5 Cara Membaca Dan Memahami Kitab Daniel

Bagaimana cara mempelajari kitab Daniel hingga bisa memahaminya?

I. MEMAHAMI INTI KITAB DANIEL: KRISTUS

Kristus adalah INTI dari Alkitab [Lukas 24:25-27, Yohanes 5:39, 2 Korintus 1:19-20]. Itu juga berarti KRISTUS adalah PUSAT dari kitab Daniel.

Perhatikan mulai dari pasal 1 – 12 sbb:

Pasal 1 : Pengalaman Daniel (walaupun tdk sempurna) dari kaum bangsawan menjadi tawanan di Babilon sejalan dengan pengalaman Kristus meninggalkan surga untuk hidup di dunia fana.

Pasal 2 : Kerajaan Kristus [Batu] pada akhirnya akan menggantikan semua kerajaan dunia.

Pasal 3 : Kristus berjalan bersama hamba-hambanya yang setia di tengah perapian.

Pasal 4 : Raja Nebukadnezar dihukum oleh Raja Sorga yaitu Dia yang pemegang kekuasaan, Dialah Yesus Kristus (Matius 28:18).

Pasal 5 : Akhir hidup raja Belsyazar dan jatuhnya kerajaan Babilon sebagai gambaran akan berakhirnya Babel akhir zaman oleh Yesus Kristus.

Pasal 6 : Tuduhan palsu kpd Daniel demikian juga tuduhan palsu disuarakan kepada Yesus oleh para imam.

Pasal 7 : Kristus digambarkan sebagai Anak Manusia yang akan menerima kerajaan dan memerintah atas umat-Nya selamanya.

Pasal 8 : Menunjukkan Kristus sebagai Imam di Bait Suci surgawi.

Pasal 9 : Menggambarkan Kristus melalui pengorbanan-Nya menegaskan kembali perjanjian antara Allah dan umat-Nya.

Pasal 10-12 : Menyajikan Kristus sebagai Mikhael, Panglima tertinggi, yang bertarung melawan kekuatan jahat dan memenangkannya.

Jadi marilah kita ingat bahwa Kristus adalah pusat kitab Daniel. Di setiap bab buku ini ada beberapa pengalaman atau ide yang menunjuk kepada Kristus.

Aplikasi: Ditengah pergumulan, pencobaan, atau di saat-saat yang penuh kebahagiaan dan kemakmuran, JADIKANLAH KRISTUS SEBAGAI PUSAT KEHIDUPAN KITA.

II. MEMAHAMI STRUKTUR KITAB DANIEL

Kitab Daniel disusun dengan model sastra tertentu, hal ini dimaksudkan untuk memperkuat PESAN UTAMA yang hendak disampaikan.

Contohnya: Susunan Daniel pasal 2-7 menekankan pada kedaulatan Allah atas raja-raja di bumi ketika Dia mengangkat dan menggantikan mereka.

Inilah strukturnya disusun secara paralel: [Pasal 2-3-4-5-6-7]

Pasal 2 dan 7 Berbicara tentang Mimpi Nebukadnezar dan Penglihatan Daniel.

Pasal 3 dan 6 Berbicara tentang Tuhan menyelamatkan Daniel dan 3 temannya

Pasal 4 dan 5 Berada pada posisi tengah, berbicara tentang Penghakiman atas Nebukadnezar dan Belsyazar.

CARA paling efektif untuk menyampaikan pesan dan memperjelas poin utama adalah dengan PENGULANGAN.

Kita menemukan model pengulangan ini di banyak bagian Alkitab.

Contohnya: Tuhan memberi Firaun dua mimpi dengan makna yang sama tentang masa depan Mesir [Kej 41:1-7].

1. Tujuh sapi gemuk dimakan tujuh sapi kurus.

2. Tujuh bulir gandum sehat dimakan oleh tujuh bulir gandum kurus.

Demikian juga kitab Daniel menggunakan model pengulangan, misalnya: Pasal [2], [7], [8-9], [10-12]

Meskipun setiap garis besar nubuatan menyampaikan perspektif yang berbeda, namun ke-empat bagian dalam pasal-pasal tersebut merupakan 4 siklus nubuatan yang merupakan pengulangan dari struktur dasar keseluruhan.

Setiap nubuatan mencakup periode sejarah yang sama dari zaman nabi Daniel sampai akhir zaman.

Pesan utama dari 4 nubuatan tersebut adalah KEDAULATAN ALLAH YANG TERTINGGI, yang tidak dapat disangkal.

Meskipun setiap garis besar nubuatan menyampaikan perspektif yang berbeda, bersama-sama mereka mencakup periode sejarah yang sama, membentang dari zaman nabi sampai akhir, seperti yang ditunjukkan diagram berikut:

DANIEL 2 DANIEL 7 DANIEL 8, 9 DANIEL 11-12
Babilon Babilon    
Media-Persia Media-Persia Media-Persia Media-Persia
Yunani Yunani Yunani Yunani
Roma Roma Roma Roma
Kerajaan Allah didirikan Penghakiman Surgawi yang menuntun kedunia baru Pemulihan Bait Suci Mikhael muncul

Harapan besar apa yang diberikan teks-teks ini mengenai prospek jangka panjang kita? Dan. 2:44, Ps. 9: 7-12, 2 Ptr. 3: 11-13.

Hari depan umat Tuhan penuh harapan, krn Tuhan berdaulat dan Ia memegang kendali.

III. MEMAHAMI NUBUATAN APOKALIPTIK DALAM KITAB DANIEL

Kitab Daniel adalah kitab nubuatan Apokaliptik, sementara sebagian besar nubuatan PL termasuk dlm kategori nubuatan klasik.

PERBEDAAN Nubuatan Klasik dan Nubuatan Apokaliptik :

1. Nubuatan KLASIK

Menggambarkan Allah bertindak dlm sejarah untuk memulihkan dunia berdasarkan struktur geografis dan etnis dari perjanjian yg dibuat [misalnya: kitab Yesaya, Yeremia].

Melibatkan simbol-simbol yang sesuai dengan kehidupan. Penggenapannya sering bergantung pada tanggapan manusia [Bersyarat], misalnya dalam Yunus 3:3-10, tentang pertobatan Ninewe.

2. Nubuatan APOKALIPTIK

Menunjukkan bahwa Allah akan menghancurkan tatanan lama sebelum memulihkan dunia.

Dalam kitab Daniel Tuhan mengungkapkan kebangkitan dan kejatuhan kerajaan-kerajaan dunia dari zaman Daniel hingga akhir zaman.

Tuhan juga menggunakan simbol di luar dunia nyata seperti monster dengan sayap dan tanduk. Nubuatan Apokaliptik tidak bersyarat.

Apa manfaat dari mengetahui nubuatan Klasik dan nubuatan Apokaliptik?

1. Menunjukkan bahwa Allah menggunakan berbagai pendekatan untuk mengkomunikasikan kebenaran nubuatan [Ibrani 1:1].

 2. Membantu kita untuk lebih menghargai keindahan dan kerumitan Alkitab.

 3. Membantu kita menafsirkan nubuatan Alkitab dengan cara yang konsisten dengan kesaksian seluruh Alkitab dan dengan tepat menjelaskan firman kebenaran [2 Tim 2:15].

Baca Yunus 3: 3-10. Apakah ini nubuatan klasik atau apokaliptik?  Bagaimana dengan Daniel 7: 6?

Pada bagian Hosea 3: 4, 5; Amos 8:11; dan Zakharia 9: 1; beberapa orang Kristen dewasa ini berharap peristiwa terakhir sejarah dunia akan terjadi di Timur Tengah.

Apa yang salah dengan penafsiran ini? Bagaimana mengetahui perbedaan antara nubuatan apokaliptik dan nubuat klasik dapat membantu kita mengklarifikasi masalah ini?

IV. MEMAHAMI SKALA WAKTU ALLAH

Ada 4 pendekatan dalam memahami nubuatan :

1. Preterisme : Memandang peristiwa nubuatan yg diumumkan di Daniel telah terjadi di masa lalu.

2. Futurime : Berpendapat bahwa nubuatan yg sama msh menunggu penggenapan di masa depan.

3. Idealisme : Berpendapat bahwa nubuatan apokaliptik adalah simbol dari realitas spiritual umum tanpa referensi sejarah tertentu.

4. Historisme : Menyatakan bahwa dlm nubuatan apokaliptik, Allah mengungkapkan urutan sejarah yg tak terputus dari zaman nabi hingga akhir zaman.

Kita berpegang pada pendekatan HISTORISME dalam memahami nubuatan apokaliptik.

Kita melihat bahwa setiap penglihatan utama dalam kitab Daniel [Pasal 2, 7, 8,11] mengulangi garis besar sejarah ini dari perspektif yang berbeda dan dengan detail baru.

PRINSIP TAHUN-HARI.

Satu hari dalam nubuatan biasanya sama dengan satu tahun dalam waktu historis yang sebenarnya [Bilangan 14:34, Yehezkiel 4:5-6].

Apa yang menjadi DASAR menggunakan prinsip Tahun-Hari?

   1. Penglihatan yang diterima menggunakan simbol, maka waktu yang ditunjukkan juga harus simbolis.

   2. Peristiwa yang digambarkan dalam penglihatan terbentang dalam periode waktu yang lama, hingga zaman akhir.

   3. Kitab Daniel sendiri mengkonfirmasinya, contohnya: Nubuatan 70 minggu terbentang dari zaman raja Artahsasta hingga kedatangan Mesias, meliputi waktu ratusan tahun.

JADI : Cara yang paling jelas dan benar untuk memahami periode waktu nubuatan yang diberikan dalam kitab Daniel adalah menafsirkannya sesuai dengan prinsip tahun-hari.

Baca Bilangan 14:34 dan Yehezkiel 4: 5, 6. Dalam bahasa nubuatan, apa yang biasanya direpresentasikan oleh “hari”?

Beberapa dari waktu nubuatan ini mencakup ratusan, bahkan ribuan tahun. Apa yang harus kita pelajari tentang kesabaran?

V. MEMAHAMI RELEVANSI KITAB DANIEL MASA KINI

Mengapa kitab Daniel masih relevan bagi umat Allah di zaman sekarang?  Mari kita lihat dalam 3 bidang berikut ini :

1. TUHAN BERDAULAT ATAS HIDUP KITA.

Pengalaman Daniel di Babel menyerupai pengalaman Yusuf di Mesir dan Ester di Persia.

Mereka adalah tawanan di negara asing dan di bawah kekuatan luar biasa dari negara-negara kafir. Namun, Tuhan menguatkan dan menggunakan mrk dgn cara yg kuat.

Kita juga dapat yakin bahwa Tuhan tetap menjadi Tuhan kita, dan Dia tdk meninggalkan kita bahkan di tengah ujian dan pencobaan kita.

 2. TUHAN MENGARAHKAN JALANNYA SEJARAH.

Pesan dari kitab Daniel adalah bahwa Tuhan memegang kendali, Tuhan mengendalikan arus sejarah.

Dalam riwayat sejarah pertumbuhan bangsa-bangsa, kemunculan dan kejatuhan kerajaan, tampaknya bergantung atas kehendak dan kehebatan manusia.

Tampaknya peristiwa-peristiwa yang terjadi banyak ditentukan oleh kekuasaannya, ambisi dan tingkah lakunya.

Tetapi dalam Firman Allah tirai disingkapkan, lalu kita melihat ke belakang, ke atas dan sepanjang seluruh permainan dan kontra permainan kepentingan-kepentingan manusia dan kuasa serta nafsu;

perwakilan Oknum Maha Murah itu, secara diam-diam dan sabar menyampaikan nasihat atas kehendak-Nya sendiri”. [EGW, SMK jld. 3, hal. 160]

 3. TUHAN MEMBERIKAN TELADAN BAGI UMAT-NYA DI AKHIR ZAMAN.

Pengalaman Daniel dan teman-temannya tentang kesetiaan dan komitmen absolut kepada Tuhan memberikan dorongan ketika kita menghadapi pertentangan dan bahkan penganiayaan demi Injil.

Ketika Daniel dan teman-temannya di tekan untuk mengkompromikan iman mrk, mereka memilih untuk tetap setia kpd Firman Tuhan.

Dengan demikian, adalah mungkin untuk memberikan kontribusi kpd negara dan masyarakat dengan tetap berkomitmen kpd Tuhan.

Tuhan menaruh minat yang tinggi pada umat-Nya yang setia [Daniel 9:23, 10:11-12, Matius 10:29-31].

Baca Daniel 9:23; Daniel 10:11, 12; dan Matius 10: 29-31. Apa yang dikatakan ayat-ayat ini tentang minat Allah pada perjuangan pribadi kita?

Bagikan:

Comments

comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.