8 Alasan Mengapa Allah Mengijinkan Kita Menderita

Ada pertanyaan yang setua umur dunia ini yaitu:

“Mengapa? Mengapa Tuhan membiarkan penderitaan, kesedihan, sakit hati, dan kematian, bahkan di antara anak-anak-Nya sendiri?”

Pertanyaan ini diajukan oleh Ayub, dan telah ditanyakan oleh setiap orang yang telah berjalan di atas muka bumi dan juga orang yang percaya pada Tuhan.

Ditanyakan oleh seorang Kristen yang istrinya kecelakaan mobil, patah lengan, tulang rusuk, punggung, panggul, kaki, dan lebih dari 200 patah tulang di tubuh dan tengkoraknya.

Ditanyakan oleh seorang Isteri, anak yang suami dan ayah mereka meninggal karena sakit..

Mengapa Tuhan mengizinkannya

• Mengapa orang Kristen harus bersukacita di tengah pencobaan!

1. PENDERITAAN MENJAGA KITA DARI PENARIKAN DUNIA INI

Alkitab memberitahu kita bahwa kita adalah musafir atau peziarah didunia ini.

  • Dunia ini bukan benar-benar rumah kita
  • Tuhan telah menyiapkan sesuatu yang lebih baik untuk kita.
  • Perhatikan perikop-perikop berikut: 1 Ptr 2:11; Ibr 13:14; 2 Kor 5: 1,5

”Saudara-saudaraku yang kekasih, aku menasihati kamu, supaya sebagai pendatang dan perantau” 1 Petrus 2:11

“Sebab di sini kita tidak mempunyai tempat tinggal yang tetap; kita mencari kota yang akan datang.” Ibrani 13:14.

“Karena kami tahu, bahwa jika kemah tempat kediaman kita di bumi ini dibongkar, Allah telah menyediakan suatu tempat kediaman di sorga bagi kita, suatu tempat kediaman yang kekal, yang tidak dibuat oleh tangan manusia.” 2 Korintus 5:1.

Jika tidak ada penderitaan, maka Tidak ada yang ingin meninggalkan dunia sementara ini. Tidak ada yang menginginkan rumah “abadi”, dan tidak ada yang bersedia kesana.

2. PENDERITAAN DAPAT MEMBERIKAN YANG TERBAIK KEPADA KITA.

Seorang keluarga yang terluka akan ada dukungan yang tetap dari teman-temannya. Dalam persiapan makanan. Dalam dukungan keuangan

KITA SERING MELIHAT INI TERJADI…

1. Saat terjadi bencana alam

2. Ketika seseorang kehilangan rumah karena kebakaran, angin puting beliung, dll.

3. Saat sakit parah

INI MUNGKIN MENJADI SALAH SATU ALASAN MENGAPA ORANG KRISTEN AWAL BERSUKACITA DALAM PENCOBAAN MEREKA…

Mereka mengerti bahwa kesengsaraan dapat mengembangkan karakter

Seperti yang Paulus tulis dalam Roma 5:3-4

“Dan bukan hanya itu saja. Kita malah bermegah juga dalam kesengsaraan kita, karena kita tahu, bahwa kesengsaraan itu menimbulkan ketekunan, dan ketekunan menimbulkan tahan uji dan tahan uji menimbulkan pengharapan.” Roma 5:3-4.

3. PENDERITAAN MEMBERIKAN KESEMPATAN UNTUK MEMBUNGKAM SETAN

INGAT CERITA AYUB?

Setan ingin membuktikan bahwa Tuhan salah tentang Ayub, bahwa dia melayani Tuhan hanya karena Tuhan telah memberkati dia.

Tetapi kesabaran Ayub di bawah penderitaan membungkam Setan!

DENGAN SABAR, BERTAHAN, ATAU MELAKUKAN BAIK DI SAAT PENDERITAAN…

Nilai kita sebagai orang Kristen benar-benar bersinar

Dalam iman yang kita miliki yang menopang kita dalam penderitaan, dan dalam kasih yang kita tunjukkan kepada mereka yang  menderita.

4. PENDERITAAN MEMBUAT KITA MENGHARGAI…

SEMUA HAL YANG BAIK YANG KITA TERIMA DALAM HIDUP

Sangat mudah bagi kita untuk mengeluh dari pada bersyukur

5. PENDERITAAN DAPAT MEMBANTU KITA MENGHARGAI LEBIH SEMPURNA

1. Kesehatan yang baik

2. Teman baik, dan keluarga yang penuh kasih

3. Contoh yang baik tentang bagaimana penderitaan dapat membuat seseorang lebih menghargai adalah rasul Paulus ketika dia berada di penjara – lih. Filemon 1:3-8

5. PENDERITAAN MEMBUAT KITA LEBIH BERGANTUNG PADA TUHAN

Terlalu sering kita bergantung pada diri dan kesanggupan sendiri.

Ada banyak hal diluar kendali kita, itu adalah bagian Tuhan

Biarkan Tuhan melakukan bagian-Nya.

Kita bergantung pada Tuhan untuk nafas kita!

Seperti yang dinyatakan Paulus: “di dalam Dia kita hidup, kita bergerak dan ada” – Kis 17:28

6. PENDERITAAN MEMBANTU MEMURNIKAN KITA

Bergembiralah akan hal itu, sekalipun sekarang ini kamu seketika harus berdukacita oleh berbagai-bagai pencobaan.

Maksud semuanya itu ialah untuk membuktikan kemurnian imanmu — yang jauh lebih tinggi nilainya dari pada emas yang fana, yang diuji kemurniannya dengan api — sehingga kamu memperoleh puji-pujian dan kemuliaan dan kehormatan pada hari Yesus Kristus menyatakan diri-Nya. 1 Petrus 1:6-7.

Saudara-saudaraku, anggaplah sebagai suatu kebahagiaan, apabila kamu jatuh ke dalam berbagai-bagai pencobaan, sebab kamu tahu, bahwa ujian terhadap imanmu itu menghasilkan ketekunan.

Dan biarkanlah ketekunan itu memperoleh buah yang matang, supaya kamu menjadi sempurna dan utuh dan tak kekurangan suatu apa pun. Yakobus 1:2-4

7. PENDERITAAN MEMBUAT KITA MEMILIKI SIMPATI DAN EMPATI

Ini membantu kita untuk lebih mampu menghibur orang lain dalam penderitaan mereka.

Mengalami penderitaan, membuat kita lebih mungkin untuk “menangis dengan mereka yang menangis” – Rom 12:15

“Bersukacitalah dengan orang yang bersukacita, dan menangislah dengan orang yang menangis!” Roma 12:15.

Penderitaan membuat kita untuk melayani orang lain yang menderita dengan lebih baik.

8. PENDERITAAN MENGAJAR KITA BAGAIMANA BERDOA

Mungkin kita semua senang berdoa. Berdoa karna hal-hal baik dalam hidup kita.

TAPI DI TENGAH PENDERITAAN KITA BELAJAR BERDOA:

1. “Dengan sungguh-sungguh”

2. “Dengan tekun”

3. “Dengan rintihan yang tidak dapat diucapkan” – Rom 8:26.

SEPERTI KATA SEORANG TEMAN…

“Saya telah menjadi orang yang berdoa sejak saya menjadi seorang Kristen. Tapi tidak pernah seperti ini.”

“Saya telah belajar lebih banyak tentang doa dalam enam minggu terakhir daripada dalam dua puluh tahun sebelumnya. Doa saya akan berbeda selama sisa hidup saya.”

Dapatkah kita mulai melihat mengapa Allah yang adil dan penuh belas kasihan mengizinkan penderitaan, bahkan bagi orang yang tidak bersalah?

Jika kita melihat penderitaan, murni dari sudut pandang manusia, kita tidak akan mengerti mengapa penderitaan itu diizinkan Tuhan.

Ingat apa yang Tuhan katakan kepada Yesaya?

Sebab rancangan-Ku bukanlah rancanganmu, dan jalanmu bukanlah jalan-Ku, demikianlah firman TUHAN.

Seperti tingginya langit dari bumi, demikianlah tingginya jalan-Ku dari jalanmu dan rancangan-Ku dari rancanganmu. Yesaya 55:8-9.

Ketika kita melihat penderitaan dari sudut pandang Tuhan, dari sudut pandang rencana-Nya bagi kita di persiapan kekekalan, maka kita dapat mulai mengerti mengapa Dia membiarkan penderitaan terjadi…

Bagikan:

Comments

comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.