Pendahuluan

Membangkitkan minat membaca Alkitab itu tidak mudah. Perlu ada dorongan dari dalam dan luar.

Dari dalam adanya kebutuhan yang ingin dipenuhi, seperti kebutuhan akan pengetahuan dan kedamaian jiwa.

Dari luar adanya dorongan dari sesama orang beriman dan promosi untuk membangkitkan minat.

Masalah banyak orang Kristen, bukan apakah mereka percaya Alkitab atau tidak? Masalahnya adalah kurangnya minat.

Karena itu perlu kesadaran bahwa jiwa kita sama seperti tubuh, membutuhkan makanan setiap hari.

Minat membaca Alkitab tidak muncul begitu saja. Ia perlu dibangun, dipelihara, dan dikembangkan.

Berikut adalah sepuluh cara yang praktis untuk membangkitkan kembali kecintaan terhadap Alkitab.

1. Sadari Bahwa Alkitab Adalah Surat Pribadi dari Tuhan

Alkitab adalah pesan Tuhan bagi kita atau istilah romantisnya adalah surat cinta Allah kepada kita. Ada banyak hal yang Dia ingin kita ketahui tentang kehendak-Nya.

Ada janji, teguran, dan kasih Tuhan kepada kita.

Membaca Alkitab adalah sebuah perjumpaan pribadi dengan Yesus. Kita seperti mengobrol dengan Dia seperti kepada seorang sahabat.

“Firman-Mu itu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku.” (Mazmur 119:105)

2. Mulailah dengan Doa

Kita membangun komunikasi dengan Tuhan melalui Doa agar Roh Kudus membuka pikiran dan hati kita dan siap menerima Firman-Nya.

Sering kali masalahnya bukan karena Alkitab sulit dipahami, tetapi karena hati kita tidak siap menerimanya. Doa membuat hati siap mendengar suara Tuhan dan melakukannya.

Doa sederhana seperti, “Tuhan, berbicaralah kepadaku melalui Firman-Mu hari ini,” ini dapat membuat pengalaman membaca menjadi berbeda.

3. Tetapkan Waktu yang Khusus

Minat sering tumbuh melalui kebiasaan. Tujuanya agar itu menjadi budaya hidup, yang akan terus konsisten.

Membaca Alkitab bukan lagi ketika ada waktu. Biasanya kita tidak akan pernah punya waktu untuk membaca.

Karena itu, kita membuat kebiasaan memilih waktu tertentu setiap hari, misalnya pagi sebelum beraktivitas atau malam sebelum tidur.

Membaca sedikit tetapi konsisten lebih baik daripada membaca banyak tetapi hanya sesekali.

4. Gunakan Rencana Pembacaan Alkitab

Banyak orang kehilangan semangat karena tidak tahu harus mulai dari mana.

Karena itu, perlu membuat perencanaan membaca Alkitab. Ini untuk membantu kita memiliki arah yang jelas.

Misalnya membaca 4 Injil terlebih dahulu. Dimulai dari Matius hingga Yohanes. Atau dimulai dari kitab kejadian sampai Wahyu secara berurutan.

Atau bisa juga secara tematik. Misalnya tema doa, iman, harapan, kasih, dll.

Tujuannya agar perjalanan membaca menjadi lebih menarik.

5. Catat Hal-Hal yang Dipelajari

Membaca sambil mencatat akan meningkatkan perhatian dan pemahaman. Selain itu kita memiliki tulisan yang dapat kita bagikan dan dikembangkan dikemudian hari dan menjadi sumber renungan.

Disana kita dapat menunliskan:

• Ayat yang menyentuh hati kita.

• Pelajaran yang kita dapatkan dari satu ayat atau perikop.

• Janji Tuhan untuk kita.

• Teguran yang perlu kita diperhatikan untuk perbaikan tabiat.

• Doa yang muncul dari bacaan tersebut.

