu adalah kota berhala yang kaya dan Makmur..
Sebelum bertobat, Abram dan nenek moyangnya adalah penyembah berhala (Yos. 24:2). Allah menampakkan diri kepadanya, dan Abram menjadi orang percaya (Kis. 7:2).
Lalu ia diperintahkan Allah untuk meninggalkan Mesopotamia menuju sebuah negeri baru yang telah Allah janjikan untuk ditunjukkan kepadanya (Kej. 12:1; Kis. 7:3).
Tuhan memberikan tujuh janji kepadanya (Kej. 12:2-3). Ia berangkat bersama Terah, namun singgah di Haran selama 25 tahun lamanya.
Kemudian Ia berangkat dari Haran pada usia 75 tahun (Kej. 12:4). Ia tiba di Kanaan, tanah yang dijanjikan Allah, dan membangun mezbah di Betel (Kej. 12:5).
Kemudian Ia pergi ke Mesir pada masa kelaparan di Kanaan, dan berbohong tentang istrinya, Sarai (Kej. 12:10-20). Pada tahap ini dia gagal mempercayai Tuhan.
Ia kembali ke Betel dan kembali menyembah Allah (Kej. 13:4). Karena sesuatu maka Ia berpisah dengan keponakannya, Lot, setelah bertengkar mengenai hak penggembalaan tanah (Kej. 13:5).
Allah kembali berjanji untuk memberikan tanah Kanaan kepadanya (Kej. 13:14-17). Ia pindah ke Hebron dan membangun sebuah mezbah bagi Allah (Kej. 13:18).
Pada satu peristiwa, Ia menyelamatkan keponakannya, Lot yang telah ditawan oleh seorang raja Mesopotamia bernama Kedorlaomer (Kej. 14:1-17).
Setelah itu, Ia bertemu, memberikan persepuluhan, dan diberkati oleh Melkisedek, raja Salem (Kej. 14:18-24).
Tuhan kembali mengulangi janjinya tentang seorang anak laki-laki dan ia akan menjadi bapa dari suatu bangsa yang besar (Kej. 15:1-5).
Ia percaya kepada Allah dan dinyatakan benar karena imannya (Kej. 15:6). Ia mengadakan perjanjian darah dengan Allah (Kej. 15:7-11).
Dalam sebuah mimpi, Allah menyatakan kepadanya bahwa keturunannya akan melayani di negeri asing selama 400 tahun..
Tetapi kemudian mereka akan pulang dengan membawa hasil yang besar (Kej. 15:12-17). Ia sekarang diberi batas-batas tanah itu (Kej. 15:18-21).
Karena janji Tuhan lama datang, maka atas nasihat istrinya yang mandul, Sarai, ia menikahi Hagar, seorang hamba perempuan dari Mesir dengan harapan bahwa ia akan mendapatkan seorang anak laki-laki melalui Hagar. (Kej. 16:1-3).
Segera setelah Hagar mengandung, Hagar merendahkan Sara. Mereka bertengkar. Hagar diusir ke padang gurun oleh Sarai yang marah (Kej. 16:4-6).
Hagar ditolong malaikat Tuhan, dijanjikan seorang anak laki-laki yang akan diberi nama Ismael, dan dia kembali ke Sarai (Kej. 16:7-14).
Hagar melahirkan Ismael ketika Abram berusia 86 tahun (Kej. 16:15-16).
Selanjutnya, kita lihat peristiwa Abraham dari umur 86 sampai 175 (Kejadian 17-25)
Allah menampakkan diri kepada Abram ketika ia berusia 99 tahun dan mengubah namanya dari Abram (Bapa yang dimuliakan) menjadi Abraham (Kej. 17:1-5). Artinya Bapa segala bangsa
Ia kembali dijanjikan keturunan dan tanah (Kej. 17:6-8). Allah sekarang menetapkan upacara sunat (Kej. 17:9-14), sebagai tanda perjanjian.
Kemudia Allah juga menggani nama Sarai (Permaisuriku) diganti menjadi Sara (Permaisuri) (Kej. 17:15-16).
Allah berjanji untuk memberkati Ismael dan meyakinkan Abraham bahwa Sara akan melahirkan seorang bayi laki-laki yang akan dinamai Ishak (Kej. 17:17-22).
Sebagai respon atas janji Allah, Abraham menyunat dirinya sendiri dan semua laki-laki di perkemahannya (Kej. 17:23-27).
Ada suatu waktu. Siang hari, Abraham dikunjungi oleh Tuhan dan dua malaikat, yang sekali lagi meyakinkannya tentang kelahiran Ishak, yang akan terjadi dalam waktu kurang dari satu tahun (Kej. 18:1-15).
Saat yang sama, hari itu juga, Tuhan memberitahukan bahwa Sodom akan segera dihancurkan (Kej. 18:16-22).
Abraham ingat, disana ada Lot keponakannya. Abraham membuat tawar menawar dengan Allah.
Allah mengabulkan permintaan Abraham untuk mengampuni kota itu jika ada sepuluh orang benar yang tinggal di dalamnya (Kej. 18:23-33).
Ternyata, tidak ada 10 orang benar di Sodom. Allah menghancurkan kota itu, tetapi menyelamatkan Lot..
Abraham kemudian melihat asap dari kota yang terbakar ini, yang dihancurkan oleh Allah karena kefasikannya (Kej. 19:27-29).
