10 Ayat Alkitab Merayakan Kelahiran Bayi dan Mendidik Anak-Anak

Ucapkan selamat kepada orang tua yang baru memiliki anak, dengan ayat-ayat Alkitab yang menyemangati untuk merayakan sukacita memiliki bayi!

Alkitab memberi tahu kita bahwa anak-anak adalah berkat dan warisan dari Tuhan yang harus dipuji sebagai karunia yang sungguh-sungguh dari Tuhan.

Temukan ayat Alkitab terbaik untuk bayi dalam kumpulan ayat alkitab di bawah ini:

Ulangan 6:4-7

“Kasihilah TUHAN, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu. Apa yang kuperintahkan kepadamu pada hari ini haruslah engkau perhatikan, haruslah engkau mengajarkannya berulang-ulang kepada anak-anakmu dan membicarakannya apabila engkau duduk di rumahmu, apabila engkau sedang dalam perjalanan, apabila engkau berbaring dan apabila engkau bangun.

Haruslah juga engkau mengikatkannya sebagai tanda pada tanganmu dan haruslah itu menjadi lambang di dahimu, dan haruslah engkau menuliskannya pada tiang pintu rumahmu dan pada pintu gerbangmu.”

Keterangan: Anak-anak yang dilahirkan diajarkan untuk mengasihi Tuhan. Itu adalah mandat dari Tuhan untuk orang tua. Mengajarkan berulang-ulang bagaimana mengasihi Tuhan, pada setiap kesempatan. Menanamkannya dalam pikiran mereka.

1 Samuel 1 :27, 28

“Untuk mendapat anak inilah aku berdoa, dan TUHAN telah memberikan kepadaku, apa yang kuminta dari pada-Nya.

Maka aku pun menyerahkannya kepada TUHAN; seumur hidup terserahlah ia kiranya kepada TUHAN.” Lalu sujudlah mereka di sana menyembah kepada TUHAN.”

Keterangan: Anak adalah karunia Tuhan. Datang dari Tuhan. Maka mereka harus diserahkan kepada Tuhan, sebagai anak Tuhan.

Mazmur 127:3-5

“Sesungguhnya, anak-anak lelaki adalah milik pusaka dari pada TUHAN, dan buah kandungan adalah suatu upah. Seperti anak-anak panah di tangan pahlawan, demikianlah anak-anak pada masa muda.

Berbahagialah orang yang telah membuat penuh tabung panahnya dengan semuanya itu. Ia tidak akan mendapat malu, apabila ia berbicara dengan musuh-musuh di pintu gerbang.”

Keterangan: Kita harus mengingat bahwa anak-anak itu adalah milik Tuhan. Dititipkan kepada orang tuannya. Suatu waktu akan dipertanggung jawabkan kepada pemiliknya.

Amsal 22:6

“Didiklah orang muda menurut jalan yang patut baginya, maka pada masa tuanya pun ia tidak akan menyimpang dari pada jalan itu.”

Keterangan: Anak-anak dididik sesuai dengan tingkat perkembangan usiannya. Pembentukan karakter sejak dini akan membuat dia menjadi orang yang berkarakter setelah dewasa.

Yesaya 8:18

“Sesungguhnya, aku dan anak-anak yang telah diberikan TUHAN kepadaku adalah tanda dan alamat di antara orang Israel dari TUHAN semesta alam yang diam di gunung Sion.”

Keterangan: Anak-anak sebagai pemberian Tuhan, sebagai tanda Tuhan ada diantara kita.

Matius 18:2-6, 10

“Maka Yesus memanggil seorang anak kecil dan menempatkannya di tengah-tengah mereka lalu berkata: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika kamu tidak bertobat dan menjadi seperti anak kecil ini, kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga.

Sedangkan barangsiapa merendahkan diri dan menjadi seperti anak kecil ini, dialah yang terbesar dalam Kerajaan Sorga. Dan barangsiapa menyambut seorang anak seperti ini dalam nama-Ku, ia menyambut Aku.”

“Tetapi barangsiapa menyesatkan salah satu dari anak-anak kecil ini yang percaya kepada-Ku, lebih baik baginya jika sebuah batu kilangan diikatkan pada lehernya lalu ia ditenggelamkan ke dalam laut.”

“Ingatlah, jangan menganggap rendah seorang dari anak-anak kecil ini. Karena Aku berkata kepadamu: Ada malaikat mereka di sorga yang selalu memandang wajah Bapa-Ku yang di sorga.”

Keterangan: Anak-anak dikasihi Tuhan, kepolosan dan ketulusan mereka menjadi contoh bagi orang dewasa. Anak-anak kecil harus dihargai sebagai penerus masa depan dan mengajarkan mereka hal yang benar.

Matius 19:13-15

“Lalu orang membawa anak-anak kecil kepada Yesus, supaya Ia meletakkan tangan-Nya atas mereka dan mendoakan mereka; akan tetapi murid-murid-Nya memarahi orang-orang itu.

Tetapi Yesus berkata: “Biarkanlah anak-anak itu, janganlah menghalang-halangi mereka datang kepada-Ku; sebab orang-orang yang seperti itulah yang empunya Kerajaan Sorga.” Lalu Ia meletakkan tangan-Nya atas mereka dan kemudian Ia berangkat dari situ.”

Keterangan: Menghargai anak-anak sama dengan menghargai Yesus, karena Yesus mencintai anak-anak.

Markus 10:13-16

“Lalu orang membawa anak-anak kecil kepada Yesus, supaya Ia menjamah mereka; akan tetapi murid-murid-Nya memarahi orang-orang itu. Ketika Yesus melihat hal itu, Ia marah dan berkata kepada mereka: “Biarkan anak-anak itu datang kepada-Ku, jangan menghalang-halangi mereka, sebab orang-orang yang seperti itulah yang empunya Kerajaan Allah.

Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa tidak menyambut Kerajaan Allah seperti seorang anak kecil, ia tidak akan masuk ke dalamnya.” Lalu Ia memeluk anak-anak itu dan sambil meletakkan tangan-Nya atas mereka Ia memberkati mereka.”

Keterangan: Memperlakukan anak-anak kecil dengan lemah lembuh dan menuntun mereka untuk datang kepada Yesus. Usia anak-anak adalah usia emas dimana mereka bertumbuh dalam pengenalan akan Yesus.

Baca Juga: 10 Ayat Alkitab yang Menguatkan Ketika Patah Hati

10 Ayat Alkitab untuk Ulang Tahun Pernikahan

Ayat-Ayat Alkitab untuk Wisuda dan Penamatan Sekolah

Lukas 18:15-16

“Maka datanglah orang-orang membawa anak-anaknya yang kecil kepada Yesus, supaya Ia menjamah mereka. Melihat itu murid-murid-Nya memarahi orang-orang itu.

Tetapi Yesus memanggil mereka dan berkata: “Biarkanlah anak-anak itu datang kepada-Ku, dan jangan kamu menghalang-halangi mereka, sebab orang-orang yang seperti itulah yang empunya Kerajaan Allah.”

Keterangan: Tugas orang tua adalah membawa anak-anak mereka kepada Yesus, supaya mereka diberkati menjadi ahli waris kerajaan Sorga.

Efesus 6:4

“Dan kamu, bapa-bapa, janganlah bangkitkan amarah di dalam hati anak-anakmu, tetapi didiklah mereka di dalam ajaran dan nasihat Tuhan.”

Keterangan: Menimbulkan amaran dihati anak-anak bukan saja menjadikan mereka benci akan pengajaran, tetapi menjauhkan mereka dari kebenaran. Anak-anak harus dididik dalam ajaran dan nasehat Tuhan dengan sabar dan lemah lembut.

Bagikan:

Comments

comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.