Pastordepan Media Ministry
Beranda Bible Studi Sistematis 1. Dikejutkan oleh kasih Karunia atau anugerah

1. Dikejutkan oleh kasih Karunia atau anugerah

Teks: Yosua 2:1-21; 9:1-27; Ibrani 11:31

Pendahuluan:

Seberapa sulitkah tugas yang dihadapi Yosua dan umat untuk memasuki tanah Kanaan? Apa saja rintangan yang dihadapi Yosua dan umat?

Sebagai pemimpin, Yosua harus mengikuti jejak Musa dan memimpin sekelompok orang yang keras kepala dan tegar tengkuk.

Mereka semua bersama-sama menghadapi kota-kota berbenteng, raksasa, dan Sungai Yordan yang meluap.

Mereka harus melakukan apa pun, sekali pun terlihat mustahil, melebihi kemampuan mereka. Sekarang kesempatan bagi mereka terbuka. Yosua harus menjalankan misi ini dengan serius.

Ada beberapa langkah yang harus dia lakukan:

Pertama, memiliki pemahaman yang jelas tentang apa yang mereka hadapi.

Kedua, Mengirimkan dua mata-mata guna mengumpulkan informasi strategis dan taktis yang dibutuhkan setiap komandan militer untuk merencanakan strategi yang berhasil dalam merebut tanah itu.

Mata-mata itu akan menyelidiki bagaimana sistem pertahanannya, kesiapan militernya, persediaan airnya, dan sikap penduduknya dalam menghadapi pasukan penjajah.

Dari sini kita melihat bahwa sekalipun negeri itu telah diserahkan Tuhan, namun mereka perlu usaha untuk mendapatkannya.

Intinya, jaminan dukungan ilahi tidak mengesampingkan tanggung jawab manusia. Karena pertolongan Allah tidak menghalangi tindakan manusia, melainkan mengandaikannya.

Disini kita lihat prinsip Alkitab tentang kedaulatan Allah dan tanggung jawab manusia.

Sekarang mereka berada di perbatasan Kanaan untuk kedua kalinya. Terakhir kali Israel berada di perbatasan dan mengemban tugas yang sama, hasilnya adalah kegagalan yang sangat besar.

Minggu ini, kita akan menjelajahi dua kisah paling menarik dari kitab Yosua dan menemukan relevansinya dengan iman kita saat ini.

Kasih karunia Allah memiliki kemungkinan tak terbatas untuk mengejutkan kita.

I. Kesempatan Kedua (Yosua 2:1; Bilangan 13: 1, 2, 25-28, 33; dan Bilangan 14: 1–12.)

Yosua bin Nun dengan diam-diam melepas dari Sitim dua orang pengintai, katanya: “Pergilah, amat-amatilah negeri itu dan kota Yerikho.” Maka pergilah mereka dan sampailah mereka ke rumah seorang perempuan sundal, yang bernama Rahab, lalu tidur di situ.

Dari ayat diatas muncul pertanyaan, mengapa Yosua memulai misi penaklukan Tanah Perjanjian dengan mengutus mata-mata?

Yosua pemimpin yang cerdas. Tidak akan bergerak ke wilayah musuh sebelum mengetahui kelebihan dan kekuragan musuh.

Dia mengutus 2 orang mata-mata. Bukan 12, seperti jaman Musa. Mungkin dia telah belajar dari pengalaman. Bukan soal banyaknya. Tetapi efektifitasnya.

Kemudian, ia melepaskan mereka dari Sitim, sebuah kota di pesisir timur Sungai Yordan. Nama tempat itu berarti “pohon akasia”.

Ada kemungkinan bahwa nama tempat orang Israel berkemah menyiratkan adanya sebuah oasis pohon akasia.

Mata-mata itu diutus secara diam-diam. Merahasiakannya dari orang-orang tertentu. Teknik ini belajar dari pengalamannya di Kadesh-Barnea ( Bilangan 13-14 ).

Sebab kalau pun nanti ada laporan yang kurang baik, orang-orang tidak akan berkecil hati.

Ini merupakan strategi jenius dari seorang pemimpin militer. Memeriksa wilayah musuh. kita melihat, Yosua tidak mau tergesa-gesa.

Dia menunggu laporan para mata-mata sebelum mengambil langkah selanjutnya.

Misi Mata-mata

Para mata-mata tersebut menjelajahi wilayah yang akan dimasuki Israel, terutama Yerikho.

Yerikho kemungkinan merupakan kota terendah di bumi, terletak sekitar 230 meter di bawah permukaan laut.

Tujuan mereka adalah menentukan kapan dan bagaimana menyerang.

Yerikho bukanlah kota besar, tetapi memiliki benteng yang kuat dan lokasinya strategis di perbatasan timur Kanaan.

Kota itu terletak hanya beberapa mil di sebelah barat Sungai Yordan di Lembah Yordan. Jika bangsa Israel ingin mendapatkan pijakan di Kanaan, mereka harus mengalahkan Yerikho.

Kita mungkin bertanya-tanya, mengapa Yosua mengutus para mata-mata? Bukankah Tuhan telah berjanji kepada Yosua bahwa Dia akan memberinya keberhasilan?

Yosua mengirim mata-mata bukan karena ketidakpercayaannya. Sebaliknya, ia mengirim mereka untuk membantunya membuat rencana yang bijaksana untuk menaklukkan Kanaan..

“Pertolongan Allah tidak menghalangi tindakan manusia, melainkan mengandaikannya”

Semakin besar pengetahuan tentang musuh, semakin besar peluang kemenangan.

Jenderal George Patton mengalahkan Jenderal Erwin Rommel, si Rubah Gurun yang sebelumnya tak terkalahkan , di Afrika Utara dalam Perang Dunia II. Mengapa Patton begitu sukses?

Jawaban sederhananya adalah Patton telah membaca buku Rommel, Infantry Attacks , studi klasiknya tentang seni perang, di mana Rommel menganalisis taktik di balik kesuksesannya.

Buku ini pertama kali diterbitkan pada tahun 1937, dan dengan cepat menjadi buku teks militer yang sangat dihormati dan bahkan menarik perhatian Adolph Hitler kepada Rommel.

Perzinahan di Sitim dan Kesempatan kedua

Ada kejadian sebelumnya di Sitim, yaitu mereka berzinah dengan perempuan-perempuan Moab dan penyembahan berhala-berhala mereka (Bil 25:1-3).

Disini nama Sitim menjadi cerita kegagalan mereka diperbatasan. Akankah mereka gagal lagi?

Alkitab menyebut kesempatan kedua (dan lebih banyak lagi!) sebagai “kasih karunia.” Kasih karunia adalah menerima apa yang tidak pantas kita terima.

Ada banyak konsep kasih karunia dalam Alkitab. Allah dengan murah hati menawarkan kepada setiap orang untuk memulai kembali ( Tit. 2:11-14 ).

Jadi Israel diberi kesempatan kedua diperbatasan untuk bergerak memasuki tanah perjanjian.

Peranyaan:

Seberapa pentingkah pengamatan atau survei sebagai langkah awal bagi keberhasilan sebuah perencanaan?
Bagaimana kita bisa menggabungkan kuasa Tuhan dan usaha manusia agar sukses hidup?
Terangkan seberapa penting kita mendapat dan memberi kesempatan kedua?

II. Nilai di Tempat-Tempat yang Tak Terduga (Yosua 2:2-11 , Ibrani 11:31 , dan Yakobus 2:25)

Diayat 1b, dilaporkan bahwa mata-mata itu bermalam dirumah seorang perempuan bernama Rahab.

Rahab diperkenalkan sebagai seorang pelacur perempuan (zônā), sebuah istilah yang digunakan dalam Kitab Suci untuk seseorang yang menyediakan layanan seksual, baik untuk kesenangan pribadi maupun sebagai profesi (lih. Kej 38).

Rahab kemungkinan adalah seorang “pemilik penginapan” atau “nyonya rumah” yang mengurus rumah dan mengelola bisnis bagi para pelacur lain yang menawarkan jasa di rumahnya.

Mengapa pengintai itu masuk kerumah Rahab? Untuk menyamarkan pengintaian, karena ini merupakan tempat yang lazim untuk bertemu dengan mata-mata, konspirator, dan sejenisnya.

Namun, hal itu sangat beresiko bagi Rahab. Seandainya diketahui bahwa ia menyembunyikan kedua mata-mata itu, Rahab bisa saja menerima konsekuensi berat karena berbohong kepada raja.

Dalam Kitab Undang-Undang Hammurabi: “Jika seorang pemilik penginapan mengetahui tentang penjahat yang merencanakan kejahatan saat berada di penginapan dan tidak melaporkannya kepada raja, pemilik penginapan tersebut dapat dihukum mati.” (M. Weinfeld, The Promise of the Land: The Inheritance of the Land of Canaan by Israelites [Berkeley: Univ. of California Press, 1993], 142–43).

Nama Rahab adalah nama non-Israel. Nama ini berasal dari akar kata Semit yang bentuk kata kerjanya berarti “membuka diri lebar-lebar” dan kata bendanya berarti “ruang publik yang terbuka” (R. S. Hess, “Getting Personal: What Names in the Bible Teach Us,” BRev 13/6 [Desember 1997], 34–35).

Apa yang dikatakan tentang Rahab?

Pertama, ia melindungi mata-mata Israel. Musuh Yeriko. Dalam melindungi mereka, dia harus berbohong ketika identitas mata-mata terbongkar.

Ia menyembunyikan mata-mata itu di atap rumahnya, dan ketika para pengawal raja datang ke rumahnya, ia mengarahkan mereka ke arah yang berbeda.

Tindakan Rahab, meskipun tidak sesuai dengan larangan Alkitab untuk berbohong, merupakan bukti bahwa ia percaya bahwa Allah Israel adalah Allah yang benar (ayat 10-13).

Alkitab memuji imannya, bukan kebohongannya ( Ibr. 11:31 ; Yak. 2:25 ).

Karana ia sangat yakin bahwa Tuhan akan menghancurkan Yerikho, dan ia menunjukkan keyakinan itu dengan berpihak kepada Israel, dengan melindungi para mata-mata agar tidak ketahuan.

Jadi kebohongan Rahab demi menggenapi tujuan Tuhan tidak dipersalahkan.

Banyak contoh pembangkangan sipil yang dibenarkan ketika pemerintah mencoba memaksakan ketidakbenaran ( Kel. 5 ; Dan. 3 , 6 ; Wah. 13 ).

Kasus bidan Ibrani yang berbohong untuk menyelamatkan nyawa anak laki-laki mungkin merupakan contoh yang paling jelas (Keluaran 1:15-21).

Rahab sekali pun seorang pelacur, orang asing, namun dia mendapatkan pengetahuan/terang tentang Tuhan Israel. Itu sebabnya dia membuat pengakuan Iman,

Aku tahu, bahwa TUHAN telah memberikan negeri ini kepada kamu dan bahwa kengerian terhadap kamu telah menghinggapi kami dan segala penduduk negeri ini gemetar menghadapi kamu..” (Yos 2:9).

Dia juga mengetahui tindakan Tuhan Israel terhadap Mesir dan raja Amori (Yos 2:10).

Dari terang yang dia dapatkan dia memilih percaya kepada Tuhan Israel.

Dengan memilih Allah orang Israel, Rahab menjadi contoh bagi penduduk Yerikho, bahwa seandainya mereka berbalik kepada Allah Israel, Tuhan akan mengasihi mereka.

Itu sebabnya dalam Ibrani 11:31, namanya tercatat sebagai saksi iman. Bahkan dia masuk dalam daftar silsilah Yesus Kristus (Matius 1).

Pertanyaan:

Apa yang membuat Rahab melindungi para pengintai meskipun nyawanya taruhannya?

III. Kesetiaan Baru (Yosua 2:12-21 dan Keluaran 12:13 , 22 , 23).

Rahab membuat perjanjian dengan para pengintai mengenai keselamatan dirinya dan keluarganya.

“Maka sekarang, bersumpahlah kiranya demi TUHAN, bahwa karena aku telah berlaku ramah terhadapmu, kamu juga akan berlaku ramah terhadap kaum keluargaku; dan berikanlah kepadaku suatu tanda yang dapat dipercaya, bahwa kamu akan membiarkan hidup ayah dan ibuku, saudara-saudaraku yang laki-laki dan yang perempuan dan semua orang-orang mereka dan bahwa kamu akan menyelamatkan nyawa kami dari maut.” (2:12-13)

Kesepakatan Rahab sangat jelas: nyawa ganti nyawa dan kebaikan ganti kebaikan. Kata cḥesed ( Yos. 2:12) , “kasih setia”, memiliki makna yang kaya yang sulit diungkapkan dalam satu kata..

Kata ini terutama merujuk pada kesetiaan perjanjian, tetapi juga mengandung gagasan kesetiaan, belas kasihan, kebajikan, dan kebaikan hati.

Terkadang kata ini digunakan untuk menggambarkan perjanjian Allah—kasih bagi umat-Nya dan terkadang, seperti di sini, untuk menggambarkan hubungan antarmanusia.

Misalnya Ulangan 7:12 , di mana Yahweh sendiri bersumpah untuk menepati cḥesed -Nya terhadap Israel.

Hesed terutama merujuk pada hak dan kewajiban timbal balik antara pihak-pihak dalam suatu hubungan (terutama Yehuwa dan Israel).

Namun, hesed bukan hanya soal kewajiban, tetapi juga soal kemurahan hati. Ini bukan hanya soal kesetiaan, tetapi juga soal belas kasihan.

Permintaan Rahab adalah agar para mata-mata membuat perjanjian ḥeseḏ dengan dirinya dan keluarga ayahnya, sama seperti ia telah membuat perjanjian ḥeseḏ dengan mereka dengan menyelamatkan nyawa mereka.

Ini menunjukkan ketulusan dan kekuatan imannya. Padahal dia hanya mendengar berdasarkan laporan desas-desus tentang mukjizat-mukjizat Tuhan Israel.

Sementara bangsa Israel, melihat sendiri mukjizat-mukjizat kuasa Ilahi, namun mereka menyerah pada ketidakpercayaan.

Meskipun mereka sekarang berada dalam keadaan yang berbahaya, terkurung di dalam tembok Yerikho, dan dikelilingi oleh musuh..

Namun ia bertindak seolah-olah mereka telah menyerbu kota itu, dan memegang kendali hidup dan mati di tangan mereka.

Begitu bersungguh-sungguhnya ia dalam hal ini, sehingga ia ingin mereka mengesahkan dengan sumpah persetujuan mereka untuk menyelamatkannya.

Kemudian para pengintai memberi jaminan atas sumpah yang mereka buat, yaitu nyawa mereka sendiri (ayat 14).

Dan kepada Rahab mereka menitipkan satu tanda yang harus dia ikat dijendela dari mana ia menurunkan mereka. Tanda itu tali dari benang kirmizi (Merah tua) (2:18).

Tali ini terdiri dari sejumlah benang yang dijalin, sehingga ketika dipilin menjadi satu, tali-tali itu akan mampu menopang berat tubuh manusia..

Tali itu sama persis dengan yang digunakan Rahab untuk menurunkan mata-mata dari jendela.

Selain itu mereka harus tetap tinggal di rumahnya sementara orang Israel menghancurkan penduduk Yerikho.

Iman Rahab akan diukur dengan apakah ia akan membiarkan talinya tetap terpasang di jendela dan keluarganya tetap tinggal di rumahnya.

Iman kerabatnya juga akan diukur bila mereka benar-benar datang ke rumahnya saat pengepungan orang Israel dimulai.

Penting untuk dicatat bahwa tali merah tua di jendela rumah Rahab, melambangkan darah Kristus, yang menurut 1 Yohanes 1:7 , menyucikan kita dari segala dosa.

