6 Tips Hadir Tepat Waktu Di Gereja

Jika orang-orang takut terlambat ketempat pekerjaan, lalu mengapa orang-orang tidak takut terlambat ke gereja?

Beberapa orang akan terburu-buru dan mulai panik bila mengetahui mereka akan terlambat kekantor.  Mereka tidak bisa membayangkan kalau sampai terlambat bisa jadi masalah.  Sehingga sepanjang jalan mereka mulai gelisah dan bolak balik melirik jam. 

Tak jarang orang-orang yang sedang mengejar keterlambatan ini akan memacu kendaraannya dengan kecepatan tinggi, atau mengumpat bila jalan macet.  Sambil  ngos-ngosan, bercampur keringat mereka berlari menuju ketempat kerja dan harap-harap cemas tidak di dahului oleh pimpinannya.

Begitulah situasi yang terjadi bila orang-orang mengejar waktu supaya tidak terlambat ketempat pekerjaan.  Sehingga banyak orang yang berupaya mengatur waktu mereka dengan baik, mulai dari bangun pagi lebih awal sekali, ada yang jam 04 pagi atau 05 pagi, terutama di kota besar seperti Jakarta mungkin akan bangun lebih awal  dari itu.

Takut terlambat

Bahkan bagi mereka yang tidak cukup lagi waktu persiapan, mereka akan melanjutkan persiapan di dalam mobil, makan, ganti baju dll..

Semua itu dilakukan supaya tiba lebih awal di tempat pekerjaan.  Bahkan pernah seorang teman saya yang terlambat bangun karena begadang semalaman, paniknya luar biasa. 

Karena panik dan takut terlambat, dia tidak mandi, tidak sikat gigi tidak makan, hanya usapkan air dimuka langsung pergi tancap gas dengan sepeda motornya.  Di jalanpun ngebut, beberapa kali hampir menabrak kendaraan lain dan pejalan kaki.

Bila keterlambatan itu sekali-kali dan alasan keterlambatan jelas, misalnya karena keluarga yang sakit, atau karena kecelakaan di jalan, atau terjadi sesuatu yang darurat, masih bisa di maklumi. Namun bagaimana kalau keterlambatan itu disengaja dan sudah menjadi budaya hidup…!! Tentu menjadi masalah besar..

Yah..faktanya semua orang takut terlambat datang ke tempat pekerjaan.  Tentu saja mereka takut kepada pimpinan tempat mereka bekerja. Takut di marahin, diomelin, takut di potong gaji, takut di cap sebagai tukang lelet dan takut dipecat dll…

Sekarang bagaimana kalau itu soal ketepatan waktu kehadiran dalam setiap ibadah di gereja?

Tentu sangat bertolak belakang sekali dengan situasi ketika orang mengejar waktu ketempat kerja.  Kegereja banyak orang terlambat datang, begitu santainya, dan tidak harus buru-buru dan panik walau sudah terlambat.  Tidak harus ngebut di jalan, tidak harus makan dan minum dalam mobil, bahkan masih sempat berleha-leha, berdandan lama, karena tidak ada yang memarahi dan tidak perlu kena teguran.

Datang ke gereja sesuai dengan kemauan, boleh terlambat..boleh juga tidak.  Jika menghendaki mereka akan datang terlambat, sebab tidak ada yang perlu ditakuti…takut pendeta..? ah..pendeta paling hanya senyum-senyum saja, kalaupun pendeta kesal paling hanya sebatas kesal saja, karena tidak mungkin pendeta akan marah-marah dan memecat anggota yang terlambat.

Kebiasaan terlambat

Datang terlambat ke gereja sudah menjadi pemandangan biasa.  Bagi orang-orang yang membiasakan diri terlambat itu menjadi sebuah budaya yang sulit diubah.  Mengapa? Karena mereka menganggap terlambat ke gereja tidak ada masalah. 

Dan memang mereka merasa tidak apa-apa terlambat, karena toh, tidak ada sesuatu yang terjadi dengan mereka.. mereka tetap baik-baik saja dan sehat-sehat saja…dengan anggapan seperti itu budaya terlambat ini semakin menjadi-jadi, bahkan menulari anggota-anggota lain..prinsip mereka adalah “ Better late Than Never” “Lebih Baik terlambat dari pada tidak datang.”

Dulu saya punya seorang teman yang suka terlambat kegereja, kadang-kadang dia datang sudah setengah khotbah,bahkan kotbah hampir selesai. 

Teman ini akan duduk disebelah saya dan bertanya, apa judul kotbahnya, sudah sampai dimana kotbahnya dll..yang jelas sangat mengganggu…lalu saya jawab, “ maaf kawan tidak ada siaran ulangan..”

Mengapa harus terlambat?

Bila takut terlambat ke tempat kerja, ada alasan kuat yang melatar belakanginya, yaitu takut kepada pimpinan, karena bisa kena teguran.   Demikian juga halnya keterlambatan datang kegereja karena ada alasan kuat yang melatar belakanginya, yaitu tidak ada yang ditakuti, dan tidak akan dapat teguran.

Dari pengamatan yang dilakukan ada beberapa faktor yang membuat orang-orang datang terlambat ke gereja.  Orang-orang di kota dan di desa kasusnya hampir memiliki kesamaan. 

Karena datang kegereja adalah sukarela, tidak ada bayaran, tidak ada paksaan, karena itu maka setiap orang boleh datang dengan suka-suka terserah mau datang jam berapa aja tidak ada persoalan..mau datang pagi-pagi sekali atau datang paling akhir atau tidak datang sama sekali tidak ada larangan. 

Dan yang penting tidak akan ada hukuman, sanksi, pemotogan gaji, pemecatan, karena ini masalah pribadi dan sukarela.

Terlambat secara sengaja

Sejujurnya kebanyakan orang terlambat ke gereja adalah karena unsur kesengajaan.  Disebut unsur kesengajaan karena memang di sengaja untuk terlambat, dan yang ironis keterlambatan itu dimaklumi dengan berbagai macam alasan. 

Sebagaian orang terlambat karena bagun tidur kesiangan, sebagian untuk Menghindari pelayanan.  Ada juga karena Berdandan terlalu lama, Sibuk membereskan rumah, Mempersiapkan makanan, hingga alasan karena sibuk Mengurus anak-anak.

Dll tambahkan sendiri…

Alasan terlambat

Maka tidak jarang, ketika kita bertanya, kenapa anda terlambat? Sering jawabannya seperti, “ wah..anak saya rewel atau sibuk mengurus anak-anak, sehingga datang terlambat….”  Tentu banyak alasan-alasan lain yang dilontarkan untuk membela diri atas keterlambatan tersebut. 

Kalau itu hanya sekali-sekali mungkin tidak mengapa, namun bila hal itu selalu menjadi alasan keterlambatan terus menerus maka ini sudah menjadi perilaku negatif yang dapat merusak rohani kita sendiri.

Tuhan sudah memberi kita akal pikiran untuk mengatur waktu kita pada hari ibadah supaya tidak terlambat datang kehadirat-Nya.  Kalau ketempat kerja bisa tepat waktu maka kegereja juga pasit bisa tepat waktu. 

Namun yang menjadi persoalan adalah kita tidak atau kurang menghargai jam-jam ibadah itu.  Akibatnya kita pun datang sewenang-wenang.  Sengaja terlambat adalah salah satu bukti kita tidak menghormati TUHAN.

Apakah dampak negatif dari perilaku suka terlambat Ibadah?

1.  Anda akan kehilangan berkat rohani.  Firman Tuhan tidak lagi utuh anda terima.  Jika anda datang pertengahan kotbah, maka yang anda terima hanya setengah.  Bila anda datang di akhir kotbah maka anda hanya terima satu kalimat yaitu, “Kiranya Tuhan memberkati Amin..” 

2. Anda akan membuat orang yang lain terganggu.  Keterlambatan anda mungkin akan menggangu jemaat lain yang sudah datang tepat waktu, dan keterlambatan itu dapat mengganggu konsentrasi jemaat yang sedang fokus belajar Firman Tuhan.

3. Anda akan menjadi contoh buruk.  Perilaku terlambat anda bisa ditiru orang lain terutama orang-orang yang masih muda.  Apalagi jika anda adalah Tua-Tua jemaat, terlebih sebagai pendeta, maka anda telah mengkotbahkan secara tidak langsung bahwa terlambat ke gereja tidak apa-apa.

4. Menjadi kebiasaan yang sulit diubah.  Terlambat sekali, dua kali, maka itu sudah cukup bagi anda untuk terlambat ketiga kali, empat kali dan berkali-kali.  Hal ini akan menjauhkan anda menjadi orang yang disiplin dalam waktu. 

5. Merusak acara ibadah.  Ini khusus bagi yang mengambil bagian dalam acara di gereja.  Keterlambatan mereka dapat membuat acara menjadi molor.  Sering dalam ibadah gereja salah seorang partisipan terlambat datang dan harus ditunggu-tunggu. 

Mungkin kalau hanya pendoa, atau protokolnya terlambat masih bisa di ganti, yang sulit kalau pengkotbahnya terlambat,  bisa bahaya…

6. Silahkan tambahkan sendiri….

6 Cara Atau Tips Tepat Waktu Ke Gereja

1. Lakukan Persiapan satu hari sebelumnya.

Dengan sedikit perencanaan, kita dapat tiba di gereja tepat waktu dengan senyum tulus di wajah kita karena kita punya pagi yang menyenangkan.

Mulailah mempersiapkan malam sebelumnya. Mengambil beberapa menit pada hari sebelumnya untuk memilih pakaian untuk hari berikutnya, kemas tas popok, kumpulkan Alkitab dan buku catatan, dll.

Itu akan menghemat banyak waktu dan menghindari kerepotan pada pagi hari. Selain itu tidurlah tepat waktu. Jika kita tidak melakukannya, sungguh sulit untuk bangun walaupun alarm sudah berbunyi.

2. Bangun lebih awal.

Meskipun tergoda untuk menyetel alarm kita sedikit lebih lama karena ini adalah hari akhir pekan, melakukan hal itu akan menyebabkan keterlambatan. Yang terbaik adalah mengatur alarm selama satu jam lebih awal supaya banyak waktu untuk bersiap-siap.

Untuk dapat bangun lebih awal kita harus tidur lebih awal juga. Tidur yang cukup akan membuat tubuh kita segar dipagi hari dan memiliki persiapan yang lebih panjang.

3. Memperhitungkan jarak tempuh ke Gereja

Kita dapat memperhitungkan berapa jarak rumah kita dari gereja dan berapa lama perkiraan perjalanan. Ketika kebaktian dimulai jam 09.00 wib, maka untuk tiba lebih awal kita harus tahu jarak dari rumah ke gereja, sekaligus mengantisipasi gangguan dalam perjalanan seperti kemacetan lalu lintas dll.

Jika jarak tempuh dari rumah ke tempat perbaktian 30 menit, maka kita harus berangkat dari rumah satu jam atau 45 menit sebelumnya. Dengan demikian kita masih punya spasi waktu untuk santai sejenak di gereja.

4. Hilangkan gangguan.

Salah satu hal yang memperlambat adalah kita tergoda untuk memeriksa dan mengambil waktu untuk berselancar di media social kita atau menyalakan berita TV selama beberapa menit.

Solusi untuk masalah seperti ini sederhana: matikan TV, jangan periksa media sosial, jangan menarik mainan rumit untuk anak-anak, dll. Akan ada banyak waktu untuk kegiatan ini setelah gereja.

5. Sarapan pagi yang sederhana.

Salah satu kendala sulit tepat waktu adalah mempersiapkan sarapan pagi dan potluck bersama setelah kebaktian. Sudah menjadi alasan yang umum, demi mempersiapkan makan siang bersama,  maka menyita waktu dipagi hari untuk tepat waktu ke gereja.

Untuk mengatasi kendala ini adalah sarapan pagi sederhana saja. Untuk mengurangi kerepotan dipagi hari kita dapat mempersiapkan sore sebelumnya bahan-bahan makanan yang akan diolah sabat pagi. Bahkan beberapa orang sudah memasak sore harinya, tinggal dipanaskan di pagi hari.

6. Persiapan Rohani

Jika hati tidak disiapkan untuk menyambut hari perbaktian, maka persiapan diatas tidak akan banyak membantu. Karena terlambat atau tepat waktu itu adalah masalah hati.

Jika hati merindukan hadirat Tuhan, dan kita menghargai jam-jam ibadah yang telah diatur, maka kita akan membuat persiapan yang baik sehingga bisa tepat waktu hadir di gereja.

Penutup

Akhirnya, sekaranglah waktunya kita mengubah perilaku terlambat kita sebelum perilaku itu menjadi-jadi.  Marilah menghadiri panggilan Tuhan untuk beribadah sesuai dengan jam yang sudah ditentukan.

Mungkin suatu saat kita tidak akan bisa beribadah digereja karena satu dan dua hal, itu sebabnya selagi kita masih memiliki kesempatan untuk ke gereja gunakanlah waktu itu dengan bagik, seperti apa yang di nasehatkan

Paulus dalam Efesus 5:16  “dan pergunakanlah waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat.” Tentunya termasuk waktu beribadah harus digunakan sebaik-baiknya dengan tidak terlambat.

Jika anda tidak terlambat ke tempat pekerjaan, maka anda juga pasti bisa tidak terlambat ke gereja dan itu tergantung bagaimana anda belajar menghargai TUHAN dalam hidup kita.

Dengan demikian filosofi “Better late than never” tidak lagi berlaku karena sudah diganti dengan “Lebih baik tepat waktu dari pada terlambat” atau ” Terlambat tidak baik apalagi tidak datang”

Bagikan:

Comments

comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.