Dari Tragedi Kepada Komedi (Rut 1:1-5)
Teks: Ruth 1:1-5
- Kelaparan ditanah Israel (ayat 1) – Tragedi
- Keluarga Elimelek pindah ke Moab – Komedi (sukacita)
- Kematian Elimelek, Naomi janda – Tragedi
- Menikahkan dua anaknya – Komedi
- Kematian dua anaknya – Tragedi
Latar Belakang Cerita:
Bangsa Israel telah tinggal di Tanah Perjanjian selama beberapa generasi, pada masa yang dikenal sebagai masa Hakim-hakim. Pada masa hakim-hakim ini terjadi krisis rohani. Kemurtadan nasional. Mereka menyimpang dari Tuhan dengan menyembah dewa-dewa Baal.
Krisis ini diungkapkan dalam Hakim-hakim 21:25,
“Pada zaman itu tidak ada raja di antara orang Israel; setiap orang berbuat apa yang benar menurut pandangannya sendiri.”
Kemudian suatu ketika tanah Yehuda mengalami kelaparan. Tidak ada penjelasan mengenai krisis ini. Namun kita tahu bahwa krisis ini cukup parah hingga membuat seorang pria bernama Elimelekh memindahkan keluarganya ke tanah Moab, di sebelah timur Laut Mati.
Orang Moab adalah keturunan Lot dari hubungan inses dengan putri sulungnya (lihat Kejadian 19). Hubungan mereka dengan Israel tidak baik, dan Tuhan telah melarang orang Moab memasuki perkumpulan itu. Namun Elimelekh memindahkan istri dan kedua putranya ke sana—dan menikahkan anak-anaknya dengan wanita Moab.
Bertahun-tahun kemudian, setelah kematian Elimelekh, jandanya, Naomi, kembali ke Yehuda dan tiba pada musim panen jelai. Setidaknya muncul lagi harapan akan hidup yang lebih baik.
1. Kelaparan di tanah Israel – Tragedi (ayat 1a)
Terjadi kelaparan ditanah Israel pada zaman para hakim.
Zaman para hakim adalah jaman dimana Israel mengalami kemunduran rohani karena kompromi dengan orang Kanaan.
Setelah Yosua mati, mereka jatuh kepada penyembahan berhala. Suatu waktu mereka bertobat, namun jatuh lagi. siklus itu terus berganti.
Selama itu Tuhan membangkitkan orang-orang yan dikenal sebagai hakim untuk memimpin mereka menuju kemenangan atas musuh-musuh mereka: Simson, dll.
Kegelapan rohani saat itu digambarkan sebagai berikut: “Pada zaman itu tidak ada raja di antara orang Israel; setiap orang berbuat apa yang benar menurut pandangannya sendiri.” Hakim 21:25
Kelaparan yang terjadi saati itu, sangat parah. Tidak diterangkan sudah berapa lama. Dan apa penyebabnya.
Kemungkinan kelaparan dipicu oleh kekeringan. Hujan tidak turun dalam waktu lama.
Bencana serupa pernah terjadi pada zaman Abraham (lihat Kejadian 12), Ishak (lihat Kejadian 26), dan Yakub (lihat Kejadian 46). Teks ini tidak merinci apakah kelaparan ini merupakan penghakiman Tuhan atau bukan?
Berkat dan kutuk tergantung setia atau tidak mereka kepada Tuhan. kalau setia, mereka akan diberkati. Berkat Tuhan kepada mereka turun dalam bentuk hujan awal dan hujan akhir, tetapi tergantung kesetiaan mereka beribadah kepada Tuhan (Baca Ulangan 11:13-17).
Sering berkat Tuhan terhalang karena dosa-dosa kita. Sering Tuhan menunda mencurahkan berkatnya, karena kita tidak siap secara rohani menerima berkat-Nya, karena kita masih hidup dalam dosa.
Krisis rohani dapat memicu terjadinya krisis ekonomi, karena itu kita harus setia kepada Tuhan..
Namun di Hakim-hakim kita melihat mereka tidak setia kepada Tuhan..
Karena mereka beribadah menyembah Baal, maka Tuhan murka dan menutup langit (Ul 11;17), sehingga hujan tidak turun, maka tidak ada air untuk mengairi tanah mereka.
Akibatnya semua ladang pertanian kering. Sumber air mereka juga kering. Ini menyebabkan kelaparan massal diseluruh tanah Israel.
Bagaimana dampak kelaparan ini jangka panjang?
Kelaparan ini menyebabkan persediaan dan tabungan habis. Setiap orang mulai mengirit. Membatasi makan.
Dari tiga kali sehari menjadi 1 kali sehari. Bahkan 1 hari makan, 1 hari puasa. Bahkan pada akhirnya lebih banyak puasa.
Orang-orang menjadi kurus kering. Kurang gizi dan banyak yang mati karena kelaparan. Ini menjadi tragedi kemanusiaan yang sangat mengerikan.
Peristiwa serupa pernah terjadi pada masa raja Ahab. Selama 3 tahun, Tuhan menahan hujan dari mereka. karena mereka menyembah Baal.
Terjadi kekeringan yang diikuti dengan kelaparan. (1 Raja 17). Kekeringan itu juga menimpa orang benar, Elia. Tetapi Allah meluputkan dia melalui seorang janda miskin di Sarfat.
Dosa bangsa membuat berkat Tuhan terhalang. Dosa orang lain dapat menyebabkan umat Tuhan yang setia turut menderita, tetapi Allah akan memelihara mereka. Seperti Elia dipelihara Tuhan melalui janda sarfat.
2. Keluarga Elimelek pindah ke Moab – Komedi ( 2b)
Mengapa Elimelek pindah ke Moab?
Mungkin, karena tidak tahan dengan kelarapan yang terjadi, daripada mati kelaparan, mungkin banyak orang-orang yang pindah kedaerah lain disekitar Israel.
Salah satunnya Elimelek. Dia membawa istrinya, Naomi dan dua anaknya, Mahlon dan Kilyon, pindah dari Betlehem ke daerah Moab.
Arti nama Elimelek, Tuhanku adalah Raja. Nama ini menandakan komitmenya setianya kepada Allah.
Naomi artinya menyenangkan. Arti nama Mahlon adalah lemah, menjadi sakti, dan Kilyon arti Namanya merindukan.
Dari arti nama mereka menyiratkan bahwa mereka bukanlah anak-anak yang sehat, bahkan mungkin sejak kecilnya. Kemungkinan nama ini dibuat sebagai ungkapan penderitaan akibat krisis yang terjadi.
Betlehem artinya rumah roti. Sekarang kota itu berubah menjadi rumah lapar dan kemiskinan.
Dimanakah tanah Moab?
Tanah Moab terletak di sebelah timur Laut Mati. Moab adalah tempat tinggal orang-orang Moab, mereka keturunan Lot dari hasil inses dengan dua putrinya.
Mereka orang-orang kafir penyembah berhala. Daerah ini secara Khusus dilarang Tuhan untuk mereka tinggali. Tetapi karena keadaan, tidak ada pilihan lain, terpaksa mereka pergi kesana.
Ketika situasi sulit, sering kita bertindak diluar ketentuan Allah. Kita berpikir bahwa itu jalan terbaik. Perlunya kita berdoa sebelum mengambil tindakan radikal dalam hidup..
Mereka tiba disana dan tinggal sebagai pendatang. Mungkin orang-orang Moab bertanya-tanya, mengapa mereka meninggalkan Israel?
Kemungkinan Elimelek bercerita kalau dinegerinya terjadi kelaparan. Orang Moab pasti menduga kalau Allahnya orang Israel lemah. Allah mereka jauh lebih kuat.
Tetapi dinegeri orang kafir ini mereka menemukan secercah harapan untuk hidup yang lebih baik. sementara Tanah perjanjian Tuhan seolah tidak menjanjikan hidup. Sekilas Moab menjanjikan masa depan yang lebih baik.
Di Moab, anak-anak mereka bertumbuh mulai dewasa. Mereka mulai bergaul dengan orang-orang Moab. Memiliki banyak teman, semuanya orang Moab. Sekarang hidup mereka sudah jauh lebih baik.
Tidak dijelaskan seperti apa kehidupan baru yang mereka jalani. Apa pekerjaannya, sumber nafkahya dari mana?
Boleh jadi mereka menggarap ladang, atau bekerja sebagai buruh atau berdagang, yang pasti sekarang mereka bisa makan 3 kali sehari, bisa menabung sedikit dan kemungkinan bisa membeli sebidang tanah dan mendirikan rumah diatasnya.
3. Kematian Elimelek – Tragedi – ayat 3
Ketika hidup mereka sedang membaik, tiba-tiba Elimelek Mati. Tidak ada informasi mati karena apa?
Apakah sakit, kecelakaan? Teks hanya mengatakan mati, tanpa memberitahukan penyebab matinya. Kembali tragedi menimpa Naomi.
