Mengapa Allah Mengizinkan Setan Mencobai Ayub Untuk Kedua Kalinya?
KITA tidak tahu berapa lama jeda waktu antara pertemuan pertama setan dengan TUHAN dengan pertemuan kedua. Tidak ada informasi. Apakah segara sesudah kehancuran harta dan anak-anak Ayub?
Ada kemungkinan langsung. Sebab Setan tidak puas dengan hasil dari pertemuan pertama. Dia merasa gagal. Ayub tidak mengutuki Tuhan. sebaliknya, dia memuji Tuhan.
Hasil yang jelek bagi Setan. Dia tidak habis pikir. Bagaimana mungkin Ayub tetap setia kepada TUHAN, pada saat harta dan anak-anaknya habis..!
Karena itu untuk kedua kali dia pergi menghadap Tuhan. Narasi cerita sama dengan dipasal satu.
Anak-anak Allah menghadap TUHAN dan di antara mereka datang juga Iblis untuk menghadap TUHAN.
Lalu terjadi dialog antara Setan dan TUHAN. dialognya masih sama.
Maka bertanyalah TUHAN kepada Iblis: “Dari mana engkau?” Lalu jawab Iblis kepada TUHAN: “Dari perjalanan mengelilingi dan menjelajah bumi.”
Kemudian TUHAN membawa perhatian setan kepada Ayub..
Firman TUHAN kepada Iblis: “Apakah engkau memperhatikan hamba-Ku Ayub? Sebab tiada seorang pun di bumi seperti dia, yang demikian saleh dan jujur, yang takut akan Allah dan menjauhi kejahatan. Ia tetap tekun dalam kesalehannya, meskipun engkau telah membujuk Aku melawan dia untuk mencelakakannya tanpa alasan.”
Disini, TUHAN kembali menekankan fakta bahwa tidak ada cacat sedikit pun yang ditemukan dalam karakter Ayub..
Kepada setan, TUHAN mengulas kembali empat aspek keunggulan moral Ayub (saleh, jujur, takut akan Allah, menjauhi kejahatan) dan menambahkan bahwa Ayub tetap berpegang teguh pada integritasnya (Ibr. tummiilo).
Ayub telah menanggung semua kehancuran. Penderitaan. Tanpa mengorbankan karakternya yang tak bercela dan lurus dalam setiap kemarahan terhadap Allah.
TUHAN dalam argument-Nya, menambahkan bahwa Setan yang telah membujuk Allah untuk mencelakakan Ayub..
Kata “membujuk” (Ibr. sut) berarti menggoda atau mendorong seseorang untuk melakukan tindakan yang biasanya tidak akan dilakukannya.
Dalam hal ini, TUHAN mengakui bahwa Setan telah meyakinkannya untuk bertindak terhadap Ayub dan hal itu sebenarnya tidak pantas diterima Ayub..
Dengan kata-kata ini, TUHAN menerima tanggung jawab penuh atas penderitaan Ayub. Dia tidak akan menyerahkan wewenangnya kepada Setan.
Poin ini sangat penting, karena dalam dialog Ayub akan mencari pertolongan dari TUHAN saja, karena dia tidak memiliki pertikaian dengan Setan.
Pernyataan ini juga menjelaskan mengapa Setan tidak muncul lagi dalam epilog. TUHAN sendiri merasa berkewajiban untuk menyelesaikan konflik untuk Ayub.
Masih dengan kata ‘membujuk.’ Dalam 2 Raja-raja 18:32 dan Yeremia 43:3, manusia adalah subjek dari kata kerja tersebut..
Tetapi dalam 1 Samuel 26:19 dan 2 Samuel 24:1, Tuhan digambarkan sebagai yang menghasut orang untuk melakukan hal yang salah.
Meskipun TUHAN memperbolehkan tindakan jahat dalam rencana suci-Nya yang keseluruhan, Dia tidak secara langsung bertanggung jawab atas terjadinya kejahatan.
Karena bukan kehendak TUHAN agar Ayub menderita.
Memang Tuhan telah memperbolehkan musuh untuk melakukan rencananya terhadap Ayub, untuk membuktikan prasangkanya bahwa Ayub tidak memiliki karakter mulia yang Tuhan yakini ada padanya.
