Amaran Lot Ditolak, Sodom Akan Dihancurkan
Lalu kedua orang itu berkata kepada Lot: “Siapakah kaummu yang ada di sini lagi? Menantu atau anakmu laki-laki, anakmu perempuan, atau siapa saja kaummu di kota ini, bawalah mereka keluar dari tempat ini,” Kejadian 19:12.
INILAH WAKTUNYA, Sodom akan dibinasakan. Tidak akan ditunda lagi. Tidak ada lagi belas kasihan. Tidak ada lagi kesempatan. Cawan murka Allah telah penuh terhadap mereka.
Dengan intonasi suara meninggi, malaikat itu bertanya dan menyuruh Lot untuk membawa keluarganya meninggalkan Sodom.
“Siapakah kaummu yang ada di sini lagi? Menantu atau anakmu laki-laki, anakmu perempuan, atau siapa saja kaummu di kota ini, bawalah mereka keluar dari tempat ini,“
Para malaikat memerintahkan Lot untuk mengumpulkan keluarganya dan keluar dari Sodom! Para malaikat tahu siapa yang akan diselamatkan, jadi ini bukan untuk mereka melainkan untuk Lot.
Pertanyaan mereka membuka kemungkinan bahwa Lot memang memiliki anak laki-laki dan mungkin juga lebih banyak anak perempuan, tetapi kita tidak dapat mengetahuinya dengan pasti.
Alasan mereka harus segera keluar, “… sebab kami akan memusnahkan tempat ini, karena banyak keluh kesah orang tentang kota ini di hadapan TUHAN; sebab itulah TUHAN mengutus kami untuk memusnahkannya.”
Lot mempercayai para malaikat dan memberikan dua perintah yang mendesak ini kepada bakal menantu laki-lakinya dalam upaya yang sia-sia untuk meyakinkan dan memotivasi mereka untuk selamat.
Dalam 19:14, Lot pergi menemui calon menantu-menantunya itu. Karena orang-orang Sodom sekarang telah dibutakan, maka aman bagi Lot untuk pergi ke keluar.
Dia mulai dengan seruan: “Bangunlah, keluarlah dari tempat ini, sebab TUHAN akan memusnahkan kota ini.”
Tetapi bagi mereka seruan Lot cuma candaan. Atau mereka merasa Lot ini sebagai manusia aneh. Tampaknya Lot tidak memiliki banyak pengaruh terhadap kedua orang ini,
Mereka tidak menggubris seruan Lot. Mereka tidak percaya bahwa Sodom akan dihancurkan. Mereka mentertawakan Lot.
Orang-orang ini keliru mengira Lot sedang mengejek mereka dan gaya hidup mereka. Respons mereka menggambarkan betapa tidak pekanya mereka secara moral.
Kompromi dengan sistem dunia telah menghancurkan efektivitas kesaksian Lot. Pekabaran Lot tidak berdampak.
Orang Kristen karena keduniawiannya telah kehilangan kesaksiannya di tengah-tengah orang yang belum diselamatkan.
Jika Anda ingin menjangkau yang terhilang, Anda harus berbeda, bukan sama,. Abrahamlah yang mampu menjangkau mereka yang berada di luar Kristus, bukan Lot.
Menantu laki-laki Lot adalah orang-orang yang tidak percaya. Kita lihat dalam hal hubungan pernikahan, Lot telah melanggar prinsip rohani, bahwa orang percaya tidak boleh menikahi orang yang tidak percaya.
Kita sudah lihat, bakal mantu Lot menolak pekabaran keselamatan. Sekiranya mereka percaya kepada panggilan terakhir Lot, mereka akan selamat.
Namun dengan mereka menganggap remeh pekabaran tersebut, mereka menutup pintu kasihan bagi diri mereka sendiri..
Ada permainan kata Ibrani yang menarik dalam kata “berolok-olok atau bercanda “ ( tsachaq ) dalam Kejadian 17-19 karena kata itu digunakan untuk 3 individu yang berbeda..
Abraham yang tertawa (menurut saya dalam sukacita) ( Kej 17:17 ), berikutnya Sarah yang tertawa karena tidak percaya ( Kej 18:12 , 13 , 15 ).
Dan akhirnya calon menantu Lot yang orang Sodom “tertawa” mengejek ( Kej 19:14 ).
Dari semua tawa ini kita melihat nama Ishak (Yitschaq – “dia tertawa”) berasal dari ( tsachaq ) ( Kej 17:19 ). Dan itu tertawa yang positif.
Akar kata utama, kata kerja tsāchaq , yang berarti “tertawa,” digunakan tiga belas kali dalam akar kata Qal atau Piel.
Dalam akar kata Piel, tsāchaq dapat berarti “bermain,” “membuat olah raga,” “mengejek.” Kata itu sering kali memiliki konotasi negatif.
Ketika Lot mencoba memperingatkan menantu laki-lakinya tentang kehancuran Sodom yang akan datang, mereka menolak untuk menanggapinya dengan serius, dengan menganggap bahwa ia hanya bercanda dengan mereka ( Kej. 19:14 ).
Jadi bakal mantu Lot yang menolak pekabaran Lot dengan mentertawakannya dengan tawa ejekan. Menunjukkan pengaruh rohani Lot tidak ada pada mereka.
Suatu hari nanti murka Tuhan akan dicurahkan kembali kepada orang-orang jahat di bumi ini.
Sebagai orang percaya, kita akan dibebaskan dari murka-Nya karena dosa-dosa kita telah diampuni.
Oleh karena itu, adalah tanggung jawab kita untuk melakukan bagi orang lain, memberi peringatan dan memberi tanda bahaya!
Orang-orang yang tidak percaya harus diberi tahu tentang satu-satunya cara untuk terhindar dari hukuman.
Mereka mungkin mengejek pesan kita dan mengolok-olok kita, tetapi itu tidak mengubah fakta.
Marilah kita terus bekerja untuk menuntun orang-orang kepada keselamatan yang hanya dapat ditemukan di dalam Kristus.
Dunia ini membutuhkan lebih banyak orang-orang pemberi amaran. Mari kita keluar mengamarkan orang-orang akan penghakiman Tuhan yang akan datang segera..
“Tetapi hari Tuhan akan tiba seperti pencuri. Pada hari itu langit akan lenyap dengan gemuruh yang dahsyat dan unsur-unsur dunia akan hangus dalam nyala api, dan bumi dan segala yang ada di atasnya akan hilang lenyap.
Jadi, jika segala sesuatu ini akan hancur secara demikian, betapa suci dan salehnya kamu harus hidup.” 2 Petrus 3:10-11.
Join channel telegram websitekami.com agar tidak ketinggalan berita loker terbaru lainnya
Join now






