Pastordepan Media Ministry
Beranda Bible Studi Sistematis 5 Sikap Mengelola Keuangan Pada Masa-masa Sulit Menurut Alkitab

5 Sikap Mengelola Keuangan Pada Masa-masa Sulit Menurut Alkitab

A young businessman is building design on a gray background

Daftar isi:

[Sembunyikan] [Tampilkan]

    “Persembahkanlah syukur sebagai korban kepada TUHAN dan bayarlah nazar kepada Yang Maha Tinggi. Berserulah kepada TUHAN pada waktu kesesakan dan TUHAN akan meluputkanmu dan engkau akan memuliakan-Nya.“ Mazmur 50:14,15.

    Pendahuluan

    Kelihatannya dunia ini terlihat berputar di luar control dengan adanya peperangan, pertumpahan darah, kejahatan, amoral, bencana alam, dll.

    Ada desakan yang kuat dalam setiap keluarga untuk berpikir tentang kelangsungan hidup mereka sendiri.

    Pikiran digunakan untuk mengusahakan keamanan bagi keluarga. Begitu banyak tuntutan kehidupan yang harus dipenuhi seperti uang sekolah/kuliah anak-anak, kebutuhan rumah, makanan, pakaian, membayar cicilan jika ada, dll.

    Dalam khotbah di Atas Bukit Yesus menenkankan bahwa semua hal-hal yang disebutkan di atas dicari bangsa-bangsa yang tidak mengenal TUHAN.

    TUHAN mengetahui bahwa manusia membutuhkan semuanya itu. Tetapi Yesus mengingatkan agar manusia mencari kerajaan TUHAN lebih dulu dan kebenarannya maka semua yang manusia butuhkan akan ditambahkan.

    Manusia perlu bersandar kepada TUHAN lebih dari sebelumnya karena kehidupan ini akan semakin sulit.

    1. Menempatkan Tuhan yang Pertama.

    Baca 2 Tawarikh 20:1-22.

    Bangsa Israel dan raja Yosafat menghadapi tiga bangsa sekaligus yang datang menyerang Israel. Yosafat adalah seorang raja yang pemberani.

    Dia memiliki banyak sekali tentara dan orang-orang yang perkasa. Namun dalam keadaan krisis seperti itu, Yosafat tidak mengandalkan kekuatannya sendiri.

    Yosafat mengajak seluruh Israel untuk berdoa di rumah TUHAN. Seluruh Israel berdoa agar TUHAN menolong mereka sehingga nama TUHAN dimuliakan.

    Yosafat juga mengakui bahwa Israel tidak memiliki kekuatan untuk berperang, tidak tahu apa yang hendak dilakukan. Tetapi seluruh mata Israel tertuju kepada TUHAN.

    TUHAN menjawab pergumulan dan permohonan Israel. Roh Tuhan turun kepada hamba-Nya. Israel diminta untuk percaya kepada TUHAN dan nabi-Nya.

    TUHAN yang akan berperang bagi Israel. Peperangan itu menjadi peperangan TUHAN. Israel diminta untuk berdiri di tempat masing-masing dan melihat bagaimana TUHAN memberikan kemenangan kepada mereka.

    Akhirnya Yosafat Menyusun bangsa Israel. Barisan pertama justru paduan suara bukan tentara. Paduan suara mulai bernyanyi dan para musuh mulai saling membunuh satu sama lain.

    Tiga hari lamanya orang Israel mengumpulkan rampasan dan pada hari keempat mereka kembali ke Yerusalem sambal menyanyi.

    TUHAN yang melepaskan Israel adalah TUHAN yang sama di zaman ini. Kuasa-Nya sama besar dan dahsyat di zaman ini seperti di zaman lampau.

    Dalam menghadapi krisis kehidupan, hal pertama yang harus dilakukan adalah menempatkan TUHAN yang pertama, mencari TUHAN.

    Ini dilakukan oleh seluruh anggota keluarga atau anggota jemaat bahkan seluruh bangsa.

    2. Percaya kepada Tuhan Bukan Pada Sumber Daya Anda Sendiri.

    Baca 1 Tawarikh 21:1-14.

    Raja Daud telah melupakan perjanjian yang TUHAN buat dengan dirinya ketika Daud justru hendak mengandalkan kekuatan pasukan Israel dengan meminta panglima Yoab untuk menghitung barisan tentara Israel.

    Daud melupakan bagaimana TUHAN menolong Yonatan mengalahkan musuh, bangsa Filistin, padahal dia hanya seorang diri.

    Tidak peduli sedikit atau banyak kemampuan yang seseorang miliki, selama dia bersekutu dengan TUHAN, TUHAN dapat memberikan kemenangan.

    Ketika masa-masa sulit datang kepada raja Daud, dia membiarkan Iblis menggodanya untuk percaya pada kekuatan dan kecerdikannya sendiri.

    Yoab awalnya menolak untuk melaksanakan perintah raja Daud untuk menghitung jumlah bangsa Israel. Tetapi tindakan Daud ini justru membawa bencana kepada bangsa Israel.

    Tidak seorang pun yang sia-sia memercayai TUHAN. Ketika seseorang berperang, TUHAN akan berperang baginya karena hanya TUHAN yang dapat memberikan kemenangan. Manusia sangatlah tergoda untuk percaya pada kekuatan, simpanan di bank.

    Tetapi dalam setiap krisis yang dihadapi manusia di ALkitab, ketika orang percaya kepada TUHAN, Dia menghormati kepercayaan manusia itu dan menyediakan pertolongan.

    Umat-Nya harus menggunakan waktu untuk bergaul dengan TUHAN, keluar dari utang dan menjadi murah hati dengan apa yang telah diberikan kepadanya.

    Manusia membutuhkan TUHAN kemarin, sekarang dan selamanya. Kemenangan demi kemenangan hanya datang dari pada-Nya bukan pada sumber kekuatan manusia.

    3. Hidup Sederhana dan Berbagi

    Baca 2 Petrus 3:3-12.

    Apakah yang orang Kristen seharusnya lakukan dalam menghadapi masa-masa sulit?

    Orang Kristen akan menggunakan asetnya untuk memberi tahu orang lain kabar Injil dan apa yang TUHAN telah persiapkan bagi mereka yang mengasihi-Nya.

    Yesus segera akan datang untuk memberikan kehidupan kekal bagi mereka yang percaya. Segala sesuatu di dunia ini akan hangus dibakar oleh sebab itu perlu menggunakan dengan baik berkat-berkat TUHAN dalam diri.

    Sekaranglah waktunya umat TUHAN harus mengurangi harta milik ganti menambahnya. Tidak lama lagi umat TUHAN akan pindah ke suatu negeri yang lebih baik di surga. Hidup ini singkat dan tidak ada yang tahu kapan hidupnya akan berakhir.

    Ketika seseorang mati, maka hal berikutnya yang dia ketahui ialah kedatangan Yesus yang kedua kali.

    Itu sebabnya setiap orang Kristen harus hidup dalam terang kekekalan. Memang manusia harus tetap bekerja keras untuk menyediakan bagi dirinya dan keluarga.

    Jika seseorang telah diberkati dengan kekayaan, tidak ada yang salah dengan menikmatinya sekarang asalkan jangan menjadi tamak dan tetap bermurah hati kepada orang-orang yang membutuhkan. Semua yang ada di dunia ini adalah sementara termasuk kekayaan.
    Manusia perlu berhati-hati dengan kekayaan itu karena kekayaan memiliki potensi merusak secara rohani.

    4. Menentukan Prioritas Utama.

    Matius 6:24; 1 Yohanes 2:15-17.

    Tidak ada komitmen setengah jalan kepada Kristus. Komitmen itu harus sepenuhnya dan sampai akhir hidup.

    Perintah utama di dalam Alkitab adalah kasihilah TUHAN Allah dengan segenap hati, segenap jiwa dan segenap akal budi dan segenap kekuatan.

    Ini berarti tidak ada yang tersisa untuk guru yang lain, semuanya untuk Kristus.

    Manusia tidak bisa melayani dua tuan, TUHAN dan Mamon. Yesus tidak mengatakan bahwa sukar melayani TUHAN dan uang atau bahwa manusia perlu berhati-hati melayani keduanya. Y

    esus katakan melayani dua TUHAN tidak bisa dikerjakan. Itu sebabnya Paulus mengingatkan agar manusia fokus pada perkara-perkara yang di atas bukan perkara-perkara yang dibumi.

    Penarikan dari semua yang ada di dunia ini begitu kuat yang hanya menawarkan kepuasan sementara.

    Bahkan orang Kristen sekali pun juga menghadapi perasaan mencintai perkara-perkara dunia meskipun orang Kristen mengetahui bahwa suatu saat nanti dunia ini akan berakhir.

    Tetapi, kabar baiknya adalah bahwa manusia tidak perlu membiarkan dirinya ditarik kepada perkara-perkara dunia.

    Itu sebabnya umat TUHAN haus berusaha kedapatan tak bercacat dan tak bernoda di hadapan TUHAN, hidup suci dan saleh. Umat TUHAN harus tahu mana yang menjadi prioritas kehidupan.

    Prioritas itu bukanlah mencari kekayaan atau bahkan menumpuk kekayaan.

    Prioritas umat TUHAN adalah mengutamakan TUHAN, menggunakan semua sumber daya yang ada untuk kemuliaan nama TUHAN bukan diri sendiri karena semua penarikan dunia adalah sia-sia.

    Baca Juga:

    Lakukan 5 Hal ini Sebelum Ajal Menjemput

    3 Cara Melindungi Diri dari Sifat Ketamakan

    5 Cara Alkitab Memperlakukan Janda dan Anak Yatim

    Cara Bijaksana Menangani Utang

    5. Memberi Selagi Masih Ada Kesempatan

    Baca Wahyu 13:11-17; Ulangan 14:22.

    Akan ada satu peristiwa yang menyakitkan sebelum kedatangan Yesus kedua kali. Ini yang disebut oleh Daniel masa kesesakan besar (Daniel 12:1).

    Masa kesesakan besar ini dijelaskan oleh Yohanes Kekasih dalam Wahyu 13. Manusia tidak boleh berjual-beli jika tidka memiliki tanda binatang yang dipaksakan oleh binatang yang keluar dari dalam laut dan dibantu oleh binatang yang keluar dari dalam bumi.

    Tidak dapat membeli atau menjual semua berarti tidak dapat berfungsi dalam masyarakat. Tekanan pada mereka yang tetap setia akan sangat besar.

    Semakin banyak uang dan harta semakin besar tekanan untuk menyesuaikan diri.

    Lalu bagaimana menghadapi peristiwa itu nanti?

    Sejak sekarang orang Kristen harus bersedia oleh memastikan melalui kasih karunia TUHAN bahwa orang Kristen bukanlah hamba uang.

    Uang dan harta itu harus diserahkan kepada TUHAN. Itu sebabnya TUHAN menetapkan system persepuluhan supaya manusia dapat belajar untuk selalu takut kepada TUHAN (Ulangan 14:23).

    Takut kepada TUHAN berarti percaya kepada-Nya, berlindung kepada-Nya (Mazmur 31:20).

    TUHAN menetapkan system persepuluhan untuk melindungi manusia dari cinta diri dan mendorong manusia untuk percaya kepada-Nya yang menyediakan kebutuhan manusia.

    Setia dalam persepuluhan saat ini bukan menjamin tetap setiap di akhir, dan mereka yang tidak setia dalam persepuluhan pastilah mereka menetapkan diri mereka bermasalah di akhir.

    Kesimpulan.

    Alkitab tidak pernah menyatakan bahwa kekayaan menjadi penambah komitmen kerohanian seseorang. Justru fakta menjelaskan bahaya di balik kekayaan.

    Cinta akan uang, Hasrat akan kekayaan adalah rantai emas yang mengikat manusia pada setan.

    Kemakmuran yang terjadi pada gereja dan anggota jemaat pastilah memengaruhi kerohanian dan bukan juga untuk kebaikan.

    Apakah kekayaan dan kelimpahan materi menumbuhkan kebajikan Kristen akan penyangkalan diri dan pengorbanan diri?

    Dapatkan segala fasilitas yang dimiliki baik jasmani maupun kebutuhan hidup yang berlimpah menjadikan seseorang tidak mengasihi dunia atau perkara-perkara duniawi lainnya?

    Meskipun banyak anggota gereja yang tidak memiliki kemewahan dunia, tetapi banyak yang mencintai dunia dan jemaat TUHAN melakukannya dengan membahayakan jiwa-jiwa mereka sendiri.

    Bagaimana dengan mereka yang memiliki kekayaan di level menengah? Mereka juga berada dalam bahaya mabuk secara rohani oleh karena kemakmuran mereka sendiri.

    Itulah sebabnya perpuluhan dapat menjadi satu penangkal rohani yang berkuasa untuk bahaya kekayaan bahkan kepada mereka yang tidak terlalu kaya.

    Entah seseorang itu kaya atau miskin, seseorang harus tetap setia kepada TUHAN. Kekayaan bisa membingungkan kemiskinan juga demmikian.

    Itu sebabnya kesetiaan menjadi sangat penting baik dalam situasi kaya atau miskin. Bersandar kepada TUHAN adalah suatu pengalaman belajar.

    Belajar yang dimaksud adalah mendengar, diajar, menyanyikan pujian, dan membaca firman-Nya. Belajar juga harus diteruskan kepada anak-anak sementara mereka duduk, berjalan, berbaring dan bangun.

    Persekutuan sehari-hari dengan TUHAN dan hidup sederhana harus menjadi aturan kehidupan karena manusia tidak tahu jam berapa TUHAN akan datang.

    Komentar
    Bagikan:

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    Iklan