Pastordepan Media Ministry
Beranda Seri Berkat Abraham Tangisan Abraham melepaskan Hagar dan Ismael (Kejadian 21:14)

Tangisan Abraham melepaskan Hagar dan Ismael (Kejadian 21:14)

SAYA masih ingat ketika orang tua saya memberangkatkan saya pergi merantau. Selain membekali sedikit uang, juga dibekali dengan beberapa barang.

Begitu sedihnya ibu saya melepas kepergian saya ke negeri yang jauh. Rasanya sangat berat. Dia menangis dan memeluk saya dengan erat..

Melihat tangisan ibu, rasanya tidak usah pergi merantau. Tinggal saja dikampung. Namun tidak ada pilihan lain, saya harus pergi demi masa depan yang lebih baik..

Dua bulan pertama ditanah rantau, setiap malam, saya selalu menangis. saya terus teringat ibu dan kampung halaman saya.

Saya memeluk sarung pemberiannya. Rasanya ingin pulang. Tapi pesan oppung saya, jangan kembali sebelum berhasil.

Abraham akan berpisah dengan anak yang dia sayangi. Ismael. Bukan karena dia akan pergi merantau untuk bekerja atau sekolah.

Kepergiannya dari rumah karena terusir. Siapa yang usir? Abraham sendiri. Atas permintaan Sara dan persetujuan Tuhan..

Bagaimanalah perasaan seorang ayah mengusir anaknya sendiri dari rumahnya? Saya bayangkan, Abraham sangat sedih. Dia menangis ditempat yang tersembunyi..

Kalau hanya atas permintaan Sara, dia bisa menolak. Tetapi ini Tuhan yang menyetuji untuk mengusir Ismael dan Hagar..

Kalau hanya Hagar yang diusir, mungkin dia masih dapat terima. Dia tidak mencintai Hagar.

Karena Tuhan yang menyuruh, tidak ada pilihan lain bagi Abraham selain menurutinya. Alasannya, dia percaya kalau Tuhan yang meminta, itu pasti yang terbaik..

Malam itu, diperjamuan pesta penyapihan Ishak, wajah Abraham tampak murung. Dia kurang menikmati pesta itu..

Dengan hati yang berat, dia memanggil Hagar dan Ismael. Dia berbicara kepada mereka tentang Firman Tuhan bahwa mereka harus pergi meninggalkan rumah Abraham..

Tidak sampai hati dia mengatakannya. Tapi dia harus sampaikan.

Hagar sempat berdebat dengan Abraham, “mengapa kami harus pergi tinggalkan rumah ini?” tanyanya dengan mata yang berkaca-kaca..

“Bukankah Ismael adalah anak kita..? Bapak tega sekali..!”sahutnya dengan kesal..

Abraham berdiri dengan air mata menetes dipipinnya..dia memegang pundak Hagar dan menerangkan lagi..

“..Tuhan yang menyuruh saya untuk menyampaikan pesan agar kalian pergi dan Tuhan akan memberkati Ismael menjadi bangsa besar..”

Abraham menantap anaknya Ismael. Mendekatinya dan memeluknya dengan air mata yang berderai..

Ismael memeluk Abraham dan mereka berdua menangis tersedu-sedu..

Mungkin Sara mendengar tangis-tangisan Hagar, Ismael dan Abraham. Dia biarkan saja dan menganggap itu yang terbaik untuk masa depan perjanjian Tuhan..

Kemudian narasi menerangkan,

“Keesokan harinya pagi-pagi Abraham mengambil roti serta sekirbat air dan memberikannya kepada Hagar. Ia meletakkan itu beserta anaknya di atas bahu Hagar, kemudian disuruhnyalah perempuan itu pergi. Maka pergilah Hagar dan mengembara di padang gurun Bersyeba.” Kejadian 21:14

Kokokan Ayam membangunkan Abraham. Diufuk timur, matahari telah terbit. Cahanya masih samar-samar.

Abraham membangunkan Hagar dan anaknya. Dia mempersiapkan mereka untuk brangkat meninggalkan rumahnya untuk selamanya..

Abraham melakukan lima hal: Pertama, ia bangun pagi-pagi sekali, yang menunjukkan bahwa keputusan telah dibuat Hagar dan Ismael harus pergi dari rumah.

Kedua, ia mengambil roti dan sekantung air, dan ini menekankan bahwa ia tidak akan menerima warisan.

Sekirbat air adalah jumlah yang tidak banyak untuk perjalanan dipadang gurun..

Sekirbat atau satu kantung air (kantung dari kulit kambing) itu dapat menampung sekitar 3 galon, dengan berat sekitar 13 kg.

Ketiga, ia memberikannya kepada Hagar dengan meletakkannya di bahunya.

Keempat, ia memberikan anak itu kepadanya. Abraham menugaskan Hagar untuk mengurus Ismael, dan Ismael sekarang berada di bawah otoritasnya.

Kelima, ia mengusir Hagar, yang merupakan pengusiran resmi.

Namun, ketika Abraham menyuruh Hagar pergi, teks Ibrani tidak menggunakan kata garash atau kata usir, yang maknanya negatif, yang digunakan oleh Sara..

Dimana kata ‘usir’ dalam ayat 10 dan memiliki arti yang tidak bersahabat.

Kata yang digunakan saat Abraham menyuruh pergi Hagar adalah shalach, yang merupakan istilah netral, yang digunakan dalam arti melepaskan secara baik-baik atau bersahabat..

Jadi Abraham melepaskan Hagar dan Ismael secara baik-baik.

Pelukan terakhir Abraham untuk Hagar dan Ismael. Mereka berdua berjalan. Hagar tidak menggendong Ismael seperti teks yang terkesan Ismael ditaruh dibahu Hagar..

Ismael sudah remaja berusia sekitar 17 tahun. Dia bisa berjalan. Anak yang kuat. Tidak mungkin digendong..

Abraham melambaikan tangan untuk mereka. Dia terus menatap mereka dengan air mata hingga mereka tidak terlihat diujung jalan..

Sebagai orang kaya, mengapa Abraham tidak melepaskan mereka dengan kereta dan persediaan yang banyak?

Pelepasan Abraham yang sederhana dengan roti dan air membuka pintu bagi Tuhan untuk memberkati Hagar dan Ismael.

Jika ia telah diperlengkapi sepenuhnya, ia tidak akan membutuhkan pertolongan Tuhan. Agar Hagar dapat berjumpa dengan Tuhan..

Seperti Hagar, kita mungkin pernah atau sekarang ini pergi melepaskan sesuatu demi kebaikan. Biarlah itu terjadi. Pelepasan itu bila diimani, akan mendatangkan berkat..

Kemudian hari Hagar dan Ismael diberkati Tuhan. Berkat seperti itu akan menghampiri kita bila kita bergantung kepada Tuhan.

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan