4 Syarat Menjadi Penatua Gereja

Para Pengurus Jemaat dan Tanggung Jawab Mereka

Memilih pengurus jemaat atau konferens/daerah/wilayah adalah hal yang penting. Keberhasilan pekerjaan itu amat bergantung pada kepemimpinannya.

Memanggil pria dan wanita ke dalam kedudukan dan tanggung jawab yang suci harus-lah dilakukan dengan sangat berhati-hati.

Persyaratan berikut ini harus dicari dengan sungguh-sungguh dalam diri orang-orang yang dicalonkan untuk tugas gereja.

Syarat-syarat Mereka

1. Kelayakan Moral

“Di samping itu kaucarilah dari seluruh bangsa (jemaat) itu orang-orang yang cakap dan takut akan Allah, orang-orang yang dapat dipercaya, dan yang benci kepada pengejaran suap; tempatkanlah mereka di antara bangsa itumenjadi pemimpin seribu orang, pemimpin seratus orang, pemimpin lima puluhorang dan pemimpin sepuluh orang” (Kel. 18:21).

“Karena itu, saudara-saudara, pilihlah tujuh orang dari antaramu, yang terke-nal baik, dan yang penuh Roh dan hikmat, supaya kami mengangkat mereka untuk tugas itu” (Kisah 6:3).

“Hendaklah ia juga mempunyai nama baik di luar jemaat, agar jangan ia di-gugat orang dan jatuh ke dalam jerat Iblis” (1 Tim. 3:7).

“Apa yang telah engkau dengar dari padaku di depan banyak saksi, percaya-kanlah itu kepada orang-orang yang dapat dipercayai, yang juga cakap mengajar orang lain” (2 Tim. 2:2).

2. Kelayakan Rohani

“Benarlah perkataan ini: ‘Orang yang menghendaki jabatan penilik jemaat menginginkan pekerjaan yang indah.’  Karena itu penilik je-maat haruslah seorang yang tak bercacat (Tak bercacat dalam hal):

(Pernikahan) suami dari satu istri,

dapat menahan diri, bijaksana,

sopan,

suka memberi tumpangan,

cakap mengajar orang,

bukan peminum,

bukan pemarah melainkan peramah,

pendamai,

bukan hamba uang,

seorang kepala keluarga yang baik,

disegani dan dihormati oleh anak-anaknya. Jikalau seorang tidak tahu mengepalai keluarganya sendiri, bagaimanakah ia dapat mengurus Jemaat Allah?

Janganlah ia seorang yang baru bertobat, agar jangan ia menjadi sombong dan kena hukuman Iblis. Hendaklah ia juga mempunyai nama baik di luar jemaat, agar jangan ia digugat orang dan jatuh ke dalam jerat Iblis.

Demikian juga diaken-diaken haruslah orang terhormat, jangan bercabang lidah, jangan penggemar anggur, jangan serakah, melainkan orang yang memelihara rahasia iman dalam hati nurani yang suci.

Mereka juga harus diuji dahulu, baru ditetapkan dalam pelayanan itu setelah ternyata mereka tak bercacat.

Demikian pula isteri-isteri hendaklah orang terhormat, jangan pemfitnah, hendaklah dapat menahan diri dan dapat dipercayai dalam segala hal.

Diaken haruslah suami dari satu isteri dan mengurus anak-anaknya dan keluarganya dengan baik. Karena mereka yang melayani dengan baik beroleh kedudukan yang baik sehingga dalam iman kepada Kristus Yesus mereka dapat bersaksi dengan leluasa” (1 Tim 3:1-13).

“Aku telah meninggalkan engkau di Kreta dengan maksud ini, supaya engkau mengatur apa yang masih perlu diatur dan supaya engkau menetapkan penatua-penatua di setiap kota, seperti yang telah kupesankan kepadamu, yakni:

Orang-orang yang tak bercacat: yang mempunyai hanya satu isteri, yang anak-anaknya hidup beriman dan tidak dapat dituduh karena hidup tidak senonoh atau hidup tidak tertib.

Sebab sebagai pengatur rumah Allah seorang penilik jemaat harus tidak ber-cacat,

tidak angkuh,

bukan pemberang,

bukan peminum,

bukan pemarah,

tidak serakah,

melainkan suka memberi tumpangan,

suka akan yang baik,

bijaksana,

adil, saleh,

dapat menguasai diri dan berpegang kepada perkataan yang benar,

yang sesuai dengan ajaran yang sehat, supaya ia sanggup menasihati orang berdasar-kan ajaran itu dan sanggup meyakinkan penentang-penentangnya.” (Titus 1:5-11).

3. Syarat Administrasi:

Hanya anggota-anggota jemaat yang berkedudukan baik yang pantas untuk

dipilih menjadi pemimpin di jemaat setempat di mana mereka menjadi anggota. (Lihat hlm. 36). Kecuali yang berikut ini:

1. Para mahasiswa yang merupakan anggota yang berkedudukan baik yang karena sedang menempuh pendidikan, tinggal jauh dari rumah mereka dan secara tetap hadir di suatu jemaat di tempat mereka sementara.

2. Para pekerja konferens/daerah/wilayah yang ditunjuk oleh konferens/dae-rah/wilayah untuk menjadi pendeta atas dua atau lebih jemaat. (Lihat hlm. 158-159).

4. Aktif Hadir secara rutin.

Mereka yang dipilih adalah yang secara reguler aktif hadir dalam gereja.

ORANG-ORANG YANG TIDAK BOLEH DIPILIH

1. Orang yang baru bertobat.

“Di banyak tempat kita melihat orang-orang yang terlalu cepat diberi tanggung jawab sebagai ketua jemaat padahal mereka tidak memenuhi syarat untuk tugas itu. Mereka tidak memiliki kete-raturan atas diri mereka sendiri. Pengaruh mereka tidak baik. Jemaat terus-menerus berada dalam masalah karena cacat tabiat pemimpin itu. Terlalu cepat tangan di-tumpangkan ke atas orang-orang ini.—Testimonies, jld. 4, hlm. 406, 407.

2. Orang yang Menentang Persatuan Tidak Pantas Memegang Jabatan

“Belakangan ini ada orang di antara kita yang mengaku hamba-hamba Kristus, tetapi yang pekerjaannya bertentangan dengan persatuan yang didirikan oleh Tuhan dalam jemaat.

Mereka semula memiliki rencana dan metode bekerja. Mereka ingin membawa perubahan ke dalam jemaat yang sesuai dengan ide kemajuan mereka dan membayangkan hasil yang besar akan diperoleh. Orang-orang ini perlu menjadi murid gantinya guru di sekolah Kristus.

Mereka selalu gelisah, berkeinginan untuk mencapai pekerjaan yang besar, untuk melakukan sesuatu yang akan membawa hormat bagi diri mereka sendiri. Mereka perlu belajar pelajaran yang paling berman-faat dari semua, yaitu kerendahan hati dan iman dalam Yesus…

3. Tidak Aman Memilih Orang yang Menolak Bekerja Sama dengan Orang Lain

“Allah menempatkan di dalam jemaat, sebagai penolong-penolong yang di-tentukan-Nya manusia dengan talenta yang beraneka ragam, sehingga melalui akalbudi yang dipersatukan dari banyak orang pendapat Roh itu boleh dicapai.

Orangyang bergerak dengan pembawaannya yang keras, enggan untuk bekerja sama

dengan orang lain yang telah berpengalaman dalam pekerjaan Allah, akan dibutakan oleh kepercayaan pada diri sendiri, tidak sanggup melihat antara yang salah dan yang benar.

Tidaklah aman bagi orang-orang seperti itu dipilih sebagai pemim-pin-pemimpin di dalam jemaat; karena mereka akan mengikuti pertimbangan dan rencana mereka sendiri dan tidak mempedulikan pertimbangan dari saudara-sau-dara mereka sendiri. Mudahlah bagi musuh bekerja melalui orang-orang yang ber-tugas sebagai penjaga jiwa-jiwa, yang bekerja  dengan kekuatan mereka sendiri tanpa mempelajari sifat rendah hati Kristus.”—Alfa dan Omega, jld 7, hlm. 235. (Lihat hlm. 58)

#Download Syarat pengurus Jemaat

Bagikan:

Comments

comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *