3 Rahasia Mengatasi Kekuatiran Hidup Menurut Matius 6:25-34

“Karena itu Aku berkata kepadamu: Janganlah kuatir akan hidupmu, akan apa yang hendak kamu makan atau minum, dan janganlah kuatir pula akan tubuhmu, akan apa yang hendak kamu pakai. Bukankah hidup itu lebih penting dari pada makanan dan tubuh itu lebih penting dari pada pakaian?

Pandanglah burung-burung di langit, yang tidak menabur dan tidak menuai dan tidak mengumpulkan bekal dalam lumbung, namun diberi makan oleh Bapamu yang di sorga. Bukankah kamu jauh melebihi burung-burung itu?” Matius 6:25-26.


Kuatir itu manusiawi. Kuatir itu normal. Manusia normal punya rasa kuatir. Kuatir itu bisa dimiliki siapa saja. Orang Kristen dan bukan kristen. Orang desa dan orang kota. Orang kaya dan orang miskin. Pejabat dan rakyat biasa. Rohaniawan dan anggota jemaat.

Kekuatiran orang kaya tidak lebih besar dari kuatirnya orang miskin. Orang kaya kuatir mengenai masa depan kekayaannya. Orang miskin kuatir dengan masa depan kemiskinannya.

Mereka yang sudah berumur dan belum menikah kuatir umur mereka akan jatuh tempo. Mereka yang sudah menikah kuatir akan masa depan rumah tangganya, anak-anaknya, dll.

Mereka yang usia lanjut kuatir masa tua mereka akan kurang diperhatikan anak-anaknya. Mereka yang sedang menderita sakit kuatir apakah mereka akan sembuh atau tidak. Mereka yang sehatpun kuatir suatu waktu mereka akan sakit.

Terlalu Panjang kalau dituliskan semua satu persatu rasa kuatir manusia itu. Tidak akan ada habisnya dan tidak cukup satu buku menuliskannya. Intinya banyak dan sangat banyak.

Apakah itu kuatir dan mengapa manusia kuatir dan bagaimana mengatasi kekuatiran hidup?

ARTI KUATIR

Kuatir menurut kamus besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah takut (gelisah, cemas) terhadap suatu hal yang belum diketahui dengan pasti;

Kekhawatiran adalah perasaan khawatir; kecemasan: timbul ~ dalam dirinya, kalau-kalau ia tidak lulus ujian.

Menuru kamus Cambride

Kuatir adalah memikirkan masalah atau hal tidak menyenangkan yang mungkin terjadi yang membuat Anda merasa tidak bahagia dan takut:

Membuat seseorang merasa tidak senang dan takut karena masalah atau hal-hal yang tidak menyenangkan yang mungkin terjadi:

Contoh: Terkadang saya khawatir tentang masa depan. Dia khawatir tentang apakah akan ada cukup makanan.

Poinya, kuatir itu merupakan rasa takut terhadap sesuatu yang belum ada, belum datang dan belum pasti.

PERINTAH JANGAN KUATIR

Tidak sedikit orang sudah kuatir apakah berhasil atau tidak padahal belum dimulai. Sudah kuatir padahal belum ada wujudnya.

Ketika saya dan istri merencanakan untuk memiliki anak, saya sudah kuatir duluan bagaimana nanti anak saya lahirnya. Apakah dia lahir normal atau tidak.

Terkadang memang lucu, mengkuatirkan sesuatu yang belum ada wujutnya. Baru merencanakan saja sudah kuatir. Tetapi itu sangat wajar, menunjukkan sisi kemanusiaan kita yang rentan.

Yesus sangat mengerti rasa kuatir manusia itu. Karena itu Dia memberi pemahaman kepada kita bahwa kita tidak perlu kuatir.

Kata-kata-Nya dalam Matius 6:25, “Janganlah kamu kuatir…” harus menjadi paham yang harus dipahami. Sehingga itu menjadi pemahaman atau doktrin dalam hidup kita.

Karena tidak cukup kita hanya memiliki doktrin bahwa Yesus adalah Allah, Juruslamat kita.

Kita juga harus punya doktrin bahwa Yesus sanggup memelihara hidup saya. Dia sanggup. Kuat. Tidak pernah gagal dalam menolong kita.

Kata “Jangan..” dalam pernyataan Yesus adalah larangan. Artinya tidak boleh kuatir. Katan “Jangan” kita temukan banyak di 10 Hukum Allah. Kata jangan dalam 10 hukum adalah larangan. Atau tidak boleh.

Maka pernyataan Yesus dalam Matius 6:25, yang mengatakan “Jangan Kuatir” merupakan hukum moral kehidupan.

Karena sebagaimana 10 perintah Allah yang mengatakan kata jangan, yang mana larangan itu berfungsi untuk menghindarkan kita dari dosa dan bahaya hidup.

Misalnya: Jangan Mencuri. Hukum ini menghindarkan kita dari bahaya dan masalah dalam hidup.

Maka kata jangan kuatir adalah perintah yang menghindarkan kita dari masalah dan bahaya yang belum terjadi.

Sebab banyak persoalan dalam hidup sering diawali karena rasa kuatir. Bahwa rasa kuatir itu dapat mengganggu kerohanian kita dan hubungan kita dengan Tuhan.

Sepanjang perikop ini kita akan temukan 4 kali Yesus mengulangi dan menekankan perintah “ Jangan Kuatir.”

Jangan kuatir (ayat 25) 2x, Jangan Kuatir (31), Jangan Kuatir (34).

Bila sebuah kalimat yang sama diulang-ulang, apalagi sampai 4 kali, ini menunjukkan betapa itu sangat penting.

KEKUATIRAN MANUSIA YANG DILARANG YESUS

Dua perintah pertama “Jangan Kuatir” yaitu tentang hal-hal yang bersifat materi. Segala yang menyangkut kehidupan, seperti makan, minum, tubuh dan pakaian.

Kata, makan, minum, tubuh, pakaian, merujuk kepada seputar kehidupan sehari-hari.

Jangan kuatir artinya berhenti resah, berhenti terbebani dengan kekuatiran yang mengganggu. Dan ini merupakan kebenaran penting yang harus diingat. Karena Tuhan akan melengkapi semua kebutuhan kita.

Kebanyakan orang di zaman Yesus hanya memiliki sedikit kebutuhan dasar—makanan, pakaian, dan tempat tinggal.

Karena untuk memperoleh kebutuhan ini seringkali bergantung terutama di daerah pedesaan pada hujan musiman, mereka memiliki banyak penyebab stres bahkan tentang makanan dan pakaian.

Maka Ketika Yesus melihat mereka, Dia memerintahkan mereka untuk tidak kuatir.

Jadi Yesus melarang mengkuatirkan hal-hal material dalam hidup sehari-hari.

MERINMAO

Kuatir berasal dari kata merinmao dari kata merizo artinya membagi – menggambar arah yang berbeda – dan itulah yang dilakukan oleh kecemasan, membagi pikiran kita dan membawa kita kearah yang lain.

Secara harfiah berarti berhenti membiarkan diri sendiri atau ditarik ke arah yang berbeda.

Ada perbedaan halus antara kekhawatiran dan keprihatinan, karena kekhawatiran cenderung “melumpuhkan” kita dan mengurangi inisiatif.

Prihatin, yang tulus cenderung memotivasi kita untuk mengambil inisiatif.

Kekhawatiran, takut akan hal yang lebih buruk dan mencoba mengendalikan masa depan, sedangkan prihatin, mengharapkan yang terbaik dan menebus masa depan.

Kekhawatiran tidak memberikan kemuliaan bagi Allah (Mat 5:16) dan cenderung mengalihkan pikiran kita dari hal-hal yang penting.

Sedangkan prihatin yang tulus cenderung mengarahkan fokus kita pada hal-hal yang benar-benar penting.

Penangkal yang baik untuk kekhawatiran saat ini adalah dengan mempertahankan “fokus kita pada masa depan”, terus-menerus merenungkan hal-hal di atas (Kol 3:1, Kol 3:2) dan hal-hal yang akan datang, terutama harapan masa depan kita yang diberkati (Titus 2: 13).

“Di tengah keresahan dan kekhawatiran, harapan surga adalah balsem yang mujarab.”

Corrie Ten Boom menawarkan resep yang bagus untuk kecemasan, kekhawatiran, dan keresahan… Pandanglah Yesus dan beristirahatlah.

Etimologi yang menarik dari kekuatiran seperti berikut:

Kekhawatiran dapat memperpendek hidup seseorang. Dalam kata inggris yang paling kuno wyrgan berarti “mencekik.”

Bukankah ini yang dilakukan kekhawatiran terhadap kegembiraan kita? Dia mencekik kebahagiaan kita dan memperpendek umur kita.

Turunan bahasa Inggris pertengahan, worien, mengembangkan pengertian baru “menggenggam tenggorokan dengan gigi dan mengoyak” atau “membunuh atau melukai dengan menggigit dan mengguncang.” Beginilah cara serigala atau anjing menyerang domba, misalnya.

Pada abad ke-16 kekhawatiran mulai digunakan dalam arti “untuk melecehkan, seperti kepada perlakuan kasar atau serangan,” atau “menyerang secara verbal,”

Dan pada abad ke-17 kata itu mengambil arti “mengganggu, menyusahkan, atau menganiaya. .”

Dari sini kemudian, didapatkan pengertian dalam Bahasa modern “menyebabkan perasaan cemas atau tertekan” dan “merasa bermasalah atau gelisah,” pertama kali dicatat pada abad ke-19. (Kamus Warisan Amerika)

W.E. Vine mengatakan, Kata merimnao atau kuatir berarti memiliki perhatian yang mengganggu.

Kecemasan mengganggu jiwa; itu melemahkan, mengganggu, mengacak-acak emosi, merupakan tanda ketidakpercayaan dan kegagalan menurut, dan mengalihkan pikiran dari persekutuan dengan Tuhan.

BERBAGAI DEFENISI KEKUATIRAN

Kuatir itu seperti kita memberi hal kecil dengan bayangan besar

Kuatir itu seperti kursi goyang; itu akan memberi Anda sesuatu untuk dilakukan, tetapi itu tidak akan membawa Anda ke mana pun.

Kuatir merupakan indikasi bahwa kita berpikir Tuhan tidak bisa menjaga kita. (O. Chambers)

Kuatir adalah menempatkan tanda tanya di mana Tuhan telah menempatkan titik. (J R Beras)

Kuatir adalah bunga yang kita bayar untuk masalah besok. (ES Jones)

Kuatir adalah gangguan ke dalam pemeliharaan Tuhan. (J Hagai)

Kuatir adalah tamu yang diterima yang dengan cepat berubah menjadi monster.

Kuatir tidak pernah merampas hari esok dari kesedihannya, hari ini hanya menguras kekuatannya (A J Cronin)

Kuatir adalah bunga yang dibayarkan oleh mereka yang meminjam masalah (G W Lyon)

Kuatir adalah ateisme praktis dan penghinaan terhadap Tuhan (R.H. Mounce)

Kekhawatiran mengalihkan fokus perhatian kita dari kuasa Kristus yang cukup dalam menolong kita (2Kor 12:9).

Tambahkan jika anda punya defenisi lainnya..

KEKUATIRAN MERUSAK

Pada akhirnya, kekhawatiran dapat merusak kesaksian Kristen kita dengan menghadirkan Tuhan sebagai tidak berdaya dan tidak layak dipuji.

Karakteristik khusus dari kekhawatiran adalah fokus pada hal negatif akan masa depan.

Jika kita seorang pencemas, kita telah menghabiskan waktu berspekulasi tentang apa yang mungkin atau tidak mungkin terjadi dan kemudian merasakan ketakutan bahwa yang buruk akan terjadi.

Khawatir adalah kecemasan yang berlebihan atas urusan hidup. Kata Kuncinya adalah kata “berlebihan.”

Kekhawatiran terjadi ketika kita begitu khawatir tentang masalah hidup sehingga kita tidak dapat memikirkan hal lain.

DOSA KEKUATIRAN

Kuatir adalah perasaan ketidakpastian dan ketakutan yang memakan banyak waktu. Dan itu adalah dosa.

Ada dua alasan mengapa kekuatiran itu dosa:

Pertama, karena itu menggantikan Tuhan dalam hidup kita. Ketika kita melakukan dosa kekhawatiran, kita hidup seolah-olah Tuhan tidak ada.

Dan kita hidup seolah-olah kita sendiri yang dapat menyelesaikan masalah kita.

Kedua, karena itu mengalihkan perhatian kita dari hal-hal yang benar-benar penting dalam hidup. Selama kita khawatir, kita tidak dapat melakukan hal lain. kita dicekik oleh kekhawatiran.

Tetapi bagaimana kita bisa tahu ketika kekhawatiran hidup menjadi dosa? Berikut adalah tiga pedoman praktis. Anda mungkin sangat khawatir …

  1. Ketika hal yang anda khawatirkan adalah hal pertama yang anda pikirkan di pagi hari dan hal terakhir yang anda pikirkan di malam hari.
  2. Ketika anda mendapati diri anda memikirkannya di setiap waktu luang.
  3. Ketika anda menemukan diri anda mengungkitnya dalam setiap percakapan yang anda lakukan.

Seseorang telah menulis bahwa kekhawatiran adalah tetesan kecil ketakutan yang berkelok-kelok melalui pikiran sampai memotong saluran di mana semua pikiran lain terkuras.

Sebuah Kisah kekuatiran

Ilustrasi bagaimana kekhawatiran mempengaruhi tidur seseorang…

Hari ini jika Anda mengunjungi rumah terkenal Thomas Carlyle di London, mereka akan menunjukkan kepada Anda sebuah ruangan yang hampir kedap suara yang telah dibangun Carlyle sehingga kebisingan jalan dapat diredam dan dia dapat bekerja dalam keheningan.

Namun, salah satu tetangganya memelihara seekor ayam jantan yang beberapa kali di malam hari dan di pagi hari.

Ketika Carlyle memprotes pemilik ayam jantan itu, pemilik ayam itu menunjukkan kepadanya bahwa ayam jantan berkokok hanya tiga kali di malam hari.

Dan kokokan ayam itu bukan gangguan yang mengerikan.

“Tapi,” kata Carlyle kepadanya, “kalau saja kau tahu apa yang aku derita menunggu ayam jantan itu berkokok!” (Clarence Macartney, Ilustrasi Macartney Nashville: Abingdon, 1945)

Jadi Carlyle tidak tidur karena menuggu kapan ayam itu berkokok. Karena itu mengganggunya.

Padahal sekiranya dia tidur tanpa memikirkan ayam itu berkokok atau tidak, dia bisa tidur dengan nyenyak dan tidak akan mendengar kokokan ayam tersebut.

KEKUATIRAN, PENYANGKALAN TERHADAP KUASA TUHAN

Dalam perikop Matius 6:25-34, Yesus menyerang kecenderungan manusia yang terlalu memusatkan hidup kita pada makanan dan pakaian, sehingga kehilangan makna hidup yang sebenarnya.

Masalahnya bukanlah apa yang kita makan dan pakai hari ini, tetapi apa yang akan kita makan dan pakai sepuluh, dua puluh, atau tiga puluh tahun dari sekarang.

Kekhawatiran tentang masa depan seperti itu adalah dosa karena menyangkal kasih, hikmat, dan kuasa Allah.

Itu menyangkal kasih Tuhan dengan menyiratkan bahwa Dia tidak peduli pada kita. Ini menyangkal kebijaksanaan-Nya dengan menyiratkan bahwa Dia tidak tahu apa yang Dia lakukan.

Dan itu menyangkal kuasa-Nya dengan menyiratkan bahwa Dia tidak mampu memenuhi kebutuhan kita.

Jenis kekhawatiran ini menyebabkan kita mencurahkan energi terbaik kita untuk memastikan bahwa kita akan memiliki cukup uang untuk hidup.

Kemudian sebelum kita menyadarinya, hidup kita telah berlalu, dan kita telah kehilangan tujuan utama kita diciptakan.

Tuhan telah menciptakan kita menurut gambar-Nya dengan tujuan yang lebih tinggi dari sekedar makanan.

Kita ada untuk mencintai, menyembah, dan melayani Dia dan untuk mewakili kepentingan-Nya di bumi ini.

Tubuh kita dimaksudkan untuk menjadi pelayan kita, bukan tuan kita. (MacDonald, W., & Farstad, A. Believer’s Bible Commentary : Perjanjian Lama dan Baru. Nashville: Thomas Nelson)

Pikirkan tentang hal ini – Jangan pernah takut untuk mempercayakan masa depan yang tidak diketahui kepada Tuhan yang dikenal.

Kekhawatiran apa pun yang terlalu kecil untuk diubah menjadi doa, terlalu kecil untuk dijadikan beban.

Khawatir berarti kita lebih percaya pada MASALAH kita dari pada JANJI Tuhan!

Jika kita khawatir, kita tidak bisa percaya. Jika kita percaya kita tidak akan khawatir.

BAGAIMANA MENGATASI KEKUATIRAN HIDUP?

Pertama, identifikasi secara spesifik kekuatiran anda. Lakukan apa yang bisa anda lakukan. Serahkan kepada Tuhan apa yang anda tidak dapat anda lakukan.

Kedua, perhatikan ciptaan Tuhan lainnya, salah satu yang paling lemah dari ciptaan Tuhan yaitu burung, bunta bakung dan rumput dipadang.

Pandanglah burung-burung di langit, yang tidak menabur dan tidak menuai dan tidak mengumpulkan bekal dalam lumbung, namun diberi makan oleh Bapamu yang di sorga. Bukankah kamu jauh melebihi burung-burung itu? Matius 6:26.

Perhatikanlah bunga bakung di ladang, yang tumbuh tanpa bekerja dan tanpa memintal.. Jadi jika demikian Allah mendandani rumput di ladang, yang hari ini ada dan besok dibuang ke dalam api, tidakkah Ia akan terlebih lagi mendandani kamu, hai orang yang kurang percaya? Matius 6:28, 30.

Mengapa Yesus meminta kita belajar dari ciptaan Tuhan lainya? Supaya kita sadar bahwa kita manusia adalah ciptaan Tuhan yang lebih berharga dari mereka.

Dengan demikian kita belajar untuk percaya kepada Tuhan, dan menyerahkan segala kuatir kita kepada-Nya.

“Serahkanlah segala kekuatiranmu kepada-Nya, sebab Ia yang memelihara kamu.” 1 Petrus 5:7.

Jika kita terus-menerus khawatir soal penghidupan sehari-hari, kita menunjukkan bahwa kita belum mempelajari pelajaran dasar yang diajarkan alam bahwa Tuhan menyediakan kebutuhan makhluk-Nya.

Pernahkah Anda melihat seekor burung mencoba membangun lebih banyak sarang daripada tetangganya.

Tidak ada rubah yang khawatir karena dia hanya memiliki satu lubang untuk hidup dan bersembunyi.

Tidak ada tupai yang pernah diliputi kecemasan bahwa dia tidak memiliki cukup kacang yang disimpan untuk dua musim dingin, bukan hanya untuk satu musim dingin.

Burung bekerja, berburu cacing, dll. Tuhan menyediakan dan kemudian membawanya kembali ke bayi burung mereka, tetapi mereka tidak khawatir.

Ingat…Tuhan tidak pernah meminta kita untuk menanggung beban hari esok yang belum ada, dia meminta kita untuk hidup hari ini dengan anugerah Tuhan.

“Sebab itu janganlah kamu kuatir akan hari besok, karena hari besok mempunyai kesusahannya sendiri. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari.” Matius 6:34.

Bukankah hidup lebih penting dari makanan, dan tubuh lebih dari pakaian? – Tentu saja.

Hal-hal itu memang penting, tetapi ada hal yang lebih penting daripada apa yang kita makan dan apa yang kita kenakan.

Dan jika Tuhan telah memberi kita hidup (yang Dia miliki), tidakkah Dia akan menjaga hidup kita? Makanan dan pakaian diperlukan tetapi hanya sarana dan bukan tujuan hidup.

Ketiga, utamakan Tuhan dalam segenap hidup kita. Jadikan dia yang pertama dan terutama.

Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu. Matius 6:33.

Rahasia bebas dari kuatir

Semakin Anda memikirkan kebaikan Tuhan, semakin sedikit Anda akan memikirkan kekhawatiran Anda.

Filipi 4:6-7

“Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apa pun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur. Damai sejahtera Allah, yang melampaui segala akal, akan memelihara hati dan pikiranmu dalam Kristus Yesus.”

Jika semua yang kita inginkan adalah untuk menyenangkan Tuhan, kita akan memiliki semua yang kita butuhkan.

Tuhan cukup besar untuk memenuhi kebutuhan terkecil kita.

Apakah Anda seorang “pengkhawatir”? Akuilah itu sebagai dosa — sebagai ketidakpercayaan — dan mulailah percaya.

Ingatlah, Bapa bahwa surgawi tahu bahwa kita membutuhkan semua hal yang kita kuatirkan itu.

Live each day as it was your last

Bagikan:

Comments

comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.