40 Alasan Mengapa Kita Memerlukan Kebangunan Rohani

“..dan umat-Ku, yang atasnya nama-Ku disebut, merendahkan diri, berdoa dan mencari wajah-Ku, lalu berbalik dari jalan-jalannya yang jahat, maka Aku akan mendengar dari sorga dan mengampuni dosa mereka, serta memulihkan negeri mereka.” 2 Tawarik 7:14.

KKR atau kebaktian kebangunan rohani tidak asing bagi kita. Entah sudah berapa ratus kali kita mengikuti KKR-KKR dari tahun ke tahun.

Secara khusus pada masa pandemi Ini, KKR-KKR jauh lebih banyak diadakan dan dapat kita ikuti melalui online.

Tetapi ada pertanyaan yang masing-masing kita perlu tanyakan. Apakah saya benar-benar mengalami kebangunan rohani?

Tetapi sebelum menjawab itu, ada satu lagi pertanyaan yang harus dijawab lebih dahulu, yaitu, Apakah saya mengerti apa itu kebangunan rohani?

Sebab ada kemungkinan kita kurang memahami apa itu kebangunan rohani. Kemungkinan kebangunan rohani yang kita pahami hanya berkisar mengenai KKR dari segi acaranya dan acara baptisan di akhir KKR.

Disini saya bagikan survei kecil mengenai kebangunan rohani. Jawab pertanyaan berikut ini:

1). Berapa banyak dari anda yang tahu bahwa anda MEMBUTUHKAN kebangunan rohani?

2). Berapa banyak dari anda INGIN kebangunan rohani?

3). Berapa banyak dari anda yang tahu APA kebangunan rohani itu?

4). Berapa banyak dari anda yang pernah MENGALAMI kebangunan rohani yang nyata?

Apakah itu kebangunan rohani?

Kebangunan rohani mengacu pada kebangkitan rohani dari keadaan tidur atau stagnasi dalam kehidupan rohani orang percaya.

Kebangunan Rohani mencakup munculnya kembali kasih kepada Tuhan, penghargaan akan kekudusan Tuhan, hasrat untuk Firman-Nya dan gereja-Nya.

Kesadaran akan dosa pribadi dan dosa kolektif yang mungkin dilakukan, semangat kerendahan hati, dan keinginan untuk pertobatan dan pertumbuhan dalam kebenaran.

Kebangunan rohani menyegarkan dan memperdalam iman orang percaya, membuka matanya terhadap kebenaran dengan cara yang baru dan segar.

Kebangunan rohani menghancurkan pesona dan kekuatan dunia, yang membutakan mata manusia, dan membangkitkan keinginan dan kekuatan untuk hidup di dunia tetapi bukan di dunia.

Apakah anda memerlukan kebangunan rohani?

Sebagian besar dari kita pasti menginginkannya. Seseorang pernah mengatakan bahwa kebangunan rohani tidak diperlukan karena tidak berlangsung lama.

Jawaban untuk pernyataan itu adalah dengan menggunakan ilustrasi mandi. Mandi tidak akan bertahan lama, tetapi walau demikian kita tetap perlu mandi setiap hari.

Karena itu, ke mana kita bisa menemukan jawaban atas pertanyaan tentang bagaimana kita bisa mengalami kebangunan rohani?

Anda mungkin terkejut menemukan bahwa tempat terbaik menemukan kebangunan rohani adalah di Mazmur 119 yang mana hampir sepertiga disana digunakan kata “menghidupkan Kembali.”

Dalam terjemahan Bahasa inggris disebut “Revive.”

Berikut ayat-ayat di Mazmur 119 yang berbicara mengenai kebangunan rohani.

Mz 119:25 Jiwaku melekat kepada debu, hidupkanlah aku sesuai dengan firman-Mu

Mzm 119:37 Lalukanlah mataku dari pada melihat hal yang hampa, hidupkanlah aku dengan jalan-jalan yang Kautunjukkan!

Mz 119:40 Sesungguhnya aku rindu kepada titah-titah-Mu, hidupkanlah aku dengan keadilan-Mu!

Mz 119:50 Inilah penghiburanku dalam sengsaraku, bahwa janji-Mu menghidupkan aku.

Mzm 119:88 Hidupkanlah aku sesuai dengan kasih setia-Mu, supaya aku berpegang pada peringatan yang Kauberikan.

Mzm 119:93 Untuk selama-lamanya aku tidak melupakan titah-titah-Mu, sebab dengan itu Engkau menghidupkan aku.

Mz 119:107 Aku sangat tertindas, ya TUHAN, hidupkanlah aku sesuai dengan firman-Mu.

Mz 119:149 Dengarlah suaraku sesuai dengan kasih setia-Mu; ya TUHAN, hidupkanlah aku sesuai dengan hukum-Mu.

Mzm 119:154 Perjuangkanlah perkaraku dan tebuslah aku, hidupkanlah aku sesuai dengan janji-Mu.

Mz 119:156 Rahmat-Mu berlimpah, ya TUHAN, hidupkanlah aku sesuai dengan hukum-hukum Mu.

Mzm 119:159 Lihatlah, betapa aku mencintai titah-titah-Mu! Ya TUHAN, hidupkanlah aku sesuai dengan kasih setia-Mu.

Kebangunan Rohani Berkaitan Dengan Firman Tuhan

Ketika kita mengamati ayat-ayat dalam perikop-perikop itu, menurut anda apakah ada hubungan antara kebangunan rohani pribadi dan waktu pribadi dengan Firman Tuhan? Yang oleh Petrus disebut susu murni (1 Ptr 2:2)?

Kebangunan rohani berhubungan erat dengan Firman Tuhan. Jika kita ingin kebangunan rohani, kita harus menghidupkan kembali rasa hormat kita kepada Firman Tuhan.

Jika kita merasa Tuhan tampak jauh dan kita merasa kering dalam kehidupan rohani, maka kita membutuhkan saat-saat penyegaran yang datang dari hadirat Tuhan.

Karena pada akhirnya Hadirat-Nya adalah inti dari kebangunan rohani.

Coba gunakan waktu merenungkan bagian ayat dalam Mazmur 119. Karena di dalam perikop ini dihubungkan antara kebangunan rohani dengan Firman Tuhan.

Bertobat

Karena itu Langkah yang dapat kita lakukan adalah bertobatlah (Akui dosa).

Singkirkan semua dosa rahasia yang selama ini kita anggap remeh dan minta pengampunan Tuhan, agar dosa-dosa kita dihapuskan, supaya waktu penyegaran datang dari hadirat Tuhan. ” (Kisah Para Rasul 3:19).

Tuhan menghendaki supaya kita mengalami kebangunan. Karena ketika kita dihidupkan kembali secara rohani, aroma Kristus menjadi jelas (2 Kor 2:14-16) dan Terang Yesus (Yoh 8:12) jelas dan terang.

sehingga Bapa dimuliakan seperti yang Yesus serukan dalam Matius 5:16 “Biarlah terangmu bersinar di hadapan orang sedemikian rupa sehingga mereka dapat melihat perbuatan baikmu, dan memuliakan (memberikan pendapat yang tepat tentang) Bapamu yang di surga.”

Jadi kita melihat bahwa “rahasia” untuk kebangunan rohani pribadi adalah “Kembali kepada Alkitab!”

Sering kebangunan rohani disalah mengerti, anya sekedar ledakan kegembiraan sesaat.

Kebangunan rohani bukan sekadar reformasi, tetapi kebangkitan yang nyata. Suatu keyakinan akan dosa yang mendalam dan mengerikan.

Berdoa untuk Kebangunan

Untuk kebangunan rohani seperti itu kita harus berdoa. Berdoa seperti Yakub, sampai fajar menyingsing dan berkat datang.

Berdoalah seperti Elia, sampai jawaban dengan api datang, sampai langit terbuka dan mencurahkan berkatnya.

Selama berabad-abad, kebangunan rohani besar dalam Kekristenan terjadi karena berhubungan langsung dengan pelayanan Firman Tuhan.

Seindah apapun musik pujian, itu tidak akan menghasilkan kebangunan rohani atau moral yang besar.

Sering orang-orang mengedepankan musik dalam hidup, tapi minim Firman Tuhan.

Sangat menyenangkan memiliki sarana ibadah yang kreatif di gereja dengat alat-alat musik yang lengkap.

Namun, ingatlah, musik tidak dapat menjadi pengganti pelayanan Firman.

Firman Tuhan, memiliki kemampuan untuk menghidupkan kembali orang percaya yang lemah dan sakit-sakitan secara rohani.

Firman mengalihkan fokus orang Kristen dari kekalahan dan mengarahkannya kepada kemenangan Kristus yang menaklukkan.

Kitab Suci memiliki kemampuan untuk memancarkan kemuliaan Allah di tempat-tempat di mana terang-Nya menjadi redup.

Pembaruan rohani akan terjadi, kepada setiap pribadi, gereja, atau komunitas bila mereka terbuka terhadap terang Firman Tuhan.

Jadi, Apakah yang dimaksud dengan kebangunan Rohani?

Kebangunan rohani bukan tentang pertemuan sekali seminggu di gereja. Bukan serangkaian acara KKR. Istilah “kebangunan rohani” mengacu pada gerakan khusus Allah di mana gereja-Nya secara dramatis memfokuskan kembali dan menghidupkan kembali, dengan keyakinan dan pertobatan di antara orang-orang berdosa.

Para ahli Alkitab memberi tahu kita bahwa ada enam belas kebangunan rohani yang berbeda yang dijelaskan dalam Alkitab.

Buku terbesar dalam Alkitab tentang topik kebangunan rohani adalah 2 Tawarikh.

Catatan Perjanjian Lama ini memberi kita formula alkitabiah untuk kebangunan rohani, dan kemudian menjelaskan kepada kita lima kebangunan rohani yang berbeda di bawah lima raja Perjanjian Lama yang berbeda.

Rumus untuk kebangunan rohani ditemukan dalam kata-kata yang diucapkan oleh Tuhan pada saat pentahbisan Bait Suci.

Di bagian pertama pasal 7, Salomo dan seluruh Israel mendedikasikan bangunan yang megah ini, dan bagian terakhir dari pasal tersebut mencatat mengenai tanggapan Tuhan:

“..dan umat-Ku, yang atasnya nama-Ku disebut, merendahkan diri, berdoa dan mencari wajah-Ku, lalu berbalik dari jalan-jalannya yang jahat, maka Aku akan mendengar dari sorga dan mengampuni dosa mereka, serta memulihkan negeri mereka.” 2 Tawarik 7:14.

Jadi kebangunan Rohani dimulai Ketika saya merendahkan diri, berdoa dan mencari wajah Tuhan. Berbalik dari jalan kita yang jahat.

Kita sering kurang mengindahkan ayat ini karena kita merasa bukan orang jahat. Bukan pencuri atau pezinah, perampok, pembunuh.

Bacalah Kembali Matius 5:13-48. Setiap kehidupan yang hanya formalitas juga adalah kejahatan dimata Tuhan.

Karena itu kapan kita membutuhkan KEBANGUNAN ROHANI? Bacalah daftar dibawah ini:

Kita butuh kebangunan rohani Ketika….

  • ketika kita tidak mencintai Tuhan seperti dulu waktu kita dibaptis.
  • ketika kepentingan dan pekerjaan duniawi lebih penting bagi kita daripada perkara rohani.
  • ketika kita lebih suka menonton TV/youtube dan membaca buku dan majalah sekuler, media sosial, internet daripada membaca Alkitab dan berdoa.
  • ketika potluck lebih penting daripada pertemuan doa.
  • ketika kita memiliki sedikit atau tidak ada keinginan untuk berdoa.
  • ketika kita menempatkan orang-orang pada posisi kepemimpinan di gereja yang tidak memenuhi kualifikasi alkitabiah.
  • ketika kekristenan kita tidak ada sukacita dan tidak ada gairah.
  • ketika kita tahu kebenaran tetapi tidak melakukannya.
  • ketika kita kurang dalam menjangkau mereka yang hilang.
  • ketika kita punya waktu untuk olahraga, rekreasi, dan hiburan, tetapi tidak untuk belajar Alkitab dan berdoa.
  • ketika kita tidak gentar pada Firman Tuhan.
  • ketika kita jarang berpikir tentang hidup kekal.
  • ketika umat Tuhan lebih mementingkan pekerjaan dan karir mereka, daripada Kerajaan Tuhan.
  • ketika kebaktian gereja kita sedekar formalitas tidak ada semangat dalam beribadah.
  • ketika orang percaya berselisih satu sama lain dan tidak ada upaya untuk rekonsiliasi.
  • ketika suami dan istri Kristen tidak berdoa bersama.
  • ketika pernikahan kita terasa membosankan dan tidak penuh dengan kasih Kristus.
  • ketika anak-anak kita tumbuh untuk mengadopsi nilai-nilai duniawi, filosofi sekuler dan gaya hidup fasik.
  • ketika kita lebih mementingkan pendidikan anak-anak kita, dan kegiatan atletik mereka daripada tentang kondisi jiwa mereka.
  • ketika dosa di gereja disembuyikan atau ditutupi.
  • ketika dosa yang diketahui tidak ditangani melalui proses disiplin dan pemulihan Alkitab.
  • ketika kita mentolerir dosa “kecil” dari gosip, semangat kritis dan kurangnya kasih.
  • ketika kita menonton hal-hal di televisi dan film yang tidak suci.
  • ketika nyanyian kita setengah hati dan ibadah kita tidak bernyawa.
  • ketika doa kita kurang khusyuk.
  • ketika hati kita dingin dan mata kita kering.
  • ketika kita tidak melihat bukti kekuatan supernatural Tuhan.
  • ketika kita berhenti menangis dan meratapi dan berduka atas dosa kita sendiri dan dosa orang lain.
  • ketika kita bosan dengan ibadah.
  • ketika kita harus dibujuk untuk datang ke gereja.
  • ketika kita tidak merindukan kebersamaan dan persekutuan umat Tuhan.
  • ketika kita memberi dengan perhitungan dan bukan dengan pengorbanan.
  • ketika kita tidak hidup oleh iman dan mempercayai Tuhan untuk hal yang mustahil.
  • ketika kita lebih peduli tentang apa yang orang lain pikirkan tentang kita daripada apa yang Tuhan pikirkan tentang kita.
  • ketika kita tidak tergerak untuk menjangkau tetangga, rekan bisnis dan kenalan yang terhilang dan tanpa Kristus.
  • ketika dunia yang hilang di sekitar kita tidak tahu atau peduli bahwa kita ada.
  • ketika kita membuat sedikit atau tidak ada perbedaan di dunia sekuler di sekitar kita.
  • ketika api telah padam di hati kita, pernikahan kita dan gereja kita.
  • ketika kita buta akan kebutuhan kita dan tidak berpikir bahwa kita membutuhkan kebangunan rohani.
  • Ketika kita sulit untuk mengampuni.

Silahkan tambahkan daftar diatas..

Live each day as it was your last

Bagikan:

Comments

comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.