5 Pertanda Kerohanian Anda Mulai Mati

Kita memiliki 2 kehidupan dalam diri kita, kehidupan jasmani dan kehidupan rohani. Secara rohani boleh jadi kita hidup, masih bernafas, masih bisa bergerak dan melakukan aktifitas kita, karena kita merawat tubuh kita dengan makan dan minum tiap hari. Tetapi secara rohani bisa saja kita setengah mati atau sekarat bahkan mati.

Kehidupan rohani sama dengan kehidupan jasmani, perlu makan dan minum, perlu gerak badan, perlu aktifitas yang membuat kerohanian kita tetap hidup dan sehat.

Untuk mengetahui apakah kehidupan rohani saya sehat atau tidak, berikut tanda-tandanya.

1. Jika anda tidak berminat membaca dan mempelajari Alkitab.

Seperti halnya tubuh perlu makan, maka kerohanian kita perlu dikasih makan dan minum supaya dia tetap hidup. Makan dan minuman untuk kerohanian adalah Firman Tuhan, yang bisa kita dapatkan dari membaca dan mempelajari Alkitab. Karena dengan membaca dan mempelajari, iman akan bertumbuh.

1 Timotius 4:13, Kisah 15:31, Efesus 3:4

2. Jika anda tidak pernah atau jarang membangun hubungan melalui doa.

Doa disebut sebagai nafas iman orang beriman. Sebagaimana tubuh tanpa nafas akan mati, demikian juga kerohanian kita akan mati jika tidak berdoa. Berdoa adalah berbicara kepada Tuhan seperti kepada seorang sahabat. Dengan berdoa iman kita akan selalu disegarkan dengan hadirat Tuhan.

1 Tesalonika 5:17, Maz 86:6, Efesus 6:18, Yakobus 5:16, Lukas 22:40,46.

3. Jika anda tidak berminat kepada perkara rohani.

Mendapatkan tubuh yang sehat salah satunya adalah dengan bergerak badan. Tidak bergerak badan membuat tubuh tidak segar dan lemak dalam tubuh tidak dibakar.

Kerohanian juga memerlukan gerak badan, yaitu aktif melakukan dan terlibat dalam kegiatan-kegiatan rohani, seperti persektuan, ibadah-ibadah, pertemua doa, pemuridan, dan penginjilan.

Dengan aktif terlibat kegiatan kerohanian, iman kita akan terus terjaga, dan bertumbuh lebih baik dari pada mereka yang tidak tertarik.

Yohanes 3:6, 1 Sam 16:14, Ibrani 10:25

4. Jika anda beragama hanya sebagai formalitas/basa-basi atau rutinitas saja.

Formalisme dalam beragama tidak membangun, karena itu hanya sekedar basa-basi saja. Ke gereja hanya sekedar rutinitas atau sekedar isi absen.

Keterlibatan dalam pelayanan hanya sekedar ikut-ikutan. Secara lahirian kelihatan orang yang rohani dan alim, tetapi secara batiniah tidak diubahkan oleh aktifitas pelayanan tersebut.

Orang-orang farisi dan ahli taurat dikecam oleh Yesus karena agama mereka hanya jubahnya saja. Beragama seperti ini tidak sehat, bahkan cenderung mengarah kepada kematian spiritual, karena tidak akan menghidupkan iman orang lain.

Matius 23:13-29

5. Jika hidup dalam dosa tapi tidak mau bertobat.

Tidak ada orang yang tidak berdosa, tetapi orang yang berdosa yang menyadari dosanya dan meninggalkan dosa itu akan mendapat berkat rohani.

Imannya yang redup kembali menyala dan diteguhkan dalam kebenaran. Meninggalkan dosa sama dengan menghidupkan kembali kerohanian kita.

Matius 3:8, Wahyu 2:21, Lukas 5:32, Lukas 13:5

Anda bisa menambahkan daftar ini sebanyak-banyaknya..

Bagikan:

Comments

comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.