3 Cara Melindungi Diri dari Sifat Ketamakan

Hati-hati dengan Ketamakan.

AYAT INTI: “Kata-Nya lagi kepada mereka: ”Berjaga-jagalah dan waspadalah terhadap segala ketamakan, sebab walaupun seorang berlimpah-limpah hartanya, hidupnya tidaklah tergantung dari pada kekayaannya itu.” (Lukas 12: 15).

Pendahuluan

Berjaga-jagalah dan wasapadalah terhadap segala ketamakan, sebab walaupun seorang berlimpah-limpah hartanya, hidupnya tidaklah bergantung dari pada kekayaannya itu.

Apa arti ketamakan? Ini adalah satu keinginan luar biasa pada kekayaan atau kepemilikan yang sesungguhnya bukan miliknya, Katamakan selalu diiringi dengan berdusta, mencuri, atau membunuh.

Hal ini sangat merusak. Itu sebabnya TUHAN memperingatkan dalam perintah yang kesepuluh:

Jangan mengingini rumah sesamamu, istrinya, hambanya laki-laki atau perempuan, atau lembu atau keledainya atau apa pun yang dipunyai sesamamu” (Keluaran 20:17).

Ketamakan sering didaftarkan dengan dosa yang keju yang akan membuat seseorang tidak bisa masuk ke dalam kerajaan surga.

Ketamakan disejajarkan dengan orang cabul, penyembah berhala, orang berzinah, banci, pemburit, pencuri, orang kikir, pemabuk, pemfitnah dan penipu (1 Korintus 6:9,10).

Sumber dan Asal Mula Ketamakan

Baca Yesaya 14:12-14; Efesus 5:5 dan Kolose 3:5.

Bagaimana dosa muncul dalam alam semesta TUHAN yang suci? Pada intinya dosa muncul karena ketamakan.

Lusifer adalah malaikat yang diciptakan TUHAN, namun dia ingin mengatasi semua malaikat-malaikat. Lusifer ingin menyamai TUHAN yang menciptakannya. Dia menginginkan sesuatu yang bukan menjadi miliknya.

Gantinya Lusifer berusaha untuk menjadikan TUHAN terutama di dalam kasih dan kesetiaan seluruh makhluk ciptaan, Lusifer mencoba untuk mengalihkan pelayanan dan kesetiaan semua makhluk kepada dirinya sendiri.

Lusifer menginginkan kemuliaan Anak serta mendapatkan kuasa yang merupakan hak Anak.

Paulus menyamakan ketamakan dengan penyembahan berhala. Mengapa sama? Penyembahan berhala berarti mendedikasikan dirinya kepada sesuatu yang lain daripada TUHAN, sesuatu yang diciptakan gantinya Pencipta.

Ketamakan berarti menginginkan sesuatu yang seharusnya tidak kita miliki dan sangat menginginkannya sehingga keinginan pribadi akan hal itu menjadi focus hati gantinya kepada TUHAN.

Lusifer pada awalnya tidak mengetahui ke mana keinginannya yang salah sedang menuntunnya.

Perintah melawan ketamakan adalah satu perintah yang hanya berhubungan dengan pikiran yang dapat menghentikan seseorang dari tindakan-tindakan yang akan mengarah kepada perintah-perintah yang lain juga.

Akhan: Ketamakan Satu Orang Semua Turut Menderita

Baca Yosua 7.

Bangsa Israel telah menyeberangi sungai Yordan. Bangsa-bangsa di Kanaan merasa takut dan gentar bukan hanya kepada Israel tetapi kepada TUHAN orang Israel. Sekarang negeri atau kota pertama yang harus ditaklukkan ialah kota Yerikho.

TUHAN berkata bahwa Dia akan menyerahkan kota Yerikho kepada Israel. Israel bahkan Yosua tidak mengetahui bagaimana caranya Kota Yerikho akan ditaklukkan.

TUHAN menyatakan kepada Yosua apa yang Israel harus lakukan. Tuhan juga memberikan peraturan bahwa Israel tidak boleh menjarah harta orang Yerikho.

Tembok Yerikho yang tebal rubuh kareka tindakan TUHAN. Namun keajaiban ini berubah menjadi hal yang buruk.

Akhan mengambil barang-barang berharga milik orang Yerikho. Akhan menyimpan barang-barang itu di bawah tendanya.

