3 Cara Bagaimana Mengasihi Musuh Kita

Teks: Matius 5:43-44, – Luk 6:27-28,35

Pendahuluan

Salah satu perintah yang sangat menantang yang diberikan oleh Yesus adalah untuk mengasihi musuh…

Disampaikan dalam khotbah-Nya di atas bukit – Mat 5:43-44 – Luk 6:27-28,35

Kelihatanya sulit, namun bila dihidupkan dan diterapkan dengan benar, kita dapat mencintai musuh

Dan itu akan Memberkati dan mengubah hidup kita sendiri

Maka hasilnya, dunia ini benar-benar akan menjadi tempat yang lebih baik

Mari kita lihat perintah Yesus untuk mengasihi musuhmu lebih dekat dengan terlebih dahulu bertanya…

SIAPA MUSUH KITA?

1. MUSUH ADALAH SIAPAPUN YANG BERBICARA BURUK KEPADA KITA

Musuh adalah Siapapun yang berbicara buruk tentang Anda – Mat 5:44; Luk 6:28. Contohnya Seperti yang dilakukan Simei terhadap Daud – lih. 2Sam 16:5-8,13

2. MUSUH ADALAH SIAPAPUN YANG MEMBENCIMU…

Siapa yang karena alasan tertentu membencimu, dia menjadi musuh – Mat 5:44; Luk 6:27. Baik karena alasan ras, politik, agama, atau pribadi – misalnya, Yoh 15:18-19.

3. MUSUH ADALAH SIAPAPUN YANG IRI HATI, DENDAM, DENGKI…

Musuh adalah siapapun yang melecehkan, memperlakukan anda dengan buruk, menuduh Anda secara tidak benar – Mat 5:44; Luk 6:28.

Menganiaya Anda dengan cara apa pun, seperti yang mereka lakukan pada Yesus – Mat 27:27-30.

4. MUSUH ADALAH SIAPAPUN YANG MENGANIAYA MU…

Siapapun yang menganiaya dan mengadakan permusuhan yang terus menerus dengan anda adalah musuh – Mat 5:44.

Contohnya, seperti Saulus dari Tarsus, dia menganiaya dan memusuhi orang Kristen – Kis 8:3; 9:1-2; 22:4; 26:9-11; Gal 1:13.

Musuh itu bisa berasal dari anggota keluarga, tetangga, rekan kerja, sesama warga, atau perwakilan pemerintah (lokal atau asing).

Dengan kata lain, siapa saja yang tidak menyukai kita adalah musuh.

Sekarang pertanyaan berikutnya adalah…

MENGAPA KITA HARUS MENGASIHI MUSUH?

1. UNTUK MENJADI SAMA SEPERTI YESUS

“..Karena dengan demikianlah ( Mengasihi Musuh) kamu menjadi anak-anak Bapamu yang di sorga, yang menerbitkan matahari bagi orang yang jahat dan orang yang baik dan menurunkan hujan bagi orang yang benar dan orang yang tidak benar.” Matius 5:45, 48.

“Tetapi kamu, kasihilah musuhmu dan berbuatlah baik kepada mereka dan pinjamkan dengan tidak mengharapkan balasan, maka upahmu akan besar dan kamu akan menjadi anak-anak Allah Yang Mahatinggi..” Lukas 6:35.

2. UNTUK TIDAK SAMA SEPERTI ORANG JAHAT

Orang jahat hanya mengasihi orang yang mengasihi mereka.

“Apabila kamu mengasihi orang yang mengasihi kamu, apakah upahmu? Bukankah pemungut cukai juga berbuat demikian?

Dan apabila kamu hanya memberi salam kepada saudara-saudaramu saja, apakah lebihnya dari pada perbuatan orang lain? Bukankah orang yang tidak mengenal Allah pun berbuat demikian?” Matius 5:46-47.

“Dan jikalau kamu mengasihi orang yang mengasihi kamu, apakah jasamu? Karena orang-orang berdosa pun mengasihi juga orang-orang yang mengasihi mereka.

Sebab jikalau kamu berbuat baik kepada orang yang berbuat baik kepada kamu, apakah jasamu? Orang-orang berdosa pun berbuat demikian.

Dan jikalau kamu meminjamkan sesuatu kepada orang, karena kamu berharap akan menerima sesuatu dari padanya, apakah jasamu? Orang-orang berdosa pun meminjamkan kepada orang-orang berdosa, supaya mereka menerima kembali sama banyak.” Lukas 6:32-34.

3. UNTUK MENGALAHKAN KEJAHATAN…

a. Kita tidak membiarkan kejahatan menguasai kita

“Tetapi, jika seterumu lapar, berilah dia makan; jika ia haus, berilah dia minum! Dengan berbuat demikian kamu menumpukkan bara api di atas kepalanya. Janganlah kamu kalah terhadap kejahatan, tetapi kalahkanlah kejahatan dengan kebaikan!” Roma 12:20-21.

“Aku tidak akan pernah membiarkan orang lain menghancurkan hidupku dengan membuatku membencinya.” – George Washington Carver

“Mereka yang membencimu tidak akan menang kecuali kamu membenci mereka – dan kemudian kamu menghancurkan dirimu sendiri.” – Richard Nixon

b. Mengalahkan kejahatan dengan berbuat baik.

“..Kalahkanlah kejahatan dengan kebaikan!” Roma 12:21.

“Bukankah aku menghancurkan musuhku ketika aku berteman dengan mereka?” – Abraham Lincoln

“Cinta adalah satu-satunya kekuatan yang mampu mengubah musuh menjadi teman.” -Martin L.King, Jr.

Jadi, mengapa kita harus mengasihi musuh kita? Tujuan utamanya adalah untuk mengubah musuh kita menjadi saudara (lih. Rm 10:1).

Bukankah itu yang Tuhan lakukan kepada kita? Jadi sekarang mari kita bertanya …

BAGAIMANA CARANYA KITA MENGASIHI MUSUH?

a. Dengan memberkati mereka.

Yesus, Paulus, Petrus memerintahkan: Mengasihi, berdoa bagi mereka. – Mat 5:44;

“Berkatilah siapa yang menganiaya kamu, berkatilah dan jangan mengutuk!” Roma 12:14;

“janganlah membalas kejahatan dengan kejahatan, atau caci maki dengan caci maki, tetapi sebaliknya, hendaklah kamu memberkati, karena untuk itulah kamu dipanggil, yaitu untuk memperoleh berkat..” 1Ptr 3:9

Kata “berkat” di sini berarti “berbicara dengan baik” tidak mengutuk, memaki, dll.

b. Dengan Berbuat Baik Kepada Mereka.

Allah mengajarkan dalam Keluaran 23:4-5, “Apabila engkau melihat lembu musuhmu atau keledainya yang sesat, maka segeralah kaukembalikan binatang itu. Apabila engkau melihat rebah keledai musuhmu karena berat bebannya, maka janganlah engkau enggan menolongnya. Haruslah engkau rela menolong dia dengan membongkar muatan keledainya.”

“Karena itu, selama masih ada kesempatan bagi kita, marilah kita berbuat baik kepada semua orang..” Galatia 6:10

Berbuat baik kepada musuh berpotensi untuk mengubah musuh kita.

“Jikalau seterumu lapar, berilah dia makan roti, dan jikalau ia dahaga, berilah dia minum air. Karena engkau akan menimbun bara api di atas kepalanya, an TUHAN akan membalas itu kepadamu.” Ams 25:21-22.

Salah satu contoh memperlakukan musuh adalah kisah orang-orang Aram yang hendak menyerang Elisa, tetapi Tuhan membutakan mata mereka dan Elisa membawa mereka ke Samaria. Ketika raja Israel melihat mereka, dia bertanya kepada Elisa, apakah mereka perlu kubunuh?

Jawab Elisa, “Jangan! Biasakah kaubunuh yang kautawan dengan pedangmu dan dengan panahmu? Tetapi hidangkanlah makanan dan minuman di depan mereka, supaya mereka makan dan minum, lalu pulang kepada tuan mereka.”

Disediakannyalah bagi mereka jamuan yang besar, maka makan dan minumlah mereka. Sesudah itu dibiarkannyalah mereka pulang kepada tuan mereka. Sejak itu tidak ada lagi gerombolan-gerombolan Aram memasuki negeri Israel.” 2 Raj 6:22-23

c. Dengan Berdoa Bagi Mereka

Yesus mengajarkan untuk berdoa bagi musuh. “ berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu..” Mat 5:44.

Yesus berdoa bagi mereka yangmengaiaya dirinya, “Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat.” Lukas 23:34.

KESIMPULAN

Ilustrasi

Di zaman Tiongkok Kuno ada seorang petani mempunyai seorang tetangga yang berprofesi sebagai pemburu dan mempunyai anjing-anjing yang galak dan kurang terlatih.

Anjing-anjing itu sering melompati pagar dan mengejar-ngejar domba-domba petani. Petani itu meminta tetangganya untuk menjaga anjing-anjingnya, tetapi ia tidak mau peduli.

Suatu hari anjing-anjing itu melompati pagar dan menyerang beberapa domba sehingga terluka parah.

Petani itu merasa tak sabar, dan memutuskan untuk pergi ke kota untuk berkonsultasi pada seorang hakim.

Hakim itu mendengarkan cerita petani itu dengan hati-hati dan berkata, “Saya bisa saja menghukum pemburu itu dan memerintahkan dia untuk merantai dan mengurung anjing-anjingnya.

Tetapi Anda akan kehilangan seorang teman dan mendapatkan seorang musuh. Mana yang kau inginkan, teman atau musuh yang jadi tetanggamu?”

Petani itu menjawab bahwa ia lebih suka mempunyai seorang teman.

“Baik, saya akan menawari Anda sebuah solusi yang mana Anda harus manjaga domba-domba Anda supaya tetap aman dan ini akan membuat tetangga Anda tetap sebagai teman.” Mendengar solusi pak hakim, petani itu setuju.

Ketika sampai di rumah, petani itu segera melaksanakan solusi pak hakim. Dia mengambil tiga domba terbaiknya dan menghadiahkannya kepada tiga anak tetangganya itu, yang mana ia menerima dengan sukacita dan mulai bermain dengan domba-domba tersebut.

Untuk menjaga mainan baru anaknya, si pemburu itu mengkerangkeng anjing pemburunya.

Sejak saat itu anjing-anjing itu tidak pernah menggangu domba-domba pak tani.

Di samping rasa terimakasihnya kepada kedermawanan petani kepada anak-anaknya, pemburu itu sering membagi hasil buruan kepada petani.

Sebagai balasannya petani mengirimkan daging domba dan keju buatannya. Dalam waktu singkat tetangga itu menjadi teman yang baik.

Sebuah ungkapan Tiongkok Kuno mengatakan :

“Cara Terbaik untuk mengalahkan dan mempengaruhi orang adalah dengan kebajikan.

Kita diperintahkan untuk mengasihi musuh kita. Mengasihi dengan kasih Agape, yaitu dengan memberkati mereka, berbuat baik kepada mereka, berdoa bagi mereka.

Kasih yang sempurna adalah Ketika kita sanggup mengasihi musuh kita. “Karena itu haruslah kamu sempurna, sama seperti Bapamu yang di sorga adalah sempurna.” Mat 5:48.

Apakah anda ingin sempurna seperti Bapa? Kasihilah musuhmu dengan memberkati mereka, berdoa bagi mereka dan berbuat bagi kepada mereka.

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *