Respon Ayub Terhadap Tuhan Saat Menghadapi Penderitaan
Semua mata memandang kepada Ayub. Semua orang menunggu bagaimana respon Ayub setelah kehilangan harta dan anak-anaknya..
Ditempat lain, setan sementara duduk di kursi kerajaannya, dia pun menanti bagaimana sikap Ayub terhadap Tuhan setelah kehancuran yang dia datang kan kepadanya!
Harap-harap cemas. Dia punya keyakinan Ayub akan mempersalahkan Tuhan dan berbalik melawan Tuhan..
Di Sorga, TUHAN melihat dengan tenang apa yang terjadi di bumi. Dia melihat hamba-Nya Ayub sangat menderita.
Mungkin dia mengirimkan kuasa Roh Kudus-Nya dan malaikat untuk menguatkan Ayub menghadapi pencobaan..
Dan ini lah yang ditunggu-tunggu. Sementara Ayub, mukanya tertelungkup ketanah. Jatuh tersungkur karena kehancuran yang dia alami..
Maka berdirilah Ayub, lalu mengoyak jubahnya, dan mencukur kepalanya, kemudian sujudlah ia dan menyembah,
katanya: “Dengan telanjang aku keluar dari kandungan ibuku, dengan telanjang juga aku akan kembali ke dalamnya. TUHAN yang memberi, TUHAN yang mengambil, terpujilah nama TUHAN!” (Ayub 1:21)
Jadi ada 3 cara Ayub merespon kehilangan yang dia alami. Mengoyakkan pakaian, mencukur rambut, sujud menyembah..
Merobek jubahnya. Mencukur rambutnya sebagai tanda perkabungan. Artinya, dia sangat sedih dengan kehilangan yang dia alamai..
Saat dia bersujud dan menyembah artinya, ia bertindak dengan sadar, sesuai dengan adat istiadat, bukan secara tiba-tiba..
Artinya, Ayub mengakui kekuasaan Allah atas semua hartanya dan mencari penghiburan dari Yang Mahakuasa.
Ayub tidak meratap. Tidak mengeluh…Sebaliknya, ia pasrah pada nasibnya..
Dalam ketidaktahuannya, ia mengakui bahwa Tuhan yang telah menimpakan musibah ini kepadanya.
Ayub melampaui pasrah. Ia sebenarnya menyembah Allah yang telah mengambil apa yang ia cintai.
Segala sesuatu yang ia miliki adalah anugerah dari Allah, yang diberikan kepadanya selama hidupnya.
Ia datang ke dunia tanpa apa-apa (telanjang). Ia tahu bahwa ketika ia mati, ia tidak dapat membawa apa pun bersamanya.
Bahwa TUHAN telah mengambil darinya apa yang TUHAN sendiri berikan padanya adalah hak TUHAN. Oleh karena itu, ia tidak mengutuk Tuhan, melainkan memberkati nama-Nya.
Jadi, Ayub mengakui kedaulatan Allah atas seluruh hidupnya, baik untuk kebaikan maupun keburukan.
Ketika dia mengakui kedaulatan Allah, ia menggunakan nama pribadi Allah, Yahweh, tiga kali.
Cara Ayub pasrah kepada kehenda Tuhan dapat menjadi telahan untuk kita. Ia masuk ke dunia tanpa apa-apa, dan menyadari bahwa ia tidak akan membawa apa pun saat mati.
Ayub tidak mengklaim hak alami atas harta bendanya. Baik dalam kesedihan maupun dalam berkat, ia memuji nama Allah.
Dari posisinya yang sujud, ia mengucapkan penerimaannya terhadap tindakan Allah.
Ayat 22 selanjutnya memberi kesimpulan pada respon Ayub,
Dalam kesemuanya itu Ayub tidak berbuat dosa dan tidak menuduh Allah berbuat yang kurang patut.
Dari ayat tersebut kita melihat, Ayub memandang kepada Allah sebagai sumber kekuatannya. Ia tidak mengambil tindakan apa pun untuk mengatasi kerugiannya yang dapat menodai imannya kepada Allah.
Ia tidak menuduh Allah melakukan kesalahan yaitu tindakan yang tidak pantas atau balas dendam.
Dalam kesedihan yang sunyi, ia tidak memberi kesempatan pada bibirnya untuk mengucapkan kutukan marah atau kata-kata balas dendam yang kejam.
Dengan demikian, ia menghormati kepercayaan Allah padanya dan membuktikan kebohongan ejekan Setan.
Respon Ayub ini telah membungkam setan. Dugaannya salah. Ayub tidak mengutuk Tuhan. justru sebaliknya. Ayub memuliakan TUHAN.
Setan tidak puas dengan sikap Ayub. Dia merasa gagal. Karena itu setan masih akan mencarkan serangan lainya terdadap Ayub..
Poinnya, sekali pun Ayub tidak memahami scenario dibalik penderitaannya, dia bersikap positif menanggapi semuanya. Dia memuji Tuhan dan menyembah Tuhan.
Dalam keterbatasannya, dia percaya ada rencana Tuhan bagi masa depannya.
“Aku hendak memuji TUHAN pada segala waktu; puji-pujian kepada-Nya tetap di dalam mulutku. Karena TUHAN jiwaku bermegah; biarlah orang-orang yang rendah hati mendengarnya dan bersukacita.
Muliakanlah TUHAN bersama-sama dengan aku, marilah kita bersama-sama memasyhurkan nama-Nya!” Mazmur 34:1-3.
Join channel telegram websitekami.com agar tidak ketinggalan berita loker terbaru lainnya
Join now



