3 Penyebab Orang Kristen Mengalami Stunting Rohani

Stunting menjadi isu yang hangat dibicarakan hari ini. Pemerintah menemukan banyak anak-anak yang mengalami stunting.

Apakah itu stunting? Stunting adalah masalah gizi kronis akibat kurangnya asupan gizi dalam jangka waktu panjang sehingga mengakibatkan terganggunya pertumbuhan pada anak.

Stunting juga menjadi salah satu penyebab tinggi badan anak terhambat, sehingga lebih rendah dibandingkan anak-anak seusianya.

Jadi, stunting adalah masalah asupan gizi buruk, sehingga pertumbuhan fisik terhambat.

Stunting fisik dapat kita kembangkan kepada stunting rohani. Kondisi dimana pertumbuhan rohani terhambat, karena asupan gizi rohani tidak tercukupi. Kita menyebutnya stunting rohani.

Ada banyak hal yang menyebabkan pertumbuhan rohani kita terhambat, bahkan bisa terjadi berkali-kali sepanjang hidup kita.

Dalam perjalanan rohani, hal ini biasa terjadi pada periode waktu tertentu. Namun kita harus melakukan yang terbaik untuk keluar dari stunting rohani dan menghidupkan kembali pertumbuhan rohani kita.

Di bawah ini, saya ingin berbagi beberapa alasan mengapa kita mengalami stunting rohani, namun saya juga menyertakan ide-ide untuk membantu kita keluar dari stunting rohani.

Ingat, kuncinya adalah konsisten membangun kebiasaan-kebiasaan yang memulihkan pertumbuhan rohani kita.

1. Dosa

Alasan pertama mengapa pertumbuhan rohani kita terhambat adalah karena dosa. Jika kita aktif hidup dalam dosa, pertumbuhan rohani kita akan terhambat.

Sulit untuk memiliki hubungan yang benar dengan Tuhan jika kita secara aktif terlibat dalam dosa. Mirip dengan Adam dan Hawa, ketika kita berbuat dosa, kita akan bersembunyi dari Tuhan.

Tuhan tidak bersembunyi dari kita, namun kita bersembunyi dari-Nya. Kita menyembunyikan wajah kita dari Tuhan karena kita tahu kita telah berdosa terhadap Dia.

Meskipun mustahil untuk menjalani kehidupan yang bebas dosa, penting bagi kita untuk melakukan yang terbaik untuk tidak berbuat dosa dan bertobat dari dosa-dosa kita ketika kita tersandung dan terjatuh.

Alkitab memberitahu kita bahwa jika kita mengaku dosa kita, Allah setia dan Dia akan mengampuni kita.

Rasul Yohanes mengatakan kepada kita, “Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan” (1 Yohanes 1:9).

Karena kita mempunyai janji yang pasti dan benar ini, kita perlu datang ke hadapan Tuhan dalam doa dan memohon pengampunan-Nya.

2. Kita Tidak Membaca Alkitab Kita

Penyebab kedua terhambatnya pertumbuhan rohani kita adalah jika kita tidak membaca Alkitab.

Alkitab adalah satu-satunya buku di dunia yang ditulis secara ilahi oleh Tuhan. Tidak ada teks, sastra klasik, atau buku pengembangan diri yang penting untuk kita baca selain Alkitab.

Di dalam Alkitab terkandung segala sesuatu yang perlu kita ketahui tentang Tuhan, keselamatan, dan kekekalan.

Alkitab adalah segala sesuatu yang kita perlukan untuk menjalani kehidupan guna memuliakan Allah dan membantu orang lain mengenal Dia.

Jika kita tidak pernah membuka Alkitab, bagaimana kita bisa berharap mengalami pertumbuhan rohani?

Tidak ada cara untuk bertumbuh dalam hubungan rohani kita dengan Kristus jika kita mengabaikan buku yang dapat membantu kita belajar lebih banyak tentang karakter-Nya.

Alkitab adalah buku panduan kita dalam hidup, dan memberi kita kehidupan. Kita tidak bisa berharap hanya mendengarkan khotbah sekali seminggu dan percaya bahwa kita memiliki semua yang kita butuhkan untuk bertumbuh menjadi dewasa secara rohani dari Minggu hingga Sabtu.

Khotbah sangatlah bagus dan dapat membantu kita dalam banyak hal, namun kita harus membaca Alkitab dan mendengarkan bisikan lembut Tuhan dalam firman-Nya.

Dengan mengabaikan Alkitab, kita tidak akan bisa mendengar suara Tuhan, dan kita tidak akan bisa disadarkan akan dosa-dosa kita.

Setiap kali kita membuka Alkitab dan membacanya, kita akan meningkatkan pertumbuhan rohani dan hubungan kita dengan Yesus.

Bisa dibilang, jika kita tidak membaca Alkitab, hal ini memberikan pesan bahwa kita tidak menganggap Alkitab layak untuk dibaca.

Kita mungkin memang kekurangan waktu, namun kita perlu meluangkan waktu untuk membaca Alkitab.

Jika kita terus mengabaikan pembacaan Alkitab, pertumbuhan rohani kita akan terus terhambat.

Hanya melalui pembacaan Alkitab yang konsisten pertumbuhan rohani kita akan mampu melambung tinggi.

3. Kita Tidak Berdoa

Penyebab ketiga terhambatnya pertumbuhan rohani kita adalah jika kita tidak berdoa. Bagaimana kita akan bertumbuh dalam perjalanan rohani kita jika kita tidak pernah berbicara dengan Tuhan dalam doa?

Melalui doa, kita mampu mengakui ketergantungan kita pada Tuhan. Jika kita tidak berdoa kepada Tuhan, kita pasti akan terhambat pertumbuhan rohani kita.

Doa sangat penting dalam banyak bidang kehidupan kita, termasuk pertumbuhan rohani kita.

Melalui doa, kita bisa mencurahkan isi hati kita kepada Tuhan, memohon pertolongan-Nya, bersyukur kepada-Nya, mendoakan sesama, dan mempererat hubungan kita dengan-Nya.

Jika kita mengabaikan doa, kita juga akan mengabaikan setiap bagian penting dari pertumbuhan rohani ini. Doa harus selalu ada dalam pikiran kita.

Hal ini seharusnya datang kepada kita secara alami seperti halnya bernapas. Paulus memerintahkan kita untuk berdoa tanpa henti (1 Tesalonika 5:16-18). Meski terdengar mustahil, namun hal ini sangat mungkin terjadi.

Berdoa tanpa henti bukan berarti kita harus terus-menerus berdoa atau membaca Kitab Suci, namun sebaliknya, berdoa tanpa henti berarti kita terus-menerus menempatkan Tuhan di pikiran kita dan berbicara kepada-Nya seperti kita terus-menerus berbicara dan curhat kepada sahabat.

Hal ini memerlukan waktu untuk mempraktikkannya, namun penting bagi kita untuk berdoa agar dapat berkomunikasi dengan Tuhan dan memperlakukan Dia sebagai sahabat kita yang terbaik.

Doa sering kali dibicarakan di dalam gereja, tempat ibadah, dan lingkungan Kristen, namun tindakan berdoa yang sebenarnya sering kali diabaikan.

Faktanya adalah bahwa doa sangatlah penting bagi pertumbuhan rohani kita. Faktanya, kita tidak dapat memiliki hubungan yang utuh dengan Tuhan kecuali kita aktif dalam kehidupan doa kita bersama Tuhan.

Ibuku dulu berpikir bahwa doa kita “mengambil” waktu Tuhan, jadi dia sering menyuruh kita untuk membatasi doa kita agar tidak mengganggu Tuhan.

Doa kita tidak pernah menghabiskan waktu Tuhan, Tuhan juga tidak pernah peduli dengan doa kita.

Dia ingin kita datang kepada-Nya dalam doa dan menceritakan kepada-Nya semua kekhawatiran, kekhawatiran, dan kebutuhan kita.

Melalui doa, kita mengakui ketergantungan kita pada Tuhan dan juga menunjukkan kepada Tuhan bahwa kita tidak dapat melakukan hal-hal ini sendirian.

Meskipun dunia ini menekankan pentingnya kemandirian, tidak seorang pun di antara kita yang benar-benar mandiri karena kita semua membutuhkan Tuhan.

Tak satu pun dari kita mampu menyelesaikan semua masalah kita, dan kita juga tidak mampu menyelamatkan jiwa kita.

Kita semua membutuhkan Tuhan, dan melalui doa, kita mengakui ketergantungan kita pada-Nya. Tanpa doa, pertumbuhan rohani kita akan terhambat atau mengalami stunting.

Karena itu mari kita tinggalkan kehidupan dosa, hiduplah dalam kebenaran Tuhan. Selanjutnya, mari kita mendengar, membaca, memperlajari, menghafalkan, merenungkan Firman Allah setiap hari..

Dan mari kita membangun hubungan dengan Tutan melalui dosa setiap hari.

Ditulis oleh: Vivian Bricker,

Bagikan:

Comments

comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *