10 Informasi palsu tentang vaksin covid yang berisi chip 666

Vaksin covid-19 berisi chip 666 anti kristus banyak dipercayai. Akibatnya tidak sedikit orang yang menolak untuk menerima vaksin covid-19.

Beberapa hari yang lalu seseorang menelpon saya untuk tidak perlu divaksin dan dirinya pun tidak akan menerima vaksin karena alasan vaksin berisi chip 666.

Informasi vaksin berisi chip 666 sejauh ini tidak bisa dibuktikan. Mereka yang telah divaksin melihat  sendiri bahwa jarum vaksin tidak terdapat chipnya.

Beredarnya informasi vaksin berisi chip 666 dimana dihubungkan dengan keyakinan agama tidak alkitabiah.

Maka semua informasi vaksin berisi chip 666 yang beredar luas lewat di website, media social dan cerita orang dari mulut ke mulut dipastikan informasi yang menyesatkan.

Berikut 10 informasi yang menyesatkan sehubungan dengan chip vaksin, yang dirangkum dari web pointer.org, juga beberapa web lainya.

1. Vaksin berisi chip pelacak

Klaim bahwa ada chip pelacak di dalam vaksin COVID-19 adalah informasi yang salah. Meskipun ada chip identifikasi frekuensi radio di bagian luar beberapa jarum suntik, itu ada di sana untuk melacak dosis vaksin, bukan orangnya.

Kami menemukan video di YouTube dari 700 Club Interactive, yang merupakan bagian dari Christian Broadcasting Network.

Dalam video tersebut, reporter kesehatan Lorie Johnson mewawancarai Jay Walker, ketua eksekutif ApiJect.

ApiJect dianugerahi kontrak jutaan dolar dengan Departemen Pertahanan untuk meningkatkan produksi perangkat injeksi medis AS.

Dalam videonya, terlihat jelas bahwa microchip tidak ada di dalam vaksin. Sebaliknya, Walker menjelaskan bahwa chip tersebut bertindak sebagai “kode batang”, dan digunakan untuk membantu pejabat kesehatan masyarakat melacak di mana dan kapan dosis telah digunakan.

Sayangnya, ada banyak klaim palsu yang beredar di web yang menyatakan bahwa vaksin akan menyuntikkan mikrochip pelacak kepada orang-orang.

Sebagai tip agar terhindar dari berita palsu, sebaiknya membaca beberapa artikel untuk memastikan Anda memiliki konteks yang lengkap.

USA Today, BBC dan PolitiFact semuanya telah melaporkan hal yang sama – bahwa jarum suntik dapat menyertakan chip RFID opsional pada label, mirip dengan kode batang – tetapi chip tersebut tidak berada di dalam dosis yang disuntikkan.

Artikel tersebut juga melaporkan bahwa pasien yang menerima vaksin tidak dapat dilacak. Selengkapnya disini

Memang video dari 700 Club Interactive tidak pernah menyatakan bahwa ada chip di dalam vaksin, tapi judul dan deskripsi keduanya menyesatkan, sehingga penonton yang tidak cermat menangkap berbeda.

2. Microsoft Masukkan Chip ke Vaksin Pfizer

Klaim bahwa raksasa teknologi milik Bill Gates, Microsoft, memasukkan chip ke dalam vaksin Covid-19 buatan Pfizer beredar hingga saat ini.

Klaim ini disertai dengan artikel berbahasa Inggris yang dimuat oleh situs Valuewalk.com pada 9 April 2021 dengan judul “Pfizer Announces Covid-19 Vaccine Upgrade, Now Includes Microsoft Chip For Reduced Symptoms”

Hasil verifikasi Tim CekFakta Tempo menunjukkan bahwa artikel berjudul “Pfizer Announces Covid-19 Vaccine Upgrade, Now Includes Microsoft Chip For Reduced Symptoms” itu sebenarnya adalah artikel satire.

Dengan demikian, artikel tersebut tidak berdasarkan fakta atau peristiwa yang benar-benar terjadi. Selengkapnya baca disini.

3. Rekayasa Virus corona secara biologi, bereaksi terhadahap jaringan 5G

Manusia menjadi sakit karena virus korona yang “direkayasa secara biologis” di tubuh seseorang bereaksi terhadap 5G, dan vaksin virus korona “dengan chip RFID” akan diperkenalkan sebagai obat untuk penyakit tersebut, yang disebut “tanda binatang”.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan “tidak ada efek kesehatan yang merugikan yang secara kausal dikaitkan dengan paparan teknologi nirkabel.”

Ia juga mengatakan teknologi 5G tidak menyebarkan COVID-19 karena virus “tidak dapat menyebar melalui gelombang radio.”

Klaim bahwa “vaksin dengan chip RFID” akan diberikan kepada orang-orang sebagai “obat” untuk COVID-19 adalah salah.

Pertama, vaksin tidak menyembuhkan penyakit tetapi mencegahnya.

Kedua, klaim vaksin COVID-19 yang sedang dikembangkan dengan chip RFID telah disebut “tidak masuk akal” oleh pakar kesehatan dalam pemeriksaan fakta serupa oleh Politifact, karena chip RFID yang palingkecil sekalipun masih “terlalu besar sehingga tidak akan cocok dengan jarum vaksin. “

Jadi ini adalah sebuah teori konspirasi yang mengaitkan teknologi generasi kelima (5G). Selengkapnya baca disini

4. Bill Gates membentuk chip 666

Bill Gates berbicara tentang vaksinasi massal dan mencatat bahwa vaksin harus dalam bentuk chip, dan orang tidak akan diizinkan bekerja jika mereka menolak menanam chip tersebut.

Gates juga menilai senjata atom sebagai tantangan lama, dan menyebut virus corona sebagai ancaman kontemporer, bahkan menampilkan model COVID-19.

Klaim chip vaksin COVID-19 adalah teori konspirasi yang telah lama tidak terbukti.

Foto yang dilampirkan pada postingan tersebut berasal dari penampilan Bill Gates di TED Talk pada tahun 2015, di mana dia tidak menyebutkan virus corona dan tidak menampilkan COVID-19, melainkan model H1N1 di layar. Selengkapnya baca disini

5. Bill Gates mata uang kripto 666 dan tato mikrochip

Bill Gates dan Microsoft telah mematenkan mata uang kripto dari Setan (666) dan tato mikrochip untuk mengendalikan manusia. Microchip akan dimasukkan dengan vaksin virus corona.

Penjelasan: Paten belum lengkap. Tidak ada angka 666 dan itu bukan paten untuk microchip bertato.

Ada pembicaraan tentang vaksin “patch” untuk COVID-19 yang dapat memiliki kristal mikro yang diwarnai dengan inframerah, tetapi bukan mikrochip.

Sistem bekerja dengan sensor eksternal, seperti pedometer ponsel. Selengkapnya baca disini

6. Bill Gates dan Vatikan memiliki rencana untuk menghilangkan populasi dunia dengan vaksin virus corona.

Informasi palsu ini diambil dari Klip video dari Gates TedTalk 2010. Isinya diambil di luar konteks. Selengkapnya baca disini

7. Vaksin covid mengandung luciferin

Vaksin coronavirus akan mengandung luciferin untuk melacak siapa yang telah divaksinasi. Vaksinasi akan menjadi wajib yang akan mengubah DNA manusia dan akan ditujukan pada chipping universal.

Vaksin Coronavirus tidak mengandung Luciferin, meskipun Luciferin dan Luciferase adalah zat yang tidak berbahaya, dan penggunaannya dalam pengobatan adalah metode yang disetujui.

Menyajikan zat tersebut sebagai berbahaya karena namanya dan secara artifisial menghubungkannya dengan vaksin COVID-19 adalah teori konspirasi;

Vaksin virus korona tidak mengubah DNA manusia; Vaksin tidak wajib; Universal chipping melalui vaksinasi adalah teori konspirasi. Selengkapnya baca disini

8. Tes Swab mengandung nanobots

Video secara keliru mengklaim bahwa tes swab COVID-19 mengandung ‘nanobots’

Saat melakukan penelitian untuk cek fakta ini, ternyata banyak sekali klaim palsu yang beredar di media sosial tentang tes virus corona dan nanopartikel.

Dan sekarang, ada misinformasi serupa yang tersebar tentang vaksin COVID-19.

Menurut artikel Reuters lainnya, ada klaim palsu bahwa partikel nano dalam satu vaksin mengandung robot atau komputer kecil. Selengkapnya baca disini

9. Ada “Proyek COVID-19” yang terdiri dari beberapa tahapan dan bertujuan untuk melakukan kontrol penuh atas seorang individu.

Tahap pertama adalah vaksinasi. Yang kedua adalah tato kuantum,  ketiga – “label identifikasi digital” terkait dengan proyek “ID 2020”, dan tahap keempat adalah implan, yaitu chip, yang akan melakukan kontrol penuh atas kehidupan manusia.

Pernyataan bahwa proyek terkait COVID-19 yang diduga bertujuan untuk menanamkan chip dengan nomor seri 060606 ke orang adalah konspirasi lain.

Tato kuantum adalah inovasi tahun 2019 yang memerlukan implan kartu riwayat medis ke dalam tubuh manusia dan belum disetujui.

Project “ID 2020” adalah organisasi non-pemerintah dan proyek yang menyediakan identifikasi digital kepada 1,5 miliar orang tidak berdokumen di seluruh dunia.

Nomor paten 060606 tidak dapat ditemukan di database paten GOOGLE. Selengkapnya baca disini

10. Vaksin COVID Mengandung Magnet

Media sosial dihebohkan dengan isu vaksin COVID mengandung magnet. Dalam video yang beredar, bagian lengan bekas suntikan vaksin COVID-19 ditempelkan uang logam.

Hasilnya, uang tersebut menempel di lengan penerima vaksin.

Kemudian muncul spekulasi dan narasi dibangun bahwa vaksin COVID-19 mengandung microchip magnetis sehingga tubuh bereaksi.

Kementerian Kesehatan memastikan informasi tersebut merupakan berita bohong atau hoax (hoaks).

Ahli fisika dari National High Magnetic Field Laboratory Amerika Serikat Eric Palm menjelaskan soal isu vaksin COVID-19 mengandung magnet.

Palm menegaskan tidak mungkin ada microchip magnetis yang terbawa dalam suntikan vaksin COVID-19.

Palm menjelaskan ukuran jarum vaksin yang sangat kecil, yakni sepersekian milimeter, hanya akan mampu membawa partikel magnetis dengan kadar yang sangat rendah.

“Bahkan jika Anda menyuntikkan partikel yang sangat magnetis, ukurannya akan sangat kecil, sehingga tidak akan ada kekuatan yang cukup untuk benar-benar menahan magnet yang menempel di kulit Anda.” Selengkapnya baca disini

“Janganlah engkau menyebarkan kabar bohong; janganlah engkau membantu orang yang bersalah dengan menjadi saksi yang tidak benar.” (Keluaran 23:1)

Cat: Seluruh tautan berita diakses tanggal 29 mei 2021

Bagikan:

Comments

comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.