Catatan sederhana dapat menjadi harta rohani yang berharga di kemudian hari. Dan kita akan membutuhkan pada waktu tertentu.

6. Hubungkan Firman dengan Kehidupan Sehari-hari

Agar membaca Akitab menarik, kita dapat membuat pertanyaan kepada diri sendiri:

• Apa yang Tuhan ingin saya lakukan melalui ayat ini?

• Apakah ada dosa yang harus saya tinggalkan?

• Apakah ada janji yang harus saya pegang?

• Apakah ada teladan yang perlu saya ikuti?

Ketika Firman Allah diterapkan dalam kehidupan nyata, membaca Alkitab menjadi relevan dan bermakna.

7. Diskusikan dengan Orang Lain

Percakapan Firman Tuhan dengan orang lain agar terus membangkikan semangat baru. Caranya dengan di kelompok kecil, kelas Alkitab, atau diskusi Alkitab bersama keluarga dan teman-teman.

Saat kita mendengar sudut pandang orang lain, itu dapat membuka wawasan baru dan pemahaman yang belum pernah kita dapatkan sebelumnya.

Besi menajamkan besi; demikian pula orang menajamkan sesamanya.

8. Jadikan Membaca Alkitab Sebagai Pencarian Harta Karun

Jangan membaca hanya untuk mencapai target tahunan. Biasanya pembacaan seperti itu akan dilakukan terburu-buru tanpa memperdalam arti dan makna Firman itu.

Saat membaca Alkitab, kita perlu mencari:

• Karakter Tuhan yang penuh kasih

• Janji-janji-Nya yang pasti dan menyegarkan

• Nubuat yang digenapi.

• Prinsip kehidupan yang relevan sepanjang waktu.

• Pelajaran dari tokoh-tokoh Alkitab.

Semakin banyak harta rohani yang ditemukan, semakin besar keinginan untuk terus menggali.

Baca juga: 10 Alasan mengapa kita harus baca Alkitab setiap hari

9. Kurangi Gangguan yang Merebut Perhatian

Salah satu musuh terbesar pembacaan Alkitab saat ini adalah gangguan yang datang dari sekitar kita.

Seperti media sosial, video pendek, dan berbagai hiburan digital sering menghabiskan waktu berjam-jam tanpa terasa.

Karena itu kita perlu mengistirahatkan sementara semua barang tersebut dan meluangkan waktu untuk membaca Firman Tuhan.

Apa yang paling sering mengisi pikiran kita biasanya akan menentukan arah kehidupan kita.

10. Ingatlah Manfaat Besar Membaca Alkitab

Terakhir, agar minat kita terus bertumbuh, kita ingat bahwa Alkitab memenuhi kebutuhan jiwa kita,

Seperti:

• Menguatkan iman.

• Memberi hikmat.

• Menuntun pengambilan keputusan.

• Menghibur saat susah.

• Menegur saat salah.

• Memperdalam hubungan dengan Tuhan.

• Mempersiapkan kita menghadapi masa depan.

Semakin kita merasakan manfaatnya, semakin besar keinginan untuk terus membacanya.

Penutup

Minat membaca Alkitab bukanlah sesuatu yang lahir secara instan. Ia bertumbuh ketika kita secara sengaja mendekat kepada Tuhan setiap hari melalui Alkitab.

Semakin sering kita membuka Firman-Nya, semakin kita mengenal hati-Nya. Dan semakin kita mengenal hati Tuhan, semakin kita rindu untuk kembali membaca Firman-Nya.

Jangan menunggu sampai memiliki keinginan untuk membaca Alkitab. Mulailah membaca, maka keinginan itu akan bertumbuh.

Sebab sering kali, nafsu rohani tidak muncul sebelum kita mulai menyantap makanan rohani yang Tuhan sediakan.

“Berbahagialah orang yang kesukaannya ialah Taurat TUHAN, dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam.” (Mazmur 1:2)

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *