Pastordepan Media Ministry
Beranda Artikel 3 Petunjuk penting perkiraan waktu kelahiran Yesus

3 Petunjuk penting perkiraan waktu kelahiran Yesus

Pendahuluan

Saya masih agak samar-samar sampai sekarang kapan ayah saya lahir? Tahun kelahiran ada. Namun tanggal dan bulan tidak terdokumentasi.

Pada masa dulu orang-orang tidak memilki dokumen seperti akte kelahiran. Apalagi mereka yang tinggal jauh dari kota besar.

Umumnya orang-orang pada masa dulu mengandalkan ingatan. Setahun, dua tahun masih ingat jelas.

Namun semakin lama, ketika sudah lewat puluhan tahun, ingatan mulai menurun seiring umur bertambah..

Ditambah lagi, peristiwa yang dicatat dalam pikiran tersebut jarang disebutkan dan akhirnya terlupakan.

Saya masing ingat, ketika kakek saya ditanya kapan lahir? Dia tidak bisa sebutkan dengan pasti. Dia hanya memperkirakan dengan merujuk kepada peristiwa sejarah yang terjadi pada masa itu..

Saya masih ingat, waktu saya masih kecil, ayah saya memiliki sebuah Alkitab bahasa daerah. Disana dia mencatat semua tanggal kelahiran anak-anaknya dan beberapa peristiwa penting.

Dibagian depan setelah sampul utama Alkitab, ada kertas putih. Kosong. Disana dia menulis semua nama dan tanggal lahir anak-anaknya.

Mengapa di Alkitab? Karena mudah dicari dan setiap hari dibuka untuk dibaca.

Namun karena keseringan dibuka, lama-kelamaan Alkitab itu mulai lecek, kusam. Puluhan tahun kemudian, sampul depan Alkitab itu mulai rusak dan akhirnya lepas.

Pada akhirnya, kertas polos berisi tulisan nama dan tanggal lahir juga rusak. Robek. Dan akhirnya lepas.

Tidak ada upaya untuk menyalin ulang. Tapi untung, nama dan tanggal lahir sudah tercatat di rapor dan dokumen sekolah. Jadi bisa ditemukan kembali.

Tanggal kelahiran tidak tercatat

Seperti halnya Yesus, tanggal, bulan, tahun kelahirannya tidak terdokumentasi. Tidak ada catatan dalam Alkitab tanggal dan bulan kelahiran-Nya. Bahkan dalam catatan sejarah.

Peristiwa kelahiran Yesus memang tercatat. Bahwa dia telah lahir kedunia ada ceritanya dalam Alkitab perjanjian baru.

Bahkan dalam perjanjian lama, kelahirannya sudah dinubuatkan. Termasuk tempat kelahirannya.

Namun menjadi pertanyaan banyak orang, mengapa para penulis Alkitab, seperti Matius, yang menulis injil Matius tidak menyertakan tanggal dan tahun kelahiran Yesus sewaktu dia menulis injil?

Bukankah dia salah seorang murid Yesus dan mudah saja bagi dia mengetahui tanggal dan tahun kelahiran-Nya?

Yusuf dan Maria masih hidup pada waktu itu, mereka dapat menjadi sumber informasi bagi Matius untuk mencatat tanggal dan bulan kelahiran Yesus. Tapi itu pikiran kita..

Ketika Matius menulis Injilnya, dia tidak sedang menulis biografi Yesus. Matius menulis injilnya untuk membuktikan kepada orang Yahudi bahwa Yesus Mesias yang telah lama mereka nantikan.

Demikian juga Markus, dia menulis untuk mengungkapkan bahwa Yesus sebagai Pelayan Tuhan yang taat, ditulis khusus untuk dunia Romawi.

Lukas, seorang Yunani, pun demikian, menulis untuk mengungkapkan Yesus sebagai manusia Sempurna, menekankan kemanusiaan-Nya, ditujukan kepada dunia Yunani.

Dan Yohanes, menulis injil untuk menyatakan Yesus sebagai Anak Allah, menekankan keilahian-Nya.

Dan semua penulis injil perjanjian baru pun demikian. Termasuk Paulus. Mereka menulis tentang Yesus bukan sebagai catatan biografi. Tetapi sebagai catatan ilmu keselamatan.

Karena bagi mereka poin utama yang penting untuk dituliskan adalah penggenapan janji Tuhan tentang kedatangan mesias digenapi. Bukan tanggal, bulan dan tahun kelahiran.

Dan ketika Yesus lahir, Herodes yang cemburu dan penasaran, bertanya kepada semua imam kepala dan semua ahli taurat. Dimana mesias akan dilahirkan?

Lalu mereka mengutip nubuatan. Mikha 5:1..

“Tetapi engkau, hai Betlehem Efrata, hai yang terkecil di antara kaum-kaum Yehuda, dari padamu akan bangkit bagi-Ku seorang yang akan memerintah Israel, yang permulaannya sudah sejak purbakala, sejak dahulu kala..”

Jadi, Matius menuliskan kelahiran Yesus, dari segi tampat dan kota dimana dia lahir, karena itu yang dinubuatkan dan yang ditanyakan pada masa itu.

Dan nuansa pikiran para penulis injil pasa masa itu adalah kedatangan Yesus sebagai juruslamat untuk menebus manusia dari dosa.

Maka ketika kita tidak menemukan catatan tanggal, bulan dan tahun kelahiran Yesus, itu karena prioritas mereka bukan itu.

Lagi pula pada masa itu, menuangkan sebuah kalimat dalam tulisan tidak semudah sekarang. Dimana kertas dan alat tulis melimpah.

Kita dapat menulis sebanyak yang kita mau tanpa takut kehabisan tinta dan kertas..

Karena itu mereka mencoba melihat, apa yang perlu dituliskan dan mana yang tidak perlu ditulis. Apa yang ditulis merupakan prinsip yang perlu diketahui dan memiliki makna..

Karena itu penulis injil, lebih memilih menuliskan tentang peristiwa kelahiran Yesus, bahkan peristiwa sebelum kelahirannya dari pada tanggal, bulan dan tahun kelahiran..

Poinnya, kita tidak tahu, mengapa mereka tidak mencatatkan hal tersebut..

Seorang penulis, memberikan alasan untuk hal tersebut, dia katakan,

“Sejarah tidak memberi kepastian kepada kita tanggai yang tepat mengenai hari Natal ini. Kitab Suci juga tidak memberikan kepada kita waktu dan tanggai kelahiran Yesus yang tepat. Jika Tuhan menganggap begitu penting hari itu, sudah tentu dibicarakan melalui para nabi dan para rasul, sehingga kita dapat mengetahui segala sesuatu mengenai waktu dan tanggai kelahiran itu. Membungkamnya Kitab Suci terhadap pokok persoalan ini menjadi suatu bukti bagi kita bahwa masalah tanggai lahir itu disembunyikan karena ada maksud-maksud tertentu dan yang paling bijaksana..” Membina keluarga Bahagia, 456, 2.

Menurutnya, tidak dicatatnya tanggal kelahiran Yesus untuk suatu maksud tertentu. Dan ada maksud yang bijaksana dalam hal tersebut.

Lebih lanjut dikatakan,

“..Dia telah menyembunyikan hari kelahiran Kristus yang tepat, sehingga pada hari itu tidak akan menerima penghormatan yang seharusnya diberikan kepada Kristus sebagai Penebus dunia ini, Seorang yang dapat menerima kepercayaan, yang akan diyakini, sebab Dia yang dapat menyelamatkan dengan sempurnanya semua orang yang datang kepada-Nya. Pemujaan jiwa itu ha-ruslah ditujukan kepada Yesus sebagai Anak Allah Yang Mahakuasa..” MKB, 457, 1.

Menurutnya, hari kelahiran Yesus disembunyikan agar tidak menjadi objek pemujaan. Hal itu rentan dijadikan sebagai kultus, sehingga mengabaikan Yesus.

Berbagai perkiraan tanggal kelahiran Yesus

Karena hari kelahiran Yesus tidak disebutkan, maka orang-orang sepanjang jaman mulai membuat analisa dan spekulasi.

Mereka mulai menduga dan membuat perhitungan untuk menentukan tanggal dan bulan kelahiran Yesus..

Dalam situs Britannica.com, sebuah ensiklopedia digital merangkumkan beberapa dugaan waktu kelahiran Yesus.

Beberapa ahli sejarah dan agama menduga Yesus lahir kemungkinan tahun 6 dan 4 SM. Beberapa komentator juga berspekulasi, Yesus lahir pada awal musim semi atau musim gugur. Karena menurut Lukas 2:8, para gembala berada di ladang.

Kelompok-kelompok Kristen Gnostik di Mesir pada abad-abad awal Masehi mengusulkan tanggal kelahiran Yesus pada kalender Mesir yang akan sesuai dengan 20 Mei, 19 dan 20 April, dan 6 Januari pada kalender modern yang paling banyak digunakan.

Di banyak komunitas Kristen kuno, 6 Januari diakui dan dirayakan sebagai tanggal kelahiran Yesus.

Penulis lain menyatakan bahwa 28 Maret, hari keempat penciptaan, ketika Tuhan menciptakan Matahari dan Bulan , adalah hari ulang tahun Yesus.

Kemudian pada tahun 221, sejarawan Kristen awal Sextus Julius Africanus (sekitar 180–sekitar 250) menjadi penulis pertama yang menunjukkan bahwa 25 Desember, yang sekarang diakui sebagai Natal oleh sebagian besar umat Kristen, adalah tanggal kelahiran Yesus.

Dia mendasarkan perhitungannya bahwa 25 maret adalah pemberitahuan malaikat Gabriel kepada Maria, dia akan mengandung.

Menurut dia, sejak diumumkan, maka pembuahan sedang terjadi. Africanus menghitung masa kehamilan sembilan bulan yang khas untuk sampai pada tanggal 25 Desember.

Asal usul lain tanggal 25 desember dihubungkan dengan paganisme, yaitu perayaan titik balik matahari musim dingin sebagai kelahiran kembali Matahari yang Tak Terkalahkan (Sol Invictus) pada tanggal 25 Desember sangat populer.

Tentu semua spekulasi penanggalan diatas tidak ada yang akurat. Namun karena keingin tahuan kapan Yesus lahir, banyak orang mencoba menghitung-hitung.

Anda pun dapat membuat perhitungan seperti mereka..

Petunjuk waktu kelahiran Yesus

Sekedar mengisi waktu dihari libur natal, mari kita mencoba membuat perkiraan kapan Yesus lahir. Kita akan mulai dengan mencari petunjuk dalam Alkitab, yang mungkin bisa membantu..

Petunjuk pertama kita bisa lihat di Lukas 2:8, disana diceritakan para gembala yang sedang menjaga kawanan ternak mereka dipadang..

Di daerah itu ada gembala-gembala yang tinggal di padang menjaga kawanan ternak mereka pada waktu malam.

Mereka menjadi orang pertama yang mendapatkan pengumuman dari malaikat tentang kelahiran Yesus.

Kata ‘tinggal’ dalam ayat itu menunjukkan bahwa para gembala tinggal diluar bersama kawanan domba mereka siang dan malam. Dan itu mereka lakukan saat musim hangat atau cerah.

Dimusim dingin, ketika cuaca sangat dingin. Hujan lebat bahkan salju, maka para gembala tidak akan tinggal dipadang.

Nah, ini menunjukkan bahwa kelahiran Yesus kemungkinan besar bukan pada bulan-bulan musim dingin.

Seorang sejarawan mencatat, “Dari pertengahan November hingga seminggu sebelum Paskah, domba-domba dipelihara di dalam kandang.” (Daily Life in Palestine at the Time of Jesus, Henri Daniel-Rops, 1961).

Dari petunjuk pertama ini, kita dapat mengatakan bahwa kelahiran Yesus terjadi antara bulan Mei hingga Oktober.

Petunjuk kedua, kelahiran Yesus berdekatan dengan kelahiran Yohanes pembaptis. Kita dapat melihat beberapa petunjuk terkait kelahiran Yohanes. Dan ini dapat membatu kita.

“Pada zaman Herodes, raja Yudea, adalah seorang imam yang bernama Zakharia dari rombongan Abia. Isterinya juga berasal dari keturunan Harun, namanya Elisabet.” Lukas 1:5

Imam Zakharia adalah ayah Yohanes Pembaptis. Kita diberi tahu kapan berbagai kelompok imam ditugaskan untuk melayani di bait suci.

Berbagai kelompok (menurut keluarga) imam dibagi berdasarkan undian ke dalam masa pelayanan selama setahun:

Menurut 1 Tawarik 24:10, imam yang berasal dari rombongan Abia, mendapat undian yang kedelapan.

Perkiraan setiap rombongan imam melayani 2 sesi sebulan. Total ada 24 sesi menurut 1 Tawarik 24:19.

Maka sesi kedelapan akan berlangsung sekitar pertengahan hingga akhir bulan keempat. Itu berarti masa pelayanannya akan berlangsung sekitar Juli-Agustus karena bulan pertama dalam kalender keagamaan Ibrani adalah Nisan, sekitar awal musim semi (Maret-April).

Malaikat memberitahu dia, “Jangan takut, hai Zakharia, sebab doamu telah dikabulkan dan Elisabet, isterimu, akan melahirkan seorang anak laki-laki bagimu dan haruslah engkau menamai dia Yohanes.” Lukas 1:31

Selanjutnya janji itu digenapi, “Ketika selesai jangka waktu tugas jabatannya, ia pulang ke rumah.”

Beberapa lama kemudian Elisabet, isterinya, mengandung dan selama lima bulan ia tidak menampakkan diri..” Lukas 1:23-24.

Setelah lima bulan kehamilan Elisabet, malaikat Gabriel datang kepada Maria dan mengumumkan bahwa dia akan mengandung pada bulan keenam.

“Dalam bulan yang keenam Allah menyuruh malaikat Gabriel pergi ke sebuah kota di Galilea bernama Nazaret..” Lukas 1:26

“Sesungguhnya engkau akan mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki dan hendaklah engkau menamai Dia Yesus.” Lukas 1:31.

Setelah itu Maria pergi mengunjungi Elisabet..

“Beberapa waktu kemudian berangkatlah Maria.. ia masuk ke rumah Zakharia dan memberi salam kepada Elisabet.. Dan Maria tinggal kira-kira tiga bulan lamanya bersama dengan Elisabet..” Lukas 1:39, 40, 56.

Setelah tiga bulan tinggal bersama Elisabet, kemudian Maria pulang kerumahnya, kemungkinan menjelang waktu paskah atau bulan pertama. Dia pulang sebelum Elisabet melahirkan..

“Kemudian genaplah bulannya bagi Elisabet untuk bersalin dan ia pun melahirkan seorang anak laki-laki.” Lukas 1:57

Dari paskah antara Maret-April, kita menghitung enam bulan kedepan, maka kemungkinan pada akhir bulan keenam atau kemungkinan besar pada bulan ketujuh, yaitu pada musim gugur tahun itu, sekitar bulan September-oktober, Yesus lahir.

Penjelasan diatas tidak menyertakan tanggalnya. Karena banyak variable yang membuat tidak mungkin memastikan tanggal..

Setidaknya kita telah memastikan bahwa itu terjadi pada musim gugur tahun itu..

Agar lebih mudah kita bisa lihat table berikut ini:

Perkiraan waktu (Bulan Ibrani)Peristiwa
Akhir bulan ke-4Elisabeth hamil dan menyembukan selama 5 bulan
Akhir bulan ke 9Maria mengandung (5 bulan setelah Elisabet) Maria mengunjungi Elisabeth (selama 3 bulan)
Akhir bulan ke 12Mari kembali kerumahnya (kemungkinan untuk paskah)
Akhir bulan pertamaYohanes lahir (awal tahun berikutnya)
Pada bulan ketujuhYesus lahir

Kita bisa lihat diagram berikut untuk lebih jelas (digram tidak bisa tampil)

Catatan:

  1. Bulan pertama dalam kalender Ibrani dimulain dari 21 Maret – 19 April
  2. Akhir bulan ke-4, pelayanan Abiah berakhir. Yohanes dikandung Elisabet
  3. Maria mengandung 5 bulan setelah Elisabet. Maria mengunjungi Elisabeth selama 3 bulan
  4. Kemungkinan Yesus lahir antar September-oktober

Jadi dari diagram diatas, kita dapat melihat perkiraan kelahiran Yesus, jika dilihat dari berbagai cerita di kitab Lukas 2. Mungkin ada punya penyelidikan yang lain, yang jauh lebih tepat boleh dibagikan.

Kelahiran Yesus berhubungan dengan sensus

Petunjuk ketiga, Waktu kelahiran Yesus juga berhubungan dengan sensus pada masa kaisar Agustus berkuasa.

Informasi dalam Lukas 2:1, kaisar mengeluarkan perintah agar semua orang mendaftarkan diri mereka ke kotanya masing-masing.

Yusuf dan Maria berangkat ke Betlehem. Kota itu penuh sesak dengan pelancong, hingga, “.. tidak ada tempat bagi mereka di rumah penginapan..” (Lukas 2:7).

Banyak peziarah yang memadati daerah tersebut (Betlehem hanya berjarak sekitar 8 kilometer/5 mil dari Yerusalem) terutama selama Hari Raya Pondok Daun.

Sensus yang dilakukan kaisar untuk kepentingan pajak. Dan waktu yang paling logis untuk sensus dan pemungutan pajak adalah tepat setelah panen, di musim gugur, ketika masyarakat memiliki pendapatan dari hasil panen mereka.

Selain itu, tidak masuk akal juga untuk melakukan perjalanan pada musim dingin.

Dengan demikian, tanggal 25 desember bukanlah waktu yang tepat untuk kelahiran Yesus. kemungkinan besar September-Oktober.

Namun mempersoalkan kapan Yesus lahir tidak relevan diperdebatkan saat ini. Poin yang jauh lebih penting adalah bahwa Yesus telah datang ke dunia. Dia telah lahir. Mati dan bangkit dari kubur.

Dia akan datang lagi untuk kedua kali, menjemput orang-orang yang percaya kepada-Nya. Agar mereka dapat hidup selama-lamanya dalam kerjaan Surga.

Kelahiran Yesus penting. Itu sudah terjadi. Saat ini, kita sementara menanti kedatangan-Nya kedua kali. Itu jauh lebih penting saat ini.

Merayakan kedatangan Yesus yang pertama, natal, hendaknya mempersiapkan hidup kita untuk menanti kedatangan-Nya kedua kali.

Kedatangan-Nya yang pertama tidak diduga. Kedatangan-Nya kedua kali pun lebih tidakt terduga lagi. Dia akan datang seperti pencuri. Tidak tahu kapan waktunya.

Namun tanda-tanda zaman menunjukkan, waktu kedatanga-Nya tidak akan lama lagi.

Jadi natal adalah saat yang tepat untuk memandang kepada kedatangan-Nya kedua kali.

“Lihatlah, Aku datang seperti pencuri. Berbahagialah dia, yang berjaga-jaga dan yang memperhatikan pakaiannya, supaya ia jangan berjalan dengan telanjang dan jangan kelihatan kemaluannya.”.Wahyu 16:15

“Karena itu berjaga-jagalah, sebab kamu tidak tahu akan hari manakah atau saat manakah {Anak Manusia} akan datang.” Matius 24:42

Sumber: https://deddypanjaitan.my.id/3-petunjuk-penting-perkiraan-waktu-kelahiran-yesus/

Join channel telegram websitekami.com agar tidak ketinggalan berita loker terbaru lainnya

Join now
Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan