9 Alasan Penting Mengapa Kita Perlu Berdoa Setiap Hari
Mengapa kita harus berdoa padahal Allah mengetahui semua kebutuhan kita tanpa kita harus memberitahukannya kepada-Nya?
Pertanyaan ini mengasumsikan bahwa alasan untuk berdoa adalah untuk memberi tahu Allah tentang kebutuhan kita sehingga Dia dapat dengan cepat melakukan intervensi.
Pandangan seperti itu mereduksi doa menjadi kepentingan diri sendiri dan mengabaikan alasan sebenarnya untuk berdoa.
Kita berdoa bukan untuk mendapatkan sesuatu dari Allah. Kita berdoa karena kita adalah sahabat Allah.
Seperti halnya kita meluangkan waktu untuk bergaul dan berbicara dengan teman-teman kita, bukan karena mereka berguna bagi kita, tetapi karena kita menghargai siapa mereka..
Kita menikmati kebersamaan dan menemukan kepuasan dalam persekutuan memberi dan menerima.
Manfaat sejati dari persahabatan adalah teman itu sendiri. Hal yang sama berlaku untuk hubungan kita dengan Allah. Kita dan Allah adalah sahabat.
Yesus berkata:
Aku tidak menyebut kamu lagi hamba, sebab hamba tidak tahu, apa yang diperbuat oleh tuannya, tetapi Aku menyebut kamu sahabat, karena Aku telah memberitahukan kepada kamu segala sesuatu yang telah Kudengar dari Bapa-Ku. Yohanes 15:15
“Kamu sahabat Ku.” Adakah yang lebih indah daripada memiliki Kristus sebagai sahabat kita? Betapa menenteramkannya mengetahui bahwa Kristus adalah sahabat yang dapat kita percayai..
Dengan Dia kita dapat berbicara dengan bebas, dan kepada-Nya kita dapat menceritakan kerinduan, ambisi, dan masalah-masalah rahasia dalam hati kita!
Betapa menenteramkannya mengetahui bahwa Dia mengasihi kita meskipun kita memiliki kelemahan.
Dia akan berdiri di samping kita bahkan ketika dunia berbalik melawan kita; bahwa Dia tidak akan pernah meninggalkan atau mengabaikan kita.
Jaminan seperti itu memberi kita alasan untuk memelihara dan memperdalam persekutuan kita dengan Kristus melalui doa.
Pemazmur mengungkapkan penghargaannya yang tulus atas persahabatan Tuhan, dengan mengatakan:
” Siapa gerangan ada padaku di sorga selain Engkau? Selain Engkau tidak ada yang kuingini di bumi. Sekalipun dagingku dan hatiku habis lenyap, gunung batuku dan bagianku tetaplah Allah selama-lamanya.” (Mzm. 73:25-26).
Ketika kita, seperti Pemazmur, melihat sekilas kasih Allah yang tak terselami bagi kita, kita tidak bisa tidak berdoa kepada-Nya karena kita merasakan kebutuhan akan kasih, persekutuan, kepedulian, dan tuntunan-Nya.
Dalam bukunya yang berjudul Prayer, M. L. Andreasen secara ringkas merangkum 9 alasan-alasan utama mengapa kita berdoa. Ia menulis:
- Kita berdoa karena kita mengasihi Dia yang telah terlebih dahulu mengasihi kita, dan karena kita menemukan di dalam Dia kepuasan jiwa yang tidak didapatkan di tempat lain.
- Kita berdoa bukan untuk mendapatkan apa yang kita inginkan, tetapi untuk mengetahui apa yang Dia inginkan.
- Kita berdoa bukan untuk membuat Dia mengubah pikiran-Nya, tetapi agar pikiran kita diubahkan.
- Kita berdoa bukan untuk membuat Dia mengubah rencana-Nya bagi kita, tetapi untuk meminta Dia menolong kita dengan sukarela menerima rencana-Nya.
- Kita berdoa bukan untuk menghindari rasa sakit, tetapi untuk mendapatkan kekuatan untuk menanggungnya.
- Kita berdoa bukan untuk dibawa keluar dari dunia ini, tetapi untuk tetap setia selama berada di dalamnya.
- Kita berdoa bukan untuk menghindari kesulitan atau cobaan, tetapi untuk kesabaran dalam menanggungnya.
- Kita berdoa bukan untuk menghindari pekerjaan, tetapi untuk hikmat agar kita tahu bagaimana melakukannya dan melakukannya dengan baik.
- Kita berdoa yang pertama dan yang terakhir, karena kita mengasihi Dia yang telah mengasihi kita, karena kita menghargai persekutuan-Nya dan persekutuan orang-orang kudus. (M. L. Andreasen, Prayer (Mountain View, California: 1957), pp. 17-18)
Meditasi dan doa dapat membawa kewarasan dan keseimbangan dalam kehidupan kita yang penuh dengan ketegangan dan kegelisahan.
Karena kita menghabiskan begitu banyak waktu untuk terburu-buru, kita membutuhkan waktu untuk berdiam diri.
Karena kita dibombardir dengan hiruk-pikuk kebisingan yang terus-menerus, kita membutuhkan waktu untuk hening.
Karena kita terus-menerus terpapar dengan rentetan gambar yang berubah-ubah dari media, kita membutuhkan waktu untuk melihat keindahan kebenaran yang dinyatakan Tuhan.
Karena kita hidup di dunia yang materialistis di mana barang-barang dan gadget mendominasi kehidupan kita, kita membutuhkan waktu untuk menarik diri dari dunia untuk mengalami damai sejahtera Allah yang untuknya kita diciptakan.
Saat ini, lebih dari sebelumnya, kita membutuhkan meditasi dan doa untuk membawa keseimbangan dalam hidup kita.
Join channel telegram websitekami.com agar tidak ketinggalan berita loker terbaru lainnya
Join now