Perlindungan yang datang ke rumah tangga Rahab juga mengingatkan kita pada peristiwa Paskah di Mesir. Allah memerintahkan umat-Nya untuk memercikkan darah pada tiang pintu rumah mereka.

Tali merah tua di jendela Rahab melindungi rumah tangganya sebagaimana darah di tiang pintu melindungi orang Israel di Mesir.

Perjanjian Baru secara khusus menyebutkan Rahab, “Dan bukankah demikian juga Rahab, pelacur itu, dibenarkan karena perbuatan-perbuatannya, ketika ia menyembunyikan orang-orang yang disuruh itu di dalam rumahnya, lalu menolong mereka lolos melalui jalan yang lain?” ( Yakobus 2:25).

Rahab memiliki iman yang bekerja. Ia membantu para mata-mata melarikan diri dari Yerikho dan menggantungkan tali merah tua di jendelanya. Inilah iman yang diwujudkan dalam tindakan.

Rahab adalah gambaran orang-orang berdosa non-Yahudi yang diizinkan untuk berbagi kekayaan Kristus.

Benang kirmizi itu telah menjadi sarana keselamatan bagi para mata-mata. Dengannya mereka telah diturunkan ke tanah dan diselamatkan dari maut. Benang itu pasti kuat.

Seperti Rahab, mari kita mengumpulkan ayah dan ibu, saudara laki-laki dan sahabat, untuk berbagi dengan kita keselamatan melalui darah Kristus.

Tali benang kirmizi tidak menyelamatkan. Itu hanyalah lambang dan tipe. Keamanan sejati di rumah Rahab, terletak pada sikap moralnya.

Tali ini memiliki tujuan yang sama dengan darah yang dipercikkan pada tiang-tiang pintu di Mesir, yang melindungi anak sulung dari malaikat pemusnah .

Rahab percaya kepada Allah yang telah mengeringkan Laut Merah, yang adalah Allah di surga di atas dan di bumi di bawah.

Iman ini kemudian membangkitkannya dari kehidupannya yang memalukan untuk menjadi nenek moyang Kristus.

Keajaiban seperti itulah yang dikerjakan oleh darah Kristus dalam diri orang-orang buangan dari Israel, membawa mereka mendekat.

IV. Nilai-Nilai yang Bertentangan (Yosua 9:1-20)

Pasal 9 memberi informasi bahwa raja-raja Kanaan yang biasanya memerintah negara-kota kecil memutuskan untuk membentuk koalisi melawan bangsa Israel.

Sebaliknya, penduduk Gibeon memutuskan untuk mengadakan perjanjian dengan Israel. Karena mereka takut.

Padahal mereka adalah kota yang besar, bahkan semua orangnya juga perkasa ! ( Yosua 10:2 ). Namun, mereka tersadar dan menyadari bahwa menentang Israel berarti kekalahan telak.

Mereka menggunakan tipu muslihat (Baca ayat 4-6): Mereka pergi sebagai delegasi yang keledai-keledainya sarat dengan karung-karung tua dan kantong-kantong anggur tua, yang retak dan telah diperbaiki.

Mereka memakai sandal-sandal yang usang dan bertambal di kaki mereka dan mengenakan pakaian-pakaian tua. Semua roti persediaan makanan mereka kering dan berjamur.

Kemudian mereka pergi kepada Yosua di perkemahan di Gilgal dan berkata kepadanya dan kepada orang Israel, “Kami ini datang dari negeri jauh; maka sekarang ikatlah perjanjian dengan kami.”

Disini kita lihat, mereka sangat cerdik. Menggunakan akal. Dari kata ormah, artinya cerdik atau licik. Ormah dapat memiliki arti positif dan negatif.

Dalam kasus orang Gibeon, mereka cerdik untuk mempertahankan hidup mereka. Menurut Ulangan 20:10-18, orang yang ingin berdamai harus disambut baik.

Namun karena mereka tidak bertanya kepada Tuhan lebih dahulu, maka mereka jatuh dalam tipu daya orang Gibeon.

Namun setelah tiga hari mereka sadar telah tertipu, ternyata orang Gibeon bukan orang jauh. Mereka orang setempat, namun mereka terlanjur membuat perjanjian.

Maka mereka memutuskan untuk menjadikan mereka penebang kayu dan pengangkut air yang melayani seluruh Jemaah (9:19-27).

Orang Gibeon selamat, namun mereka menjadi budak bagi orang Israel selama beberapa generasi. Tanah Gibeon nantinya akan diberikan kepada suku Benyamin ( Yosua 21:17 ).

Dari sini kita bisa belajar beberapa hal. Tipu daya orang Gibeon efektif karena Yosua dan umatnya tidak terlebih dahulu meminta hikmat kepada Allah.

Oleh karena itu, Yosua 9 mengungkapkan perlunya kita berdoa mengenai semua keputusan penting dan mencari kehendak-Nya sebelum melangkah maju.

Apa persamaan dan perbedaan antara kisah Rahab dan kisah orang Gibeon?

Perkataan orang Gibeon sangat mirip dengan perkataan Rahab. Keduanya mengakui kuasa Allah Israel, dan keduanya mengakui bahwa keberhasilan Israel bukan sekadar prestasi manusia.

Berita tentang kelepasan mereka dari Mesir, dan kemenangan mereka atas Sihon dan Og, mendorong Rahab dan orang Gibeon untuk mencari persekutuan dengan orang Israel.

Namun ada perbedaan Rahab dan orang Gibeon. Rahab berbohong kepada raja Yeriko demi Israel dan dia sepenuhnya menyerah kepada Allah Israel. Orang Gibeon berbohong kepada Yosua.

Namun keduanya mendapat karunia Tuhan.

Pada akhirnya, penggabungan orang Gibeon dan Rahab ke dalam Israel menunjukkan belas kasihan dan kasih karunia Allah kepada semua orang.

Renungkan: Berhati-hatilah dalam menilai berdasarkan penampilan. Penampilan bisa menipu dan tidak boleh menjadi satu-satunya dasar penilaian kita.

Hati-hatilah terhadap orang-orang yang tidak dikenal datang kepada jemaat dan mencari persekutuan.

Penerimaan ke dalam persekutuan jemaat berdasarkan penampilan luar dapat menyebabkan kekacauan (1 Yoh 4:1).

V. Anugerah yang Mengejutkan (Baca Yosua 9:21-27)

Bagaimana solusi Yosua dalam menangani kebohongan orang-orang Gibeon? Yosua menggabungkan keadilan dengan kasih karunia?

Keadilan adalah gagasan etika dan filosofis bahwa orang harus diperlakukan secara tidak memihak, adil, pantas, dan masuk akal oleh hukum dan oleh para penentu hukum.

Kasih karunia adalah anugerah yang diberikan secara cuma-cuma dan tidak diperoleh melalui tindakan atau jasa seseorang.

Karena mereka telah terikat sumpah, maka Israel tidak boleh curang dengan menyerang orang Gibeon. Mereka harus adil. Sebab mereka juga salah.

Apalagi kebohongan Gideon bukan tujuan kriminal. Murni ingin selamat.

Bagi orang Israel, bersumpah dalam nama YHWH, sekali pun dengan alasan palsu, merupakan kewajiban yang mengikat.

Karena itu takdir Israel tak terpisahkan dari takdir orang Gibeon. Bahkan, melalui penunjukan mereka sebagai penebang kayu dan pengangkut air untuk rumah Allah ( Yos. 9:23 ).

Orang Gibeon menjadi bagian tak terpisahkan dari komunitas penyembah Israel.

Dalam banyak kesempatan orang Gibeon menjadi berkat bagi Israel. Misalnya mereka membantu bekerja sebagai hamba di bait suci (( 1 Taw. 9:2 ; Ezr. 2:43 , 58 ; Neh. 3:26 ).

Tidak ada catatan bahwa keturunan orang Gibeon menciptakan masalah bagi orang Yahudi.

Bahkan pelayanan mereka di kemah suci, dan kemudian di bait suci, memengaruhi mereka untuk meninggalkan berhala-berhala mereka dan menyembah Tuhan Israel.

Berikut ada beberapa hal dimana orang Gibeon menjadi berkat bagi Israel dimasa mendatang.

Orang Gibeon menjadi pelayan di kemah suci, seperti yang diperintahkan Yosua.
Gibeon menjadi kota keimaman. Tabut Perjanjian sering berada di Gibeon pada zaman Daud dan Salomo ( 1Taw 16:39–40 dan 1Taw 21:29 ).

Setidaknya salah satu orang perkasa Daud adalah orang Gibeon ( 1Taw 12:4 ).
Tuhan berbicara kepada Salomo di Gibeon ( 1Raj3:4 ).

Orang Gibeon termasuk di antara mereka yang membangun kembali tembok Yerusalem bersama Nehemia ( Neh 3:7 dan Neh 7:25 ).

Nabi-nabi seperti Hananya bin Azur berasal dari Gibeon ( Yer 28:1 ).

Ini adalah contoh-contoh hal hebat yang dapat dilakukan Tuhan bagi orang-orang berdosa, hanya bila mereka datang kepada-Nya dalam kerendahan hati dan kasih.

Jadi, Allah mengubah kesalahan menjadi berkat. Di mana dosa berlimpah, kasih karunia jauh lebih berlimpah.

Dalam kasus orang Gibeon, kita melihat keadilan dan kasih karunia beriringan. Demi keadilan mereka mendapat hukuman menjadi budak.

Saat yang sama mereka mendapat kasih karunia, keselamatan.

Apa yang akan terjadi sekiranya orang Gibeon mengungkapkan identitas mereka dan meminta belas kasihan seperti yang dilakukan Rahab?

Kita tidak tahu, tetapi kemungkinan mereka dapat dikecualikan dari kehancuran.

Tujuan utama Tuhan bukanlah untuk menghukum orang berdosa tetapi untuk melihat mereka bertobat dan memberi mereka belas kasihan-Nya.

Tipu daya orang Gibeon harus dianggap sebagai permohonan belas kasihan Tuhan, kepada karakter-Nya yang baik dan adil.

VI. Kesimpulan

Setelah mempelajari pelajaran seminggu ini dengan topik ‘Terkejut oleh Kasih Karunia’ kita dapat menyimpulkan sbb:

Bahwa kasih karunia Allah tidak terbatas hanya kepada umat Perjanjian-Nya Israel.

Mereka yang berada diluar perjanjian, bangsa-bangsa kafir, yang diwakili oleh Rahab dan orang Gibeon mereka juga mendapat kasih karunia.

Anugerah Allah menjadi bagian mereka karena mereka mengakui keunggulan Allah Israel terhadap dewa-dewa sesembahan mereka.

Selain itu sambutan mereka yang baik terhadap orang-orang Israel menandakan niat mereka yang jujur untuk mendapatkan keselamatan.

Sekali pun mereka berdosa, namun kasih Tuhan jauh lebih besar dari dosa mereka.

Kesalahan mendatangkan konsekuensi, namun berkatnya jauh lebih besar dari konsekuensinya.

Itu terlihat dari Rahab, yang kemudian hari menjadi bagian Israel yang dari keturunannya akan lahir juruslamat.

Demikian juga orang Gibeon, kebohongannya mendatangkan konsekuensi. Mereka menjadi budak Israel.

Namun berkatnya jauh lebih besar, mereka menjadi bagian dari Israel. Mereka melayani di Kemah Suci. Gibeon menjadi kota imam. Tabut perjanjian seringa ada di Gibeon.

Seorang nabi datang dari Gibeon. Dan orang Gibeon turut membangun kota Yerusalem setelah pembuangan.

Sekali pun kita orang berdosa, dan menerima konsekuensi dari dos akitab, namun berkat pertobatan itu akan jauh lebih besar. Kita dapat menjadi berkat bagi orang lain.

Kita akan terkejut oleh kasih karunia.

Join channel telegram websitekami.com agar tidak ketinggalan berita loker terbaru lainnya

Join now
Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan