5 Cara Merawat Pengharapan Advent Kita

Teks: Ibrani 12: 22-24

Pendahuluan

Kita adalah orang-orang advent, orang-orang yang menantikan kedatangan Yesus yang kedua kali. Kita semua adalah orang-orang yang ingin pergi ke sorga.

Dan hanya Yesus yang bisa membawa kita ke sorga, itulah sebabnya saya dan saudara sementara menunggu dia datang untuk menjemput kita kesana.

Tetapi pekerjaan menunggu adalah pekerjaan yang bagi sebagian kita membosankan. Apalagi kalu menunggunya cukup lama.

Dan pada masa penantian inilah akhinya banyak orang yang tidak sabar, tidak setia menunggu dan memudar pengharapan advent mereka, bahkan iman mereka gugur dalam penantian.

Maka, supaya pengharapan advent kita tidak memudar, terus menyala, kita tetap setia menunggu, iman kita tidak gugur, kita harus merawat pengharapan ini.

Ada 5 sarana memelihara pengharapan Advent kita yaitu melalui ibadah, Perjamuan kudus, sabat, bersaksi dan tanda-tanda kedatangan Yesus.

1. Ibadah – sebuah pendahuluan ibadah sorgawi.

Cara pertama untuk memelihara dan memperkuat pengharapan advent di hati kita adalah melalui ibadah pribadi dan bersama.

Ketika kita beribadah, kita menerobos batasan waktu dan ruang dan merasakan pendahuluan akan berkat surgawi masa depan, dimana kita akan menyembah Tuhan pencipta dan penebus dan dalam persekutuan dengan orang-orang tebusan dari segala jaman.

Kita akan beribadah bersama dengan Adam dan hawa, Nuh, Henok, Musa, Abraham, Ishak, Yakub, Daud, Elia, Paulus, dll..dan itu bukan kebaktian online..

Penulis Surat Ibrani berbicara tentang fungsi penting dari ibadat ini:

” Tetapi kamu sudah datang ke Bukit Sion, ke kota Allah yang hidup, Yerusalem sorgawi dan kepada beribu-ribu malaikat, suatu kumpulan yang meriah, dan kepada jemaat anak-anak sulung, yang namanya terdaftar di sorga, dan kepada Allah, yang menghakimi semua orang, dan kepada roh-roh orang-orang benar yang telah menjadi sempurna, dan kepada Yesus, Pengantara perjanjian baru, dan kepada darah pemercikan, yang berbicara lebih kuat dari pada darah Habel.”(Ibrani 12: 22-24).

Perikop ini menyebutkan beberapa kemuliaan masa depan, terutama melalui pengalaman penyembahan, yaitu Yerusalem baru, pertemuan sukacita para malaikat, dan persekutuan orang-orang yang ditebus dan dengan Kristus Sendiri.

Itu sebabnya ibadat kita bersama hari ini, adalah cicipan peribadatan sorgawi yang akan datang. Kalau dikatakan cicipan, itu seperti makanan, sebelum kita menikmati hidangan sesungguhnya, kita cicip dulu sedikit. Kita rasakan dulu sedikit..

Nyanyian, doa, proklamasi, kesaksian dan persekutuan dengan sesama anggota dapat memberi kita gambaran pendahuluan tentang Yerusalem surgawi di masa depan dan pesta berkumpul anak-anak Tuhan.

Pengalaman seperti itu memelihara dan memperkuat Harapan Adven di hati kita dengan merasakan ibadat hari ini sebagai pendahuluan kepada ibadat sejati dimasa depan.

Saling Memberi Semangat.

Ibadah bersama juga memelihara pengharapan advent kita dimana kita mempunyai kesempatan untuk saling mendukung.

Setiap hari kita merasakan sakit, kesedihan, frustrasi, kita kecewa dan mengalami ketegangan hidup. Dan situasi ini terus-menerus menggoda kita untuk melepaskan pengharapan advent kita.

Maka ketika kita berkumpul bersama, kita bisa mendapat dan memberi Dorongan dari keluarga gereja yang peduli satu dengan yang lain.

Terutama ketika kita merasa bahwa beban hidup ini terlalu berat untuk ditanggung, maka dengan dorongan sesama keluarga gereja, kita dapat memperbarui harapan kita dan membantu kita untuk melihat terang di ujung terowongan.

Itu sebabnya kehadiran kita dalam setiap pertemuan ibadah, harus menciptakan suasana yang baik dan akrab, mendorong satu sama lain, bahwa kita akan sama-sama ke sorga.

Penulis Surat Ibrani berbicara secara khusus tentang saling mendorong, dalam ibadah bersama orang-orang advent:

Janganlah kita menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah kita, seperti dibiasakan oleh beberapa orang, tetapi marilah kita saling menasihati, dan semakin giat melakukannya menjelang hari Tuhan yang mendekat. Ibrani 10:25

Perlu dicatat, bahwa ada satu kebutuhan untuk berkumpul bersama dalam ibadah untuk saling menguatkan, seiring dengan kedatangan Tuhan yang semakin dekat.

Alasannya adalah semakin kita dekat kepada kedatangan Yesus, semakin intens upaya Setan untuk merusak pekerjaan Tuhan dalam hidup kita dan di dunia ini.

Celaka bagimu, hai bumi dan laut, karena iblis telah turun kepadamu dengan sangat marah, karena dia tahu bahwa waktunya singkat!” (Wahyu 12:12).

Inspirasi dan dorongan yang kita terima dari beribadah bersama dengan rekan seiman dapat membantu kita untuk berpegang teguh pada iman dan harapan kita pada Juruselamat yang akan datang.

2. Perjamuan Tuhan

Aspek penting dari ibadah yang dapat memelihara pengharapan advent kita adalah perayaan Perjamuan Tuhan.

“Sebab setiap kali kamu makan roti ini dan minum cawan ini, kamu memberitakan kematian Tuhan sampai Ia datang.” (1 Kor 11:26).

Dengan kata lain, dengan berpartisipasi dalam Perjamuan Tuhan, kita tidak hanya merayakan kematian Yesus tetapi juga Parousia kedatangan Yesus kedua.

Di satu sisi, kita melihat kembali Perjamuan Terakhir dan kurban penebusan Tuhan kita, dan di sisi lain, kita menantikan Perjamuan Pernikahan anak domba dan Kedatangan Kembali Yesus dalam kemuliaan-Nya.

Jadi symbol yang digunakan dalam perjamuan penting untuk mengalami realitas rohani.

Melalui Perjamuan Tuhan kita tidak hanya melihat apa yang Kristus telah capai untuk kita di kayu Salib, tetapi juga, apa yang Dia telah capai untuk kita pada Kedatangan-Nya yang kedua.

Jadi, setiap Perjamuan Tuhan harus dipandang sebagai perayaan, tidak hanya kepada kematian penebusan Kristus, tetapi juga Kedatangan-Nya yang mulia.

Sama seperti orang Yahudi mengakhiri kebaktian Paskah mereka dengan kata-kata, “Tahun depan di Yerusalem!”

jadi kita sebagai orang Kristen harus menutup Perjamuan Tuhan kita dengan kata-kata: “Yesus pasti datang [Maranatha!] (1 Kor 16:22).

Sering kali makna eskatologis dari Perjamuan Tuhan ini sering diabaikan. Oleh karena itu, kita harus melihat setiap kebaktian Perjamuan kudus sebagai cicipan perjamuan Yesus nanti dalam kerajaan Tuhan di sorga.

3. Hari sabat. Penciptaan, Penebusan, Pemulihan.

Hal yang berhubungan erat dengan ibadah dan Perjamuan kudus adalah perayaan Sabat.

Ini adalah institusi ilahi yang, seperti Perjamuan Tuhan, kita diundang tidak hanya untuk melihat ke belakang, tetapi juga untuk melihat ke depan.

Sabat tidak hanya memperingati penciptaan Tuhan yang sempurna atas dunia ini dan penebusan yang sempurna, tetapi juga pemulihan masa depan manusia dan dunia ini.

Pada jaman Perjanjian Lama, sabat mingguan dan tahunan memberikan kepada mereka pengalaman perdamaian, istirahat, dan pembebasan kepada orang-orang Yahudi, dimana ini bertujuan untuk melambangkan dan memelihara harapan penebusan mesianik di masa depan.

Demikian pula dalam Perjanjian Baru “istirahat Sabat” yang “tersisa. . . untuk umat Allah ”(Ibr 4: 9) dipandang sebagai istirahat secara fisik dari pekerjaan untuk merayakan tidak hanya penciptaan dan penebusan Allah di masa lalu, tetapi juga pemulihan dimasa depan atas dunia ini dan kehidupan kita.

Jadi sabat sangat kaya dengan makna dan pengalaman, Sabat menawarkan jaminan teologis dan kesempatan praktis untuk memelihara dan memperkuat pengharapan advent kita.

Jaminan Istirahat di Masa Depan.

Secara teologis Sabat hari ketujuh memelihara pengharapan advent kita. kita diyakinkan bahwa ada “istirahat Sabat” di masa depan yang “tersisa. . . untuk umat Allah ”(Ibr 4: 9).

Hari Sabat tidak hanya menawarkan kepada kita kepastian akan istirahat di masa depan, tetapi juga kita ditantang untuk “Karena itu baiklah kita berusaha untuk masuk ke dalam perhentian itu, supaya jangan seorang pun jatuh karena mengikuti contoh ketidaktaatan itu juga.” (Ibr 4:11).

Contoh ketidak taatan yang disinggung disini adalah orang-orang Israel dari generasi padang gurun, mereka tidak taat sehingga mereka gagal memasuki tanah perjanjian

Jadi, Pengalaman itu menjadi peringatan bagi kita yang menanti-nantikan kanaan sorgawi, karena Sabat juga merupakan salah satu hal yang ada disana.

Jadi kalau kita menjadi seperti generasi padang gurun, kita tidak setia dan tidak taat, maka kita tidak akan memasuki Kanaan sorgawi dimasa depan.

4. Bersaksi

Cara yang keempat memelihara dan memperkuat Harapan Adven kita, selain ibadah bersama, pelayanan Perjamuan Tuhan, dan perayaan Sabat, tetapi juga melalui berkat-berkat yang kita berikan kepada orang lain saat kita berbagi dengan mereka kabar baik tentang kedatangan Juruslamat.

Kebenaran alkitabiah akan menyala dengan jelas dipikiran kita, saat kita membagikannya kepada orang lain.

Harapan Advent begitu dalam dirasakan oleh orang Kristen Perjanjian Baru sehingga mereka menciptakan kata sandi “Maranatha — Tuhan kita akan datang” untuk saling menyapa (1 Kor 16:22).

Salam seperti itu menyimpulkan pengharapan mereka akan kedatangan Yesus dan memotivasi mereka untuk membagikan iman mereka.

Orang Tesalonika, misalnya, yang sangat percaya pada Kedatangan Kristus yang sudah dekat (1 Tes 5: 1-11; 2 Tes 2: 1-12), dan Paulus memuji mereka atas semangat penginjilan mereka:

“Kamu menjadi teladan bagi semua orang percaya di Makedonia dan Akhaya. . . imanmu kepada Tuhan telah menyebar kemana-mana, sehingga kami tidak perlu berkata apa-apa ”(1 Tes 1: 7-8).

Pengalaman orang Tesalonika sering diulang dalam perjalanan sejarah.

Pekabaran kedatangan Yesus telah membawa tidak hanya kebangunan rohani, tetapi juga keinginan untuk menjangkau seluruh dunia dengan kabar baik tentang keselamatan.

Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh adalah contohnya. Gereja kita tumbuh dari pergerakan Advent tahun 1840-an.

Keyakinan akan Kedatangan Kristus telah mempengaruhi tidak hanya gaya hidup mereka, dengan menginspirasi umat Masehi Advent Hari Ketujuh untuk hidup sehat dan suci, tetapi juga akan misi mereka, dengan jangkauan penginjilan global mereka.

Jadi selama Harapan Advent mempengaruhi kehidupan Kristen, kita akan termotivasi untuk bersaksi, dan itu akan menguatkan pengharapan advent kita, terus bertumbuh.

5. Tanda advent “kedatangan Yesus”

Cara terakhir untuk memperkuat Harapan Advent kita, kita sebut tanda-tanda Advent.

Tanda-tanda itu bisa dikenali. Tanpa tanda-tanda yang bisa dikenali, kita kehilangan harapan untuk mencapai tujuan kita.

Itu sama seperti ketika kita pergi dengan mobil dijalan raya. Sepanjang jalan kita melihat banyak tanda-tanda penunjuk.

Ada tanda menanjak, menurun, belok kiri, kanan, verboden, berhenti, satu arah, ada tanda penunjuk tujuan kita masih jauh atau sudah dekat.

Sama halnya perjalanan kita kesorga, Yesus memberikan banyak tanda-tanda penunjuk,

Kristus menyadari kebutuhan manusia akan tanda-tanda yang dapat memelihara harapan kita akan Kedatangan-Nya yang segera.

Karena itu Dia memberikan beberapa tanda yang menandakan kedatangan-Nya kembali.

Kami mencatat bahwa tanda-tanda ini memelihara pengharapan advent kita, tanda-tanda itu bukan dengan menunjukkan waktu yang tepat dari Kedatangan Kristus, tetapi arah bahwa kepastian dan kedekatan kedatangan-Nya.

Beberapa tanda yang bisa kita lihat, Markus 13:10, injil diberitakan diseluruh dunia.

Tanda-tanda lain, seperti gempa bumi, tornado, banjir, kelaparan, dan sampar (Markus 13: 8; Lukas 21:11) semua ini memperkuat Harapan Adven kita.

Setiap hari kita melihat dan mendengar berita-berita bencana, wabah, kejahatan dan itu terus-menerus terjadi.

Untuk mengingatkan kita tentang penghakiman terakhir atas kejahatan manusia yang akan dilakukan Kristus pada Kedatangan-Nya.

Tanda-tanda ini juga adalah pesa untuk orang-orang yang tidak percaya, tanda-tanda ini memanggil mereka untuk bertobat dan diselamatkan sebelum terlambat selamanya.

Tanda-tanda kedatangan Yesu, yang penggenapannya terus-menerus kita saksikan, memperkuat Harapan Advent kita, untuk mendorong kita selalu siap menantikan Yesus datang.

Inti dari semua kotbah Yesus dibukit adalah: “Karena itu berjaga-jagalah, karena kamu tidak tahu pada hari apa Tuhanmu Datang” (Mat 24:42; lih. Ay 43, 44; 25:13).

Semua tanda-tanda yang disebutkan Yesus secara umum semua sudah digenapi disetiap jaman.

Jadi proklamasi Injil di seluruh dunia (Markus 13:10), tanda-tanda pemberontakan manusia dan ideologi antikristus, konflik militer antar bangsa, dan pelanggaran hukum (Markus 13: 6-9),

dan tanda-tanda penghakiman ilahi, yang dinyatakan melalui malapetaka seperti gempa bumi, tornado, banjir, kelaparan, dan sampar (Markus 13: 8; Lukas 21:11) —

Bagi kita orang percaya, semua tanda ini adalah pengingat bahwa “kedatangan Tuhan sudah dekat. . . Hakim telah berdiri di ambang pintu.”(Yakobus 5: 8-9)

Kesimpulan

Untuk memelihara dan memperkuat Harapan Adven di dalam hati kita, Tuhan telah menyediakan sumber daya penting seperti ibadah, Perjamuan Tuhan, hari Sabat, bersaksi, dan tanda-tanda Advent.

Tanpa Harapan Adven, kita akan kehilangan makna hidup. Motivasi akan menjadi lemah atau bahkan kurang “untuk hidup tenang, jujur, dan saleh” (Titus 2:12) menghadapi masalah, rasa sakit, dan penyimpangan dari dunia sekarang ini.

Janji kehidupan kekal tanpa Kedatangan Kedua akan seperti tangga yang tidak mengarah ke mana pun, atau seperti cek besar yang ditarik dari rekening tanpa dana.

Kedatangan Kristus yang mulia adalah kebutuhan kita yang penting untuk memberikan makna dalam hidup. Kita terus didorong untuk semangat, berani dan setia menanggung segala sesuatu, bahwa hidup dimasa depan akan jauh lebih baik.

Tanpa Harapan Adven hanya akan ada Keputusasaan Manusia. Jadi Mari kita berterima kasih kepada Tuhan yang telah menyediakan 5 sarana dimana kita bisa merawat pengharapan advent kita.

Bagikan:

Comments

comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.