Namun setelah Setan di perbolehkan menyakiti Ayub dengan sangat kejam, terbukti kata-kata Tuhan benar tentang Ayub.
Dia seorang yang jujur, saleh, takut akan Tuhan dan menjauhi kejahatan. Bukan karena dia telah diberkati. Kasihnya kepada Tuhan murni. Bahkan ketika semuanya hilang.
Dalam ketidakpuasan, setan menjawab argumentasi Tuhan tentang kemuliaan karakter Ayub. Bahwa dia masih meragukan kesetiaan Ayub kepada Tuhan..
Lalu jawab Iblis kepada TUHAN: “Kulit ganti kulit! Orang akan memberikan segala yang dipunyainya ganti nyawanya.
Apa arti kata-kata setan ini? Ini adalah ungkapan peribahasa, asal-usulnya tidak diketahui, dan maknanya sebagai “peribahasa” juga tidak sepenuhnya jelas.
Mungkin maknanya adalah bahwa seseorang akan menyerahkan segala yang dimilikinya untuk menyelamatkan nyawanya..
Jika Ayub begitu menderita secara fisik sehingga ia kemungkinan akan mati, ia akan menyerahkan seluruh imannya untuk membeli kehidupan.
Imannya, yang telah lulus ujian sebelumnya, tidak akan tahan ujian yang lebih berat jika nyawanya terancam.
Argumentasi setan ini penuh dengan tuduhan dan kepalsuan. Dia tidak percaya dengan yang Tuhan katakan tentang Ayub.
Dia juga tidak percaya dengan fakta-fakta yang dia lihat sendiri tentang Ayub, yang setia bukan karena Tuhan telah memberkatinya..
Itu sebabnya dia membantah argument Tuhan. Dia katakan, tidak ada orang yang mau kehilangan nyawa. Bahkan orang rela menukar hartanya demi nyawanya..
Satan berusaha meyakinkan Tuhan untuk memperberat ujian Ayub. Dengan sombong ia memerintahkan:
“..ulurkanlah tangan-Mu dan jamahlah tulang dan dagingnya, ia pasti mengutuki Engkau di hadapan-Mu.”
Karena tulang dianggap sebagai tempat penyakit (misalnya, Ratapan 1:13), Satan bermaksud agar Ayub ditimpa penyakit yang melemahkan, yang akan mengancam nyawanya
Ia percaya bahwa jika tubuh Ayub menjadi sangat menderita, ia pasti akan menyerah dan mengutuk Allah.
Dalam hikmat dan kebijaksanaan Tuhan, dia masih memberikan kesempatan bagi setan untuk membuktikan tuduhannya.
Secara manusia, kita tidak dapat menjangkau jalan pikiran Tuhan. Mengapa dia mengijinkan Ayub menderita lebih berat lagi..? kita tidak tahu..
Sebagai manusia, kita paham cara kerja setan. Dia pendusta, penuduh. Licik. Usahanya yang tidak kenal lelah, gigih demi mengagalkan rencana keselamatan.
Dia menyemburkan fitnah dan kebohong tentang karakter Tuhan yang penuh kasih. Dia katakan, bahwa Tuhan itu kejam. Hukum-Nya tidak dapat dituruti manusia berdosa.
Yesus membongkar tentang siapa Iblis..
“..Ia adalah pembunuh manusia sejak semula dan tidak hidup dalam kebenaran, sebab di dalam dia tidak ada kebenaran. Apabila ia berkata dusta, ia berkata atas kehendaknya sendiri, sebab ia adalah pendusta dan bapa segala dusta..” Yohanes 8:44
Jadi, usaha setan mencobai Ayub adalah serangan terhadap karakter Tuhan, bukan sekedar karakter Ayub semata..Nama Tuhan yang dipertaruhkan disini.
Jadi setiap kali kita kalah dan jatuh terhadap pencobaan, nama Tuhan yang dipermalukan..
Join channel telegram websitekami.com agar tidak ketinggalan berita loker terbaru lainnya
Join now