Pada suatu waktu, Ia pindah ke Filistin dan, seperti yang pernah ia lakukan di Mesir, ia berbohong tentang istrinya (Kej. 20:1-2).
Tetapi penipuan Abraham ketahuan, namun dia berkata jujur kemudian, sebab ada rasa takut dia akan dibunuh karena Sara. Akhirnya terjadi kesepakatan..
Kemudian ia berdoa dan menerima pemberian dari raja Filistin (Kej. 20:3-18).
Selanjutnya, Ishak lahir ketika Abraham berusia 100 tahun (Kej. 21:1-8). Namun atas perintah Allah, Abraham berpisah dengan Hagar dan Ismael (Kej. 21:9-21). Terusir karena kenakalan Ismael dan Hagar..
Ia mengadakan perjanjian khusus dengan seorang raja Filistin di Beer-Syeba (Kej. 21:22-34).
Kemudian, Ia mempersembahkan Ishak di Gunung Moria atas perintah Allah (Kej. 22:1-10). Namun itu adalah ujian iman dan dia lulus..
Ia diperintahkan untuk menyembelih seekor domba jantan sebagai ganti Ishak (Kej. 22:11-13). Ia menamai tempat itu Yehuwa-Yireh (Kej. 22:14).
Perjanjian Abraham sekarang diteguhkan kembali (Kej. 22:15-19). Selanjutnya Abraham mengalami duka. Sarah meninggal pada usia 127 tahun (Kej. 23:1-2).
Untuk memakamkan istrinya, Abraham membeli gua Makhpela dari seorang penguasa Het untuk menguburkannya (Kej. 23:3-20).
Setelah itu, Abraham mengutus hambanya ke Mesopotamia untuk mengambil seorang mempelai perempuan untuk Ishak (Kej. 24:1-67). Namanya Ribkah.
Setelah kematian sara, Abraham menikahi Keturah dan memiliki enam orang anak laki-laki melalui dia (Kej. 25:1-6).
Akhirnya, Abraham meninggal pada usia 175 tahun (Kej. 25:7-11).
Abraham disebut sahabat Allah. Ia bapa banyak bangsa. Yesus menyebut Namanya ketika menceritakan sebuat cerita kiasan di Lukas 16:24-31.
Namanya juga dikutip oleh Yohanes Pembabtis ketika menegur orang-orang Farisi dan Saduki yang tidak percaya (Matius 3:7-9).
Yesus juga sering mengutip nama Abraham, untuk membedakan antara keturunan Abraham secara jasmani dan rohani (Matius 8:11-12; Lukas 13:28-29; Yohanes 8:39).
Untuk membuktikan bahwa Allah adalah Allah orang yang hidup dan bukan Allah orang yang mati (Matius 22:32).
Untuk membandingkan diri-Nya dengan Abraham- “Kata Yesus kepada mereka: ‘Aku berkata kepadamu, sesungguhnya Aku berkata kepadamu, sebelum Abraham ada, Aku sudah ada’ (Yohanes 8:58).
Petrus menyebut nama Abraham dalam dua kesempatan dalam khotbahnya di gerbang Yerusalem. Kisah 3:13 dan 25.
Stefanus menyebut nama Abraham sebanyak lima kali dalam pembelaannya di hadapan Imam Besar Yahudi (Kisah Para Rasul 7:2, 8, 16-17, 32)
Paulus juga menyebut nama Abraham dalam khotbahnya yang pertama kali dicatat (Kisah Para Rasul 13:26), untuk mengilustrasikan empat kebenaran besar.
Allah sendiri dalam tiga kesempatan mengingatkan berbagai individu bahwa Dia adalah Allah Abraham.
Berikut 10 pelajaran rohani yang dapat kita terapkan dalam perjalanan iman kita:
- Hubungan orang percaya dengan dunia tidak pernah sama lagi setelah pertobatannya (Kej. 12:1-3).
- Saya tidak akan pernah bergantung pada Mesir (suatu tipe dunia) pada saat kesusahan (Kej. 12:10).
- Kebohongan selalu menambah, tetapi tidak pernah mengurangi, masalah kita (Kej. 12:13).
- Dosa saya dapat mempengaruhi orang-orang yang belum diselamatkan (Kej. 12:17; 20:18).
- Kebenaran hanya diperhitungkan oleh iman (Kej. 15:6).
- Jangan pernah mengganti rencana Allah yang telah diwahyukan dengan rencana Anda sendiri (Kej. 12:2; 16:2,3).
- Jenis iman yang paling murni adalah menerima dari Allah hal-hal yang mengerikan yang tidak mungkin dapat Anda pahami (Kej. 22:1-2, 15-18; Ibr. 11:17-19).
- Berusahalah untuk memastikan bahwa anak-anak Anda menikah dengan orang-orang percaya (Kej. 24:1-4).
- Memandang “masa depan yang manis” sementara hidup dalam “masa sekarang yang buruk!” (Ibrani 11:10).
- Setialah hingga akhir hayat kita..
Jadi poinya dari semuanya, berkat Abraham adalah ketika kita menjadi berkat bagi orang lain. Ketika kita menjadi saluran keselamatan bagi orang yang belum mengenal Yesus..
Abraham membawa semua orang kepada Yesus. maka bila kita ingin menerima berkat Abraham, bawalah orang-orang kepada Yesus..
Berkat terbesar dalam hidup, bukan menerima berkat, tetapi menjadi berkat..




