Apa yang dimaksud dengan tipologi dalam Alkitab?
Tipologi adalah konsep teologis yang memandang unsur-unsur Perjanjian Lama sebagai prafigurasi atau bayangan dari unsur-unsur dalam Perjanjian Baru.
Metode interpretatif ini memandang peristiwa, tokoh, atau lembaga tertentu dalam Perjanjian Lama sebagai “tipe” yang menemukan penggenapan akhirnya dalam “antitipe” Perjanjian Baru.
Istilah “tipe” (bahasa Yunani typos ) atau “antitipe” (bahasa Yunani antitypos ) untuk merujuk kepada cara penulis Perjanjian Baru mendefinisikan hubungan antara teks atau peristiwa Perjanjian Lama, dan maknanya pada zamannya sendiri, atau di masa depan.
Jadi singkanya tipe itu adalah bayangan atau gambaran rohani. Kemudian penggenapannya disebut antitipe.
Contoh tipologi
Rasul Paulus menyinggung tipologi dalam tulisan-tulisannya, seperti dalam Roma 5:14 , di mana ia menyebut Adam sebagai “contoh dari Dia yang akan datang.”
Demikian pula, dalam 1 Korintus 10:11 , Paulus menulis, “Semuanya ini telah menimpa mereka sebagai contoh dan dituliskan untuk menjadi peringatan bagi kita yang hidup pada waktu, di mana zaman akhir telah tiba.”
Ayat-ayat ini menunjukkan bahwa peristiwa dan tokoh dalam Perjanjian Lama berfungsi sebagai contoh dan bayangan yang instruktif bagi orang percaya Perjanjian Baru.
Adam dan Kristus : Adam sering dianggap sebagai gambaran Kristus. Ketidaktaatan Adam mendatangkan dosa dan kematian ke dunia, sementara ketaatan Kristus mendatangkan kebenaran dan hidup. Seperti yang ditulis Paulus dalam 1 Korintus 15:22.
Anak Domba Paskah : Anak Domba Paskah dalam Keluaran 12 merupakan gambaran Kristus, Anak Domba Allah.
Darah Anak Domba, yang melindungi bangsa Israel dari malaikat maut, menggambarkan kematian Yesus sebagai kurban, yang darahnya menebus orang percaya.
Yohanes Pembaptis mengidentifikasi Yesus sebagai Anak Domba Allah dalam Yohanes 1:29 : “Lihatlah Anak Domba Allah, yang menghapus dosa dunia!”
Ular Tembaga : Dalam Bilangan 21 , ular tembaga yang diangkat oleh Musa di padang gurun merupakan gambaran penyaliban Kristus.
Yesus sendiri menghubungkan hal ini dalam Yohanes 3:14-15 : “Sama seperti Musa meninggikan ular di padang gurun, demikian pula Anak Manusia harus ditinggikan, supaya setiap orang yang percaya beroleh hidup yang kekal di dalam Dia.”
Melkisedek : Sosok misterius Melkisedek, raja Salem dan imam Allah Yang Mahatinggi, dianggap sebagai gambaran imamat Kristus yang kekal.
Penulis Kitab Ibrani menguraikan tipologi ini dalam Ibrani 7:17, dengan mengutip Mazmur 110:4: “Engkau adalah imam untuk selama-lamanya, menurut peraturan Melkisedek.”
Siapa yang menguji tipe atau bayangan sebelum di genapi sebagai antitipe?
Penting untuk dipahami bahwa para penulis Perjanjian Baru tidak secara acak mengaitkan makna tipologis pada beberapa teks Perjanjian Lama untuk menegaskan suatu maksud.
Suatu tipe Perjanjian Lama selalu divalidasi dalam tulisan-tulisan para nabi sebelum memperoleh penggenapan antitipikalnya dalam Perjanjian Baru.
Contoh:
Daud diperjanjian lama, kemudian dia digambarkan di perjanjian baru.
Dalam Mazmur 22:1 , 14-18, Daud digambarkan sebagai orang yang menderita dan ditinggal Tuhan. Ia mengatakan, “Allahku, Allahku, mengapa Engkau meninggalkan aku?”
Tentang jubahnya dia berkata, “Mereka membagi-bagi pakaianku di antara mereka, dan mereka membuang undi atas jubahku.”
Kemudian dalam Yeremia 23:5, Daud digambarkan dengan cara yang baru sebagai raja bijaksana dan adil.
“Sesungguhnya, waktunya akan datang, demikianlah firman TUHAN, bahwa Aku akan menumbuhkan Tunas adil bagi Daud. Ia akan memerintah sebagai raja yang bijaksana dan akan melakukan keadilan dan kebenaran di negeri.”
Selanjutnya Daud mendapatkan penggenapananya di Yohanes 19:24..
Karena itu mereka berkata seorang kepada yang lain: “Janganlah kita membaginya menjadi beberapa potong, tetapi baiklah kita membuang undi untuk menentukan siapa yang mendapatnya.” Demikianlah hendaknya supaya genaplah yang ada tertulis dalam Kitab Suci:
“Mereka membagi-bagi pakaian-Ku di antara mereka dan mereka membuang undi atas jubah-Ku.” Hal itu telah dilakukan prajurit-prajurit itu.
Bagaimana cara kita menemukan kunci tipe dan antitipe?
Dengan menelaah teks-teks ini, mempelajari, menyelidiki, mengkaji, atau memeriksa sesuatu secara mendalam..
Maka kita menemukan bahwa Perjanjian Lama sendiri menyediakan kunci untuk mengidentifikasi dan menerapkan tipe-tipe dalam Kitab Suci.
Artinya, para penulis Perjanjian Baru, yang Kitab Sucinya adalah Perjanjian Lama, diilhami oleh Roh Kudus untuk menggunakan tipe-tipe Perjanjian Lama guna mengungkapkan “kebenaran masa kini” ( 2 Pet. 1:12 ), terutama tentang Yesus dan pelayanan-Nya.
Apakah tiga fase antitipikal?
Para penafsir Alkitab tidak dapat sembarangan menentukan apa yang merupakan tipe Alkitab, atau bagaimana tipe tersebut digenapi dalam Perjanjian Baru dan seterusnya.
Ada tiga fase dimana suatu tipe atau bayangan digenapi antitipe.
(1) dalam kehidupan Kristus (penggenapan Kristologis),
(2) dalam pengalaman gereja (penggenapan eklesiologis), dan
(3) pada akhir zaman (penggenapan eskatologis).
Kita dapat menemukan tipe dan antitipe ini di seluruh Alkitab, dan ini sangat membantu dalam menunjukkan kepada para pembaca cara memahami Alkitab dan kebenaran apa yang diajarkan Firman Tuhan tentang Yesus, keselamatan, dan harapan utama yang kita miliki.
Perhatikan gambaran-gambaran Perjanjian Lama berikut: Israel, Keluaran, dan Bait Suci. Bagaimana masing-masing gambaran tersebut digenapi dalam tiga fase antitipikal:
Israel
Tahap Kristologis ( Mat. 2:15 ): Yesus disebut Anak / milik Allah
Tahap eklesiologis ( Gal. 6:16 ): Gereja sebagai milik Allah
Tahap eskatologis ( Wahyu 7:4-8 , 14 ): Umat Allah akan dimeteraikan dari 12 suku Israel
Keluaran
Tahap Kristologis ( Mat. 2:19-21 ): Yesus dibawa keluar dari Mesir
Tahap eklesiologis ( 2 Kor. 6:17 ): Gereja dipanggil keluar
Tahap eskatologis ( Wahyu 18:4 ): Umat Allah keluar dari Babel rohani di akhir zaman
Tempat Suci
Tahap Kristologis ( Yohanes 1:14 , Yohanes 2:21 , Mat. 26:61 ): Yesus sebagai bait Allah
Tahap eklesiologis ( 1 Kor. 3:16-17 ; 2 Kor. 6:16 ): Gereja/umat Tuhan sebagai bait Allah
Tahap eskatologis ( Wahyu 3:12 , Wahyu 11:19 , Wahyu 21:3 , Wahyu 21:22 ): Menjadi soko guru di bait Allah di dunia baru.
Join channel telegram websitekami.com agar tidak ketinggalan berita loker terbaru lainnya
Join now







