10 Daftar Orang yang Dibangkitkan Dari Kematian Di Alkitab

Tuhan secara ajaib membangkitkan orang mati untuk menandakan kebangkitan semua orang percaya

1. Anak Janda Sarfat (1 Raja-Raja 17:17-22).

Pada masa kekeringan di Israel, Tuhan menyuruh Elia pergi ke Sarfat. Kerumah seorang janda miskin. Janda ini punya anak satu orang. Hidup mereka sangat melarat. Persediaan makanan tinggal sekali.

Elia datang meminta makan dan minum. Dia meyakinkan janda itu bahwa tidak perlu takut memberikan makanan terakhir mereka kepadanya.

Janda itu percaya. Makanan terakhir itu diberikan pada Elia. Setelah itu terjadi mujizat. Tepung dan minyak tidak pernah habis sampai musim kering berlalu.

Suatu kali, anak janda itu sakit keras dan mati.

“Sesudah itu anak dari perempuan pemilik rumah itu jatuh sakit dan sakitnya itu sangat keras sampai tidak ada nafasnya lagi.” 1 Raja 17:17.

Janda itu sedih. Dia komplain Elia. Dia berprasangka kedatangan Elia penyebab anaknya mati. Elia meminta mayat anak itu. Dibawa keruang atas. Dibaringkan dikasurnya.

“Sesudah itu ia berseru kepada TUHAN, katanya: “Ya TUHAN, Allahku! Apakah Engkau menimpakan kemalangan ini atas janda ini juga, yang menerima aku sebagai penumpang, dengan membunuh anaknya?”

Lalu ia mengunjurkan badannya di atas anak itu tiga kali, dan berseru kepada TUHAN, katanya: “Ya TUHAN, Allahku! Pulangkanlah kiranya nyawa anak ini ke dalam tubuhnya.” TUHAN mendengarkan permintaan Elia itu, dan nyawa anak itu pulang ke dalam tubuhnya, sehingga ia hidup kembali.” (20-22)

Elia membawa anak yang sudah hidup itu. Janda itu takjub. Lalu membuat pengakuan kebenaran Firman Tuhan yang disampaikan Elia, dan dia seorang nabi benar.

Dengan melakukan mukjizat ini di Fenisia, Elia menunjukkan bahwa Tuhan Israel lebih unggul atas tuhan segala bangsa dan bahwa Baal adalah Tuhan palsu.

2. Anak Perempuan Sunem (2 Raja-Raja 4:18-37).

Sebagai penerus nabi Elia, Elisa juga dikaruniakan kuasa yang sama dengan Elia oleh Tuhan. Pengalaman Elisa hampir mirip dengan pengalaman pendahulunya itu.

Sama-sama pernah singgah dirumah seorang perempuan. Bedanya, perempuan Sunem ini orang kaya. Punya suami. Tapi tidak punya anak.

Dia seorang perempuan yang ramah. Tidak ada masalah dengan pemenuhan hidup hari hari. Dia sering mengundang Elisa untuk makan dirumahnya.

Dia meyakinkan suaminya bahwa Elisa seorang Abdi Allah. Karena itu dia punya inisiatif untuk membuat satu kamar khusus untuk Elisa.

Supaya bila Elisa datang ke Sunem, dia tidak perlu cari tempat penginapan. Tapi dapat menginap dikamar yang mereka telah sediakan.

Ketika Elisa menginap dirumahnya, dia memanggil perempuan itu. Elisa sangat menghargai kebaikannya. Karena itu Elisa ingin berbuat sesuatu untuk merespon kebaikannya.

Kemudian berkatalah Elisa: “Apakah yang dapat kuperbuat baginya?” Jawab Gehazi: “Ah, ia tidak mempunyai anak, dan suaminya sudah tua.”

Ketika perempuan itu berada didepan Elisa, dia berkata, “”Pada waktu seperti ini juga, tahun depan, engkau ini akan menggendong seorang anak laki-laki.” Tetapi jawab perempuan itu: “Janganlah tuanku, ya abdi Allah, janganlah berdusta kepada hambamu ini!”

Elisha benar. Setahun berikutnya dia hamil dan memiliki anak. Laki-laki. Ketika anak itu sudah besar, terjadi satu insiden. Dia hendak menyusul ayahnya. Sementara diladang dengan pekerjannya.

Sampai disana, tiba-tiba dia menjerit kesakitan kepada ayahnya. Sambil pegang kepalanya. Kemudian dia diangkat dan dibawa pulang ke ibunya.

Ibunya memangkunya. Sampai tengah hari. Lalu anak itu mati. Dipangkuan ibunya.

Perempuan itu mengangkat dan membawa jenazah anaknya ke kamar Elisa. Dibaringkan dikasur. Kemudian dia panggil suaminya. Minta seorang pekerjannya membawa seekor keledai.

Dia bilang mau pergi ke abdi Allah, Elisa. Dia pergi menemui Elisa digunung Karmel. Setelah bertemu Elisa, dia mencurahkan kesedihannya.

Dia sedikit memaksa Elisa untuk turut pergi dengan dia membangkitkan anak itu. Gehazi yang sebelumnya diperintah Elisa untuk menaruh tongkatnya keatas anak itu. Tidak berdampak apa-apa.

Elisah masuk kedalam kamar. Dia berdoa kepada Tuhan. Membaringkan dirinya diatas anak itu. Menaruh mulutnya diatas mulut anak itu. Mata dengan mata. Telapak tangan dengan telapak tangan.

Dia berdiri dan berjalan mondar mandir. Kemudian tiarap lagi ditubuh anak itu. Anak itu bersin 7 kali dan membuka matanya. Hidup Kembali.

Kemudian anak itu dibawa kepada ibunya. Perempuan itu tersungkur dikaki Elisa. Metode penyembuhan Elisa unik. Tetapi Tuhanlah yang membangkitkannya.

3. Seorang Israel (2 Raja-raja 13:21-22)

Merupakan kisah kebangkitan yang unik. Lucu. Tidak disangka. Kebangkitan yang tidak disengaja. Begini kisahnya:

“Sesudah itu matilah Elisa, lalu ia dikuburkan. Adapun gerombolan Moab sering memasuki negeri itu pada pergantian tahun.

Pada suatu kali orang sedang menguburkan mayat. Ketika mereka melihat gerombolan datang, dicampakkan merekalah mayat itu ke dalam kubur Elisa, lalu pergi. Dan demi mayat itu kena kepada tulang-tulang Elisa, maka hiduplah ia kembali dan bangun berdiri.” 2 Raja-raja 13:21-22.

Gerombolan Moab biasa datang menggangu pemakaman. Takut menjadi sasaran kekerasan Moab, mereka melemparkan mayat itu kemakam Elisa dan lari tunggang langgang.

Segera setelah tubuh itu menyentuh tulang Elisa, orang mati itu hidup kembali dan berdiri. Rupanya orang-orang yang melemparkan mayat di makam Elisa mengamati orang yang dibangkitkan dari kematian dan menyebarkan cerita itu ke mana-mana.

Mukjizat ini merupakan bayangan awal tentang bagaimana kematian dan kebangkitan Kristus mengubah kubur menjadi jalan menuju kehidupan baru.

4. Anak Laki-laki seorang janda di Nain (Lukas 7:11-16)

Ada seorang janda di Nain. Anaknya hanya satu. Laki-laki. Meninggal. Hari dimana anak itu mati Yesus masuk ke kota itu. Keluarga sudah punya informasi Yesus dapat membangkitkan orang mati.

Mereka membawa mayat anak itu. Berikut kisah selengkapnya:

“Kemudian Yesus pergi ke suatu kota yang bernama Nain. Murid-murid-Nya pergi bersama-sama dengan Dia, dan juga orang banyak menyertai-Nya berbondong-bondong.

Setelah Ia dekat pintu gerbang kota, ada orang mati diusung ke luar, anak laki-laki, anak tunggal ibunya yang sudah janda, dan banyak orang dari kota itu menyertai janda itu.

Dan ketika Tuhan melihat janda itu, tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan, lalu Ia berkata kepadanya: “Jangan menangis!”

Sambil menghampiri usungan itu Ia menyentuhnya, dan sedang para pengusung berhenti, Ia berkata: “Hai anak muda, Aku berkata kepadamu, bangkitlah!”

Maka bangunlah orang itu dan duduk dan mulai berkata-kata, dan Yesus menyerahkannya kepada ibunya.

Semua orang itu ketakutan dan mereka memuliakan Allah, sambil berkata: “Seorang nabi besar telah muncul di tengah-tengah kita,” dan “Allah telah melawat umat-Nya.”

5. Putri Yairus (Lukas 8:49-56)

Orang yang dibangkitkan dari kematian selanjutnya adalah putri Yairus. Dia kepala rumah ibadat. Dia menyembah di kaki Yesus, memohon datang kerumahnya. Anaknya sedang sakit keras dan hampir mati. Itu adalah anak semata wayang. Umurnya 12 tahun.

Sebelum tiba dirumah, ada informasi kalau anak Yairus sudah mati. Yesus mendengar berita itu. “Jangan takut, percaya saja, dan anakmu akan selamat.” Kata-Nya.

Tiba dirumah Yairus. Tidak boleh ada yang masuk, kecuali Petrus, Yakobus dan Yohanes, ayah dan ibu anak itu.

Orang-orang menangis. Yesus katakan anak itu tidak mati hanya tidur. Mereka tertawa. Karena anak itu sudah mati. Mereka belum mengetahui, orang mati itu seperti orang tidur.

Lalu Yesus memegang tangan anak itu dan berseru, kata-Nya: “Hai anak bangunlah!”

Maka kembalilah roh anak itu dan seketika itu juga ia bangkit berdiri. Lalu Yesus menyuruh mereka memberi anak itu makan. Lukas 8:54-55.

Pada saat ini dalam pelayanan yang mula-mula, Tuhan telah menunjukkan otoritas totalnya atas alam, kuasa iblis, penyakit, dan bahkan kematian.

Setiap kekuatan hidup didorong untuk bersujud di kaki-Nya.

6. Lazarus (Yohanes 11:1-47)

Lazarus bukan orang asing bagi Yesus. Dia sahabat Yesus, bersama dengan dua saudarinya Marta dan Maria.

Ketiga bersaudara ini sangat dekat dengan Yesus. Rombongan Yesus seringkali singgah dirumah mereka. Makan dan minum. Beristirahat.

Suatu kali Lazarus sakit berat. Lalu mereka kirim kabar kepada Yesus tentang keadaan Lazarus.

Ketika Yesus menerima kabar itu, Dia tidak lekas pergi kerumah Lazarus. Segaja tinggal 2 hari lagi. “Penyakit itu tidak akan membawa kematian,” kata-Nya.

Setelah 2 hari kemudian, Yesus mengajak murid-Murid-Nya pergi ketempat Lazarus. Namun Lazarus telah meninggal. Kembali Yesus menyebut Lazarus sedang tidur.

Selengkapnya bagaimana Lazarus dibangkitkan, simak berikut ini:

lalu Ia pergi ke kubur itu. Kubur itu adalah sebuah gua yang ditutup dengan batu. Kata Yesus: “Angkat batu itu!” Marta, saudara orang yang meninggal itu, berkata kepada-Nya: “Tuhan, ia sudah berbau, sebab sudah empat hari ia mati.”

Jawab Yesus: “Bukankah sudah Kukatakan kepadamu: Jikalau engkau percaya engkau akan melihat kemuliaan Allah?”

Maka mereka mengangkat batu itu. Lalu Yesus menengadah ke atas dan berkata: “Bapa, Aku mengucap syukur kepada-Mu, karena Engkau telah mendengarkan Aku.

Aku tahu, bahwa Engkau selalu mendengarkan Aku, tetapi oleh karena orang banyak yang berdiri di sini mengelilingi Aku, Aku mengatakannya, supaya mereka percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku.”

Dan sesudah berkata demikian, berserulah Ia dengan suara keras: “Lazarus, marilah ke luar!”

Orang yang telah mati itu datang ke luar, kaki dan tangannya masih terikat dengan kain kapan dan mukanya tertutup dengan kain peluh. Kata Yesus kepada mereka: “Bukalah kain-kain itu dan biarkan ia pergi.” Yohanes 11:38-44.

7. Yesus Kristus (Matius 28:1-20; Markus 16:1-20; Lukas 24:1-49; Yohanes 20:1-21:25)

Kematian Yesus berbeda dengan kematian orang-orang. Mereka mati akibat Dosa. Kematian Yesus untuk menebus manusia dari dosa.

Karena itu, kebangkitan Yesus dari kematian berbeda dengan kebangkitan orang-orang. Yesus bangkit sebagai tanda bahwa Dia tidak takluk kepada kematian.

Dia bangkit bukan karena dibangkitkan, tetapi karena dalam diri-Nya ada hidup. Kematian tidak menguasai-Nya.

Ketika Yesus bangkit, terjadi gempa bumi yang dahsyat. Malaikat datang menggulingkan batu penutup makam Yesus.

Wajahnya bercahaya, sehingga tentara penjaga makam takut dan pingsan.

Akan tetapi malaikat itu berkata kepada perempuan-perempuan itu: “Janganlah kamu takut; sebab aku tahu kamu mencari Yesus yang disalibkan itu.

Ia tidak ada di sini, sebab Ia telah bangkit, sama seperti yang telah dikatakan-Nya. Mari, lihatlah tempat Ia berbaring.

Dan segeralah pergi dan katakanlah kepada murid-murid-Nya bahwa Ia telah bangkit dari antara orang mati. Ia mendahului kamu ke Galilea; di sana kamu akan melihat Dia. Sesungguhnya aku telah mengatakannya kepadamu.” Matius 28:5-7.

8. Orang-Orang Kudus di Yerusalem (Matius 27:50-54)

Ketika Yesus mati ada 3 keajaiban terjadi. Salah satunya adalah banyak orang kudus yang telah meninggal bangkit. Selanjutnya diceritakan di ayat 53-54.

“Dan sesudah kebangkitan Yesus, mereka pun keluar dari kubur, lalu masuk ke kota kudus dan menampakkan diri kepada banyak orang.

Kepala pasukan dan prajurit-prajuritnya yang menjaga Yesus menjadi sangat takut ketika mereka melihat gempa bumi dan apa yang telah terjadi, lalu berkata: “Sungguh, Ia ini adalah Anak Allah.”

Kebangkitan orang-orang ini menjadi jaminan kebangkitan orang-orang percaya yang akan datang.

9. Tabita atau Dorkas (Kisah Para Rasul 9:36-42)

Dorkas digambarkan seorang yang banyak sekali berbuat baik dan memberi sedekah. Namun dia sakit dan meninggal. Mayatnya sudah dimandikan dan ditempatkan diruang atas.

Saat itu ada informasi kalau Petrus ada di Lida. Dekat Yope. Seseorang diutus kesana dan memohon Petrus untuk datang.

Kisah selanjutnya diceritakan di Kisah 9:39-42.

Maka berkemaslah Petrus dan berangkat bersama-sama dengan mereka. Setelah sampai di sana, ia dibawa ke ruang atas dan semua janda datang berdiri dekatnya dan sambil menangis mereka menunjukkan kepadanya semua baju dan pakaian, yang dibuat Dorkas waktu ia masih hidup.

Tetapi Petrus menyuruh mereka semua keluar, lalu ia berlutut dan berdoa. Kemudian ia berpaling ke mayat itu dan berkata: “Tabita, bangkitlah!” Lalu Tabita membuka matanya dan ketika melihat Petrus, ia bangun lalu duduk.

Petrus memegang tangannya dan membantu dia berdiri. Kemudian ia memanggil orang-orang kudus beserta janda-janda, lalu menunjukkan kepada mereka, bahwa perempuan itu hidup.

Peristiwa itu tersiar di seluruh Yope dan banyak orang menjadi percaya kepada Tuhan.

Komentar dalam buku Kisah para rasul, hal 112, Mengatakan:

“Dorkas telah memberikan pelayanan yang besar ke-pada sidang, dan Allah melihat cocok untuk membawa dia pulang dari tanah musuh, supaya kesanggupan dan tenaganya dapat menjadi berkat kepada orang lain, juga oleh pernyataan kuasa-Nya pekerjaan Kristus dapat dikuatkan.”

Jadi Dorkas dibangkitkan ada dua alasan: Pertama, karena dia telah memberikan pelayanan besar kepada gereja masa itu.

Kedua, supaya kesanggupan dan tenaganya bisa lebih lama dirasakan orang lain..

Baca Juga: 10 Daftar Orang Terkaya Di Alkitab

10 Pembunuhan Berencana Di Alkitab

10. Eutikhus (Kisah Para Rasul 20:7-12)

Kematian Eutikus karena sebuah kecelakaan. Insiden terjadi Ketika orang-orang percaya berkumpul dengan Paulus.

Paulus akan berangkat, jadi mereka berkumpul berbincang-bincang dan mendengar nasehat dari Paulus. Ini semacam perpisahan dengan Paulus.

Kisah selengkapnya sebagai berikut:

Seorang muda bernama Eutikhus duduk di jendela. Karena Paulus amat lama berbicara, orang muda itu tidak dapat menahan kantuknya. Akhirnya ia tertidur lelap dan jatuh dari tingkat ketiga ke bawah. Ketika ia diangkat orang, ia sudah mati.

Tetapi Paulus turun ke bawah. Ia merebahkan diri ke atas orang muda itu, mendekapnya, dan berkata: “Jangan ribut, sebab ia masih hidup.”

Setelah kembali di ruang atas, Paulus memecah-mecahkan roti lalu makan; habis makan masih lama lagi ia berbicara, sampai fajar menyingsing. Kemudian ia berangkat.

Sementara itu mereka mengantarkan orang muda itu hidup ke rumahnya, dan mereka semua merasa sangat terhibur.

Penutup

Dari 10 daftar orang-orang yang bangkitkan dari kematian, kita dapat melihat 4 diantaranya adalah anak tunggal.

Mereka masih sangat muda. Mati karena sakit. Sebenarnya hampir semua mereka mati karena sakit, kecuali Yesus dan Eutikus.

Yesus mati karena dianiaya. Eutikus mati karena kecelakaan. Dalam hal ini tidak penting apa yang menyebabkan kematian tersebut.

Mereka semua dibangkitkan oleh Tuhan, sebagai bukti otentik bahwa kematian telah ditaklukan oleh Yesus.

Karena itu, kita tidak perlu takut akan kematian. Karena ada jaminan kebangkitan.

“Berbahagialah orang-orang mati yang mati dalam Tuhan, sejak sekarang ini.” “Sungguh,” kata Roh, “supaya mereka boleh beristirahat dari jerih lelah mereka, karena segala perbuatan mereka menyertai mereka.” Wahyu 14:13.

Bagikan:

Comments

comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.