Sekarang dia menjadi janda dan harus mengurus, membesarkan dua orang anak. Kita melihat Naomi akan berjuang sendirian..
kematian Elimelek, secara ekonomi tentu membuat Naomi kurang kuat. Itu juga mempengaruhi semangat hidupnya.
Sekarang Naomi menjadi andalan satu-satunya untuk sumber nafkah hidup. Dia harus bekerja lebih keras untuk memenuhi kebutuhan mereka.
4. Menikahkan dua anaknya – Komedi – ayat 4
Kematian suaminya membuat Naomi menjadi wanita yang tangguh. Dia berhasil membesarkan kedua anaknya hingga dewasa.
Masa-masa dukacita telah berlalu. Sekarang dia menatap hari esok yang penuh harapan. Paling tidak dia masih mempunyai dua anak laki-laki dan mereka akan mandiri. Tanggungannya akan berkurang.
Naomi berharap anak-anaknya setelah dewasa akan menikah dan keturunannya akan bertambah.
Kemudian, kedua anaknya Mahlon dan Kilyon akhirnya menikah dengan wanita Moab, bernama Orpha dan Rut.
Pernikahan tersebut membawa sukacita bagi Naomi. Dua kali dia mengadakan pesta. Sekarang dia punya dua anak mantu.
Sebentar lagi dia akan memiliki cucu. Terbayang diwajah Naomi, masa-masa indah akan memenuhi hidupnya. Dia akan menimang cucu.
5. Kematian dua anaknya – Tragedi – ayat 5
Tetapi kembali tragedy terjadi, menimpa Naomi. Kedua anaknya Mahlon dan Killyon mati. Tidak ada informasi apakah kematiannya serentak atau bergantian?
Tidak ada info juga apa penyebab kematian? apakah sakit atau kecelakaan? Yang pasti sekarang Naomi kehilangan 3 orang yang dicintainya, suami dan dua anaknya. Tragedy beruntun yang sangat memilukan.
Artinya, belum sempat dia menimang cucu, kematian telah merenggut dua anaknya. Harapannya untuk memiliki keluarga besar sirna.
Sekarang dia tinggal sendirian. Untung saja Orpha dan Rut menantu yang baik. Mereka mendampingi ibu mertua mereka. Mereka sangat mengasihinya, karena Naomi juga mengasihi mereka.
Total Naomi tinggal di Moab 10 tahun. Selama itu tragedy dan komedi silih berganti datang. Pertama suaminya mati – dukacita. Kedua anaknya menikah – sukacita. Kedua anaknya mati – tragedi.
Selama 10 tahun di Moab, hidupnya minus. Dari empat menjadi satu. Dia merana, hidup menderita dalam kemiskinan. Semua yang dia bawa dari Betlehem, hilang lenyap di Moab.
Terkadang harapan, cita-cita, impian kita kandas ditengah jalan. Masalah dapat membuat apa yang kita miliki hilang. Namun kita harus bersabar menjalani semua persoalan.
Seperti Naomi, kita ingin keluar dari krisis, tetapi kita malah jatuh kedalam krisis yang beruntun. Dari satu tragedy kepada tragedy lainnya. Hidup kita minus, kandas, tetapi kita harus berdiri tegak, menatap masa depan..
Dari pendahuluan kisah Naomi, kita dapat mengambil pelajaran, bahwa tragedy bisa terjadi setiap saat. Tragedy dan komedi akan datang silih berganti.
Bahkan mungki tragedy lebih sering daripada komedi. Kita harus bersandar kepada Allah. Ketika tragedy datang, kita harus teguh seperti Naomi. Jangan tidak putus asa.
Mungkin kesalahan Elimelek dulu, terlalu terburu-buru memutuskan untuk pindah. Dalam keadaan sulit, kita tidak boleh mengambil keputusan yang terburu-buru.
Sekiranya Elimelek bertahan, mungkin mereka akan terhindar dari tragedy kematian.
Tetapi tidak ada yang perlu disalahkan, semua sudah terjadi. Bila sepenuhnya bergantung kepada Allah, Dia dapat menggunakan semua keadaan buruk untuk kebaikan.
Bagaimana kelanjutan kisah Naomi, kita dapat melanjutkan untuk mengamati, mengartikan dan mengaplikasikan ayat 6-13.
Join channel telegram websitekami.com agar tidak ketinggalan berita loker terbaru lainnya
Join now







