6 Cara Membedakan Cinta Palsu dan Asli

Beberapa pasang manusia merasa bahwa mereka telah “jatuh cinta” lalu menikah, dan kemudian mereka menemukan bahwa itu bukanlah cinta.

Apakah cinta itu? Bagaimana kita menyatakannya?

Kita harus ingat dalam hubungan pria dan wanita, setan telah menanamkan sebuah lawan dari Kasih. Apakah itu?

1 Yohanes 2:16.

“Sebab semua yang ada di dalam dunia, yaitu keinginan daging dan keinginan mata serta keangkuhan hidup, bukanlah berasal dari Bapa, melainkan dari dunia.”

Jadi bagaimana kita dapat membedakan cinta yang palsu (nafsu) dan yang asli?

1. Nafsu adalah sebuah perasaan yang dapat berubah, tapi kasih adalah sebuah prinsip yang abadi.

Kasih mempunyai perasaan, bukan cuma semata-mata perasaan. Itu adalah sebuah prinsip. Jadi sementara nafsu merobah kemauan dan perasaan, sementara cinta adalah tetap tak berubah.

I Korintus 13:8 berkata, “Kasih tak pernah gagal.”

2. Nafsu itu buta; tapi kasih melihat dan menguji.

Kasih yang benar menggunakan matanya untuk menguji kekuatan-kekuatan dan kelemahan-kelemahan dari orang lain agar dapat diambil kesimpulan yang tepat.

Matius 13:13. Kepada nafsu, kata-kata ayat ini dapat di gunakan: “karena sekalipun melihat, mereka tidak melihat.”

Matius 13:16. Kepada kasih: “berbahagialah matamu karena melihat.”

3. Nafsu hanya melihat yang diluar, tapi kasih berfokus kepada yang didalam diri.

1 Samuel 16:7 “manusia melihat apa yang di depan mata, tetapi TUHAN melihat hati.”

Nafsu berpusat pada hal-hal luar: bentuk, model, penampakan sexual. Kasih memperhatikan hal-hal yang didalam diri: kepribadian, kebiasaan, tingkah laku.

4. Nafsu adalah jahat, tapi kasih adalah murni (Kejadian 39:7-9)

Nafsu menikmati hubungan sex tanpa perkawinan. Kasih menikmati hubungan sex hanya dengan perkawinan.

Ketika dicobai dengan berhubungan sex sebelum menikah, Kasih akan menjawab, “tunggulah, nanti setelah kita menikah.”

Ketika dicobai dengan perselingkuhan setelah menikah Kasih akan berkata, “Tidak, saya, atau engkau telah menikah.”

5. Nafsu berpusat pada kepuasan diri, tapi kasih berpusat pada pengorbanan diri.

I Korintus 13:4,5 “Kasih…tidak mencari kesenangannya sendiri.”

Kata kesukaan dari Nafsu adalah “saya”: “saya mau”, “saya butuh.” Tapi kata kesukaan dari kasih adalah “engkau.”: “Apa yang engkau mau?” “Apa yang engkau butuhkan?”

6. Sumber dari nafsu adalah Setan. Siapakah sumber dari Kasih?

I Yohanes 4:8. “Barangsiapa tidak mengasihi, ia tidak mengenal Allah, sebab Allah adalah kasih.”

Semua bentuk kasih—pria atau wanita, suami atau isteri, orang tua atau anak-anak—semua Kasih yang benar datang dari Allah.

Ia adalah penghasil kasih itu. Kasih yang benar tidak datang dari Hollywood. Itu datang dari surga.

Pilihan Saya

Saya menolak kebodohan nafsu itu. Saya memilih kasih yang sejati.

Karena Yesus mengasihi saya, Dia memberikan hidupNya untuk saya. Saya mencintai diri dan sekarang pula saya menyerahkan hidup saya kepadaNya.

Saya akan membagikan kasihNya. Saya akan mencintai pasangan saya seperti Kristus mengasihi saya.

Bagikan:

Comments

comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.