Ini menyebabkan Israel dikalahkan bangsa Ai, bangsa yang jauh lebih kecil dari penduduk kota Yerikho. Akhan mengingini apa yang TUHAN larang.

Kata Ibrani untuk menginginiadalah chmd yang diterjemahkan di beberapa tempat dalam Kitab Suci dalam pengertian positif. Akar kata yang sama juga muncul di Daniel 9:23 yang diterjemahkan “sangat dikasihi.”

Dalam kasus Akhan, chmd adalah kabar buruk. Pelanggaran Akhan membawa keburukan bagi seluruh Israel. Yosua menjadi takut jika kekalahan Israel oleh bangsa Ai akan didengar bangsa-bangsa di Kanaan.

Awalnya TUHAN ingin menggunakan kisah kekalahan bangsa Yerikhio sebagai bagian dari membuat bangsa-bangsa di sekitar mengetahui kuasa dan pekerjaan-Nya di antara umat-Nya.

Namun kesaksian dahsyat ini, setelah kekalahan Israel oleh bangsa Ai, menjadi kekalahan, merenggut nyawa dan memalukan.

Yudas: Menjual Yesus Demi Uang

Baca Yohanes 12:1-8.

Yudas Iskariot adalah salah seorang dari sebelas murid Yesus yang mendapatkan kesempatan dalam sejarah dunia. Yudas belajar kebenaran kekal secara langsung dari yesus.

Yudas belajar kebenaran langsung dari yesus namun dipastikan dia tidak akan selamat sementara banyak orang yang tidak belajar kebenaran langsung dari Yesus namun memiliki kesempatan untuk diselamatkan.

Yudas tidak suka melihat seorang perempuan mengurapi Yesus dengan minyak yang mahal. Yudas menganggap itu pemborosan karena uangnya lebih baik diberikan kepada orang miskin.

Yesus menegur Yudas yang tamak dengan lemah lembut. Yudas keluar dari ruangan tempat Yesus diurapi dan pergi menemui para imam.

Yudas mengkhianati Yesus dengan menjual Yesus kepada para imam sebesar 30 keping perak.

Mengapa Yudas melakukan sesuatu yang begitu jahat? Yudas tidak pernah menyerahkan diri sepenuhnya kepada TUHAN.

Yudas rindu diubahkan dalam tabiat dan kehidupan, berharap untuk mengalami hal tersebut dengan jalan menghubungkan dirinya dengan Yesus. Yesus menerima Yudas menjadi murid-Nya untuk memberi kesempatan Yudas menerima perubahan.

Dosa ketamakan dalam diri Yudas tidak dapat dia kalahkan dalam kuasa Kristus. Setiap manusia berjuang dengan ketamakan.

Ketamakan adalah masalah hati. Ketamakan dalam diri Yudas mendorongnya mencuri dan mengkhianati Yesus.

Satu keinginan kecil dalam hati jika tidak dikalahkan dapat membawa kepada bencana dan hilang selama-lamanya.

Semua manusia memiliki cacat tabiat yang jika manusia mau berserah dapat diatas melalui kuasa TUHAN yang bekerja dalam diri.

Ananias dan Safira: Berbohong Demi Uang

Baca Kisah Para rasul 5;1-11.

Setelah kecurahan Roh Kudus pada hari Pentakosta, banyak orang yang menyatu dengan gereja TUHAN.

Para rasul menerima urapan Roh Kudus dan mereka menyampaikan Injil dengan berani. Kumpulan orang percaya sehati dan sejiwa dan semua merasakan bahwa milik mereka merupakan milik bersama (Kisah. 4:31,32).

Ada satu pasang suami-istri yang Bernama Ananias dan Safira yang menjadi bagian dari gereja TUHAN.

Keduanya melihat gereja bertumbuh dan manifestasi Roh Kudus di tengah-tengah jemaat. Banyak anggota jemaat menjual hartanya dan membagi-bagikannya kepada orang miskin.

Ananias dan Safira ingin menjadi bagian dari Gerakan yang luar biasa ini. Mereka berkomitmen untuk menjual harta mereka dan memberikannnya kepada para rasul.

Mereka menyesali komitmen yang mereka buat dengan TUHAN. Akhirnya hilanglah pengaruh yang manisa dari berkat yang telah menghangatkan mereka dengan kerinduan untuk melakukan perkara-perkara yang besar demi pekerjaan Kristus.

Uang hasil penjualan itu tidak diserahkan semuanya kepada Petrus. Keduanya telah menentang Roh Kudus.

Keduanya telah berdosa kepada TUHAN. Keduanya mati karena ketamakan dalam diri mereka.

Meskipun mulai dengan motif yang benar, ketamakan menyebabkan Ananias dan Safira meletakkan di hadapan para rasul-rasul dan berpura-pura menjadi apa yang sebenarnya tidak demikian.

Setelah peristiwa kematian Ananias dan Safira maka jemaat TUHAN menjadi takut. Ketamakan telah menuntun manusia untuk berdosa kepada TUHAN, melanggar komitmennya dengan TUHAN.

Cara Mengalahkan Ketamakan

Baca 1 Korintus 10:13.

Ketamakan adalah satu perkara hati dan sama seperti kesombongan serta cinta diri sering tidak terdeteksi. Ketamakan dapat sangat menipu dan mematikan.

Sangatlah sulit mengalahkan pikiran-pikiran yang salah dibandingkan mengalahkan dosa-dosa seperti membunuh, berdusta, berzinah, melanggar Sabat, dll.

TUHAN akan memberi kekuatan kepada mereka yang mau mengalahkan pencobaan. Pencobaan-pencobaan yang TUHAN izinkan tidak akan melebihi kekuatan manusia.

Bagaimana dalam kuasa TUHAN manusia dapat dilindungi dari dosa yang bersifat menipu yaitu ketamakan?

1. Buat keputusan untuk melayani dan bergantung kepada TUHAN dan menjadi bagian dari keluarga-Nya.

2. Berdoalah setiap hari dan masukkan dalam doa pribadi agar TUHAN melindungi dari pencobaan. Berdoalah untuk mengalahkan rasa tamak.

3. Belajarlah Kitab Suci secara teratur.

Yesus mengatasi masalah manusia. Yesus digoda pada setiap titik di mana manusia digoda. Yesus menghabiskan waktu sepanjang malam dalam persekutuan yang penuh doa dengan Bapa-Nya untuk melawan kuasa dosa.

Yesus telah meninggalkan teladan bagi manusia dan menjanjikan kuasa untuk memungkinkan setiap orang menghidupkan satu kehidupan iman dan penurutan.

Kesimpulan.

Akhan bukanlah satu-satunya orang yang membawa perak dan emas ke perkemahan orang Israel. Orang Israel justru membawa emas dan perak hasil jarahan dari penduduk Yerikho.

Bedanya ialah orang Israel menyerahkannya ke perbendaharan TUHAN sementara Akhan menyimpan untuk dirinya sendiri. Akhan satu-satunya orang yang berani melanggar perintah TUHAN.

Sifat tamak Akhan telah dirangsang oleh penglihatan akan jubah-jubah Sinear yang indah. Sebuah dosa telah menuntun kepada dosa yang lainnya. Akhan telah merampok dari TUHAN akan buah sulung dari negeri Kanaan.

Dua hal pertama yang Paulus daftarkan akan tanda-tanda di akhir zaman adalah mencakup sikap manusia terhadap uang dan kepemilikan.

Manusia akan mencintai dirinya sendiri dan menjadi hamba uang (2 Timotius 3:1,2). Rasa cinta diri dan cinta akan uang adalah gambaran signikan tentang keadaan manusia pada akhir zaman.

Nafsu, suatu bentuk ketamakan, menghasilkan dosa yang mengakibatkan kematian. Ketamakan adalah suatu pelanggaran terhadap hukum kasih yang tidak mementingkan diri.

Solusi terhada keserakahan dan nafsu ini adalah berjalan dalam Roh bukan dalam daging. Mereka yang mengikuti Yesus akan menyangkal diri sendiri dan memikul salib mereka, meloloskan diri dari kerusakan yang ada dalam dunia melalui nafsu.

Sekiranya Ananias dan Safira berhasil dalam penipuan mereka, kredibilitas para rasul dan legitimasi Ilahi atas gereja akan dirusak sejak awal.

Bukan hanya kepada siding mula-mula, tetapi kepada semua generasi yang akan datang, teladan dari kebencian TUHAN akan ketamakan, penipuan dan kepura-puraan diberikan sebagai tanda bahaya. Ketamakanlah yang mula-mula digemari Ananias dan Safira.

Bagikan:

Comments